Menjejaki Heritage Muhammadiyah di Garut
- account_circle SOPAAT R SELAMET
- calendar_month Jumat, 26 Des 2025
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Yogyakarta: Pusat Warisan Tak Tergantikan
Jika Garut adalah halaman depan, maka Yogyakarta adalah jantung dari seluruh perjalanan Muhammadiyah. Di kota inilah, pada tahun 1912, K.H. Ahmad Dahlan mendirikan organisasi yang kemudian menjelma menjadi salah satu gerakan Islam modern terbesar di Indonesia.
Heritagenya bukan hanya berupa bangunan fisik, tetapi juga gagasan. Namun, mari kita bayangkan kembali suasana rumah K.H. Ahmad Dahlan di Kauman, Yogyakarta. Rumah kayu sederhana, dengan pendopo tempat murid-murid berkumpul. Di dindingnya tergantung Al-Qur’an, yang menjadi sumber inspirasi setiap gerakan.
Dari ruang itulah lahir gagasan pendidikan modern berbasis Islam, pendirian rumah sakit, hingga gerakan sosial yang memberdayakan kaum miskin.
Yogyakarta juga menyimpan ikon-ikon heritage Muhammadiyah: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), hingga amal usaha seperti PKU Muhammadiyah. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, warisan paling berharga adalah tradisi intelektual dan keberanian untuk berdialog dengan zaman.
Setiap sudut Yogyakarta menyimpan cerita tentang bagaimana Muhammadiyah berdiri di garis depan, meneguhkan Islam yang berkemajuan.
- Penulis: SOPAAT R SELAMET
- Editor: Sukron Abdilah
