Breaking News
dark_mode

5 Tradisi Unik Lebaran di Garut. Apa Aja?

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Lebaran di Garut bukan sekadar momen saling memaafkan, tetapi juga ruang hidup bagi tradisi yang sarat makna.

Di tengah suasana pegunungan yang sejuk dan budaya Sunda yang kental, masyarakat Garut merayakan Idulfitri dengan cara-cara khas yang diwariskan turun-temurun.

Berikut lima tradisi unik Lebaran di Garut yang menarik untuk disimak:

 

1. Ngaliwet Bareng Keluarga

 

Setelah salat Idulfitri, banyak keluarga di Garut menggelar makan bersama dengan menu khas seperti nasi liwet, ayam kampung, sambal, dan lalapan. Tradisi ini bukan sekadar makan, tetapi simbol kebersamaan dan kehangatan keluarga setelah sebulan berpuasa.

 

2. Ziarah Kubur (Nyekar)

 

Masyarakat Garut biasanya melakukan ziarah ke makam keluarga, baik sebelum maupun setelah Lebaran. Tradisi ini menjadi momen refleksi, mengingat jasa leluhur, sekaligus mempererat ikatan batin antaranggota keluarga.

 

3. Silaturahmi “Mapag Dulur”

 

“Mapag dulur” berarti menyambut atau mengunjungi sanak saudara. Di Garut, tradisi ini dilakukan dengan penuh kehangatan, dari rumah ke rumah, sambil menikmati hidangan khas Lebaran seperti dodol Garut dan aneka kue tradisional.

 

4. Berburu Dodol Garut

 

Tak lengkap rasanya Lebaran di Garut tanpa dodol. Banyak warga dan wisatawan berburu Dodol Garut sebagai oleh-oleh. Proses pembuatannya yang tradisional menjadikan dodol bukan hanya makanan, tetapi juga warisan budaya.

 

5. Wisata Lebaran ke Alam Garut

 

Setelah rangkaian ibadah dan silaturahmi, masyarakat biasanya memanfaatkan waktu untuk berwisata ke tempat-tempat alam seperti Pantai Santolo atau kawasan pegunungan. Ini menjadi cara melepas penat sekaligus mensyukuri keindahan alam.

Tradisi-tradisi ini menunjukkan bahwa Lebaran di Garut bukan hanya perayaan spiritual, tetapi juga perayaan budaya dan kebersamaan.

Di balik setiap kebiasaan, tersimpan nilai kekeluargaan, rasa syukur, dan identitas lokal yang tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Komentar
  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Sumber: AI

Rekomendasi

  • Turunnya Kelas Menengah dan Ancaman Krisis

    Turunnya Kelas Menengah dan Ancaman Krisis

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sebelum pandemi Covid-19, kelas menengah Indonesia adalah mesin konsumsi dan penopang stabilitas ekonomi. Pada 2019, jumlahnya sekitar 57 juta orang. Namun krisis pandemi menghantam keras. Pada 2024 jumlah itu menyusut menjadi 47 juta, dan pada 2026 turun lagi menjadi sekitar 46 juta. Artinya, dalam beberapa tahun saja, sekitar 11 juta orang terlempar dari […]

  • Komitmen Garut Ciptakan SDM Unggul

    Komitmen Garut Ciptakan SDM Unggul

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi menutup Pelatihan bagi Para Pencari Kerja Tahun 2026 sekaligus meninjau Gelar Karya Vokasi di Area UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Garut, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Kamis (16/4/2026). Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Garut dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI yang dirancang untuk […]

  • Hasan Mustofa: Penghulu, Pujangga, dan Jiwa Sunda yang Berpikir

    Hasan Mustofa: Penghulu, Pujangga, dan Jiwa Sunda yang Berpikir

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di tanah Garut yang dingin dan subur oleh doa serta kabut, lahirlah seorang lelaki yang kelak menjadi jembatan antara langit spiritual Islam dan bumi budaya Sunda. Namanya Raden Haji Hasan Mustofa—lebih dikenal sebagai Hasan Mustofa, seorang penghulu, ulama, sekaligus pujangga yang menulis dengan hati dan berpikir dengan akar. Ia tidak lahir sebagai tokoh […]

  • Simpang Lima Garut, Persimpangan yang Lebih Tua dari Ingatan Warganya

    Simpang Lima Garut, Persimpangan yang Lebih Tua dari Ingatan Warganya

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Jika persimpangan bisa berbicara, Simpang Lima Garut mungkin sudah lelah bercerita. Setiap hari ia menelan klakson, langkah kaki, teriakan pedagang, dan deru mesin kendaraan. Namun sedikit yang tahu, persimpangan ini adalah salah satu saksi paling setia perjalanan sejarah Kota Garut. Jauh sebelum lampu lalu lintas berdiri dan kemacetan menjadi rutinitas, Simpang Lima sudah […]

  • Tips Ngobrol dengan Siswa

    Tips Ngobrol dengan Siswa

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Awalnya saya pikir, makin pintar kita di depan siswa, makin mereka respek, nyatanya, yang sering terjadi malah sebaliknya: siswa jadi diam, defensif, dan cuma mengangguk tanpa benar-benar terbuka.   Saya baru sadar, di usia SMP SMA, yang mereka butuhkan bukan guru yang selalu benar, tapi guru yang mau turun level tanpa menurunkan wibawa. […]

  • Haol Akbar Pesantren Fauzan: Pesantren Adalah Pilar Pembangunan Akhlak Masyarakat

    Haol Akbar Pesantren Fauzan: Pesantren Adalah Pilar Pembangunan Akhlak Masyarakat

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Sukaresmi – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menghadiri acara Istighosah dan Doa Bersama dalam rangka Haol Akbar Pondok Pesantren Fauzan yang berlokasi di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Garut,  Sabtu (24/1/2026). Nurdin Yana menyampaikan apresiasi mendalam kepada pimpinan pondok pesantren atas kontribusi besarnya dalam membantu program pemerintah. Menurutnya, keberadaan pesantren sangat krusial, terutama dalam […]

expand_less