Nah Ini Dia! Keunikan 5 Kecamatan “Ci” di Garut
- account_circle Redaksi Tigarut
- calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TIGARUT.COM — Dalam rangka memperingati Hari Jadi Garut (HJG) ke-213, Kabupaten Garut mengawali rangkaian acara pokok dengan menghadirkan kegiatan “Ngarawat Ci Garut”, yang mulai dilaksanakan pada 12 Februari 2025.
Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan sumber daya air sebagai bagian penting dari kehidupan, sejarah, dan jati diri masyarakat Garut. Nilai tersebut tercermin dari banyaknya nama wilayah di Garut yang diawali dengan kata “Ci”, yang berasal dari kata cai (air).
1. Cikajang
Cikajang dikenal sebagai daerah dataran tinggi dengan udara sejuk dan curah hujan tinggi. Wilayah ini menjadi salah satu daerah hulu yang memiliki banyak mata air dan perkebunan teh serta sayuran. Perannya sangat penting sebagai penjaga keseimbangan air bagi wilayah Garut bagian selatan.
2. Cibatu
Cibatu memiliki keunikan sebagai kawasan penghubung jalur ekonomi dan transportasi. Sungai dan saluran air di wilayah ini mendukung pertanian dan aktivitas masyarakat. Kesadaran warga terhadap fungsi air untuk kehidupan sehari-hari menjadikan Cibatu aktif dalam gerakan kebersihan sungai.
3. Cibugel
Cibugel dikenal dengan lingkungan alam yang masih asri dan aliran sungai yang relatif terjaga. Banyak mata air dimanfaatkan langsung oleh warga untuk kebutuhan rumah tangga. Kearifan lokal masyarakatnya masih kuat dalam menjaga sumber air secara gotong royong.
4. Cisurupan
Cisurupan merupakan wilayah lereng Gunung Papandayan yang kaya akan mata air alami. Kecamatan ini berperan penting sebagai daerah resapan air sekaligus sentra pertanian dan hortikultura. Kelestarian alam Cisurupan sangat berpengaruh terhadap kualitas air di wilayah hilir Garut.
5. Cilawu
Cilawu memiliki keunikan pada keseimbangan antara wilayah pertanian dan permukiman. Sungai dan irigasi menjadi sumber kehidupan utama masyarakat. Kecamatan ini juga dikenal aktif dalam edukasi lingkungan dan kegiatan sosial berbasis pelestarian air.
Sebagai penutup, dengan hadirnya Ngarawat Ci Garut sebagai pembuka rangkaian HJG ke-213, diharapkan semangat merawat air dapat terus tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat. Menjaga cai berarti menjaga keberlangsungan alam, budaya, dan kehidupan Garut itu sendiri, demi masa depan yang lestari bagi generasi mendatang.
- Penulis: Redaksi Tigarut
- Sumber: AI
