Breaking News
dark_mode

Inilah Keindahan Curug Sanghyang Taraje di Balik Hutan Garut

  • account_circle Redaksi Web
  • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Kabupaten Garut memang selalu menunjukkan pesona alamnya. Bentang alamnya unik, di utara terdiri dari pegunungan sedangkan selatan berhadapan dengan lautan. Gunung Papandayan dan berbagai pantainya yang menawan. Kota Dodol ini juga punya berbagai macam curug, salah satunya Curug Sanghyang Taraje.

Curug yang berada di Kampung Kombongan, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Garut, Jawa Barat ini pesonanya selalu menawan. Debit airnya yang tinggi turut menyejukkan kompleks curug. Hawa sejuk, hijaunya rumput dan pepohonan dipecah derasnya Curug Sanghyang Taraje. Panorama dan kesejukannya selalu didambakan para penikmat air terjun.

Untuk menuju air terjun ini bukanlah hal mudah. Lokasinya yang berada di tengah hutan memerlukan sedikit perjuangan. Namun, semuanya tak menyurutkan langkah para wisatawan. Keasriannya bak surga tersembuyi di belantara hutan Garut.

Spot terbaik menikmati keindahan Curug Sanghyang Taraje adalah di tanah lapang samping curug. Namun kamu harus menempuh jalan berkelok di pegunungan. Jika telah sampai di Kecamatan Pamulihan, kamu harus semakin waspada saat berkendara. Jalan aspal berbatu akan membuat adrenalin perjalanan semakin menantang.

Bukit dan lembah mendominasi perjalanan menuju Curug. Rindangnya pepohonan seolah menjadi penghibur penat selama perjalanan. Tak jarang, tebing dan jurang akan kamu temui di sepanjang perjalanan. Medan yang menantang ditambah dengan sempitnya jalan. Akses jalan menuju Curug Sanghyang Taraje di Kecamatan Pamulihan, hanya bisa dilalui satu buah mobil.

Setelah sapai di tempat parkir, kamu harus menuruni jalan setapak berbatu. Kemudian kamu akan menemui jalan setapak rata. Saat itulah kamu akan segera mendengar gemuruh air berjatuhan dari kejauhan. Layaknya berada di sebuah lembah, Curug Sanghyag Taraje membelah hamparan bukit di depan jalan setapak. Panorama 170 derajat tebing terfokus pada keelokan Curug Sanghyang Taraje.

Gemuruh air berjatuhan menghasilkan hembusan yang menggoyangkan dedaunan. Gemricik cipratan airnya juga berhasil membasahi semua yang ada di kaki Curug Sanghyang Taraje. Berada di ketinggian 660 mdpl, curug setinggi 82 meter ini dengan megah menjulang. Penat perjalanan tuntas terbayarkan dengan kesejukan panorama Curug Sanghyang Taraje.

Gazebo mini, arena bermain telah tersedia sebagai penghilang penat saat perjalanan. Saat musim hujan, kamu dilarang dekat-dekat dengan kolam jatuhnya air terjun. Spot bermain air yang aman berada 5 hingga 10 meter dari curug. Di dekat jatuhnya air curug, nampak bendungan kecil yang dikelola warga. Bendungan kemudian mengalirkan air melewati sungai menuju ladang pertanian warga. Sedangkan di sampingnya berlanjutnya aliran anak sungai Sikandang.

Berada di perbukitan selatan Gunung Papandayan, membuat udara di sekitar Curug Sanghyang Taraje sejuk. Curug ini berada di aliran anak sungai Sikandang. Mata airnya berasal dari gabungan sungai di selatan Gunung Papandayan. Berbeda saat penghujan, saat kemarau debit air yang berkurang membuat aliran air lebih jernih.

Jika kamu ingin berlama-lama di curug ini sebaiknya kamu siapkan bekal tenda. Bermalam di samping curug ditemani gemuruh air akan menjadi pengalaman tak ada duanya. Saat mengunjungi Curug Sanghyang Taraje, pastikan kamu selalu menjaga kebersihan dan keasrian curug.

Kamu bisa mendatangi Taraje dengan menempuh 1.5 jam dari Kota Garut. Tiket masuknya hanya Rp 6 ribu per orang. Mushola, toilet, dan warung warga melengkapi kenyamanan curug. Fasilitas pendukung menjadikan Curug Sanghyang Taraje cocok dijadikan tujuan wisata keluarga. Dibalik rimbunnya pepohonan, keelokan Curug Sanghyang Taraje menjadi magnet tiap wisatawan.

 

Komentar

Rekomendasi

  • Resepsi ‎Milad ke-113 Muhammadiyah, Mari Kita Jaga Kerukunan dalam Berbangsa

    Resepsi ‎Milad ke-113 Muhammadiyah, Mari Kita Jaga Kerukunan dalam Berbangsa

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Diskominfo Kab. Garut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Garut Kota – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Garut, Bambang Hafidz, menghadiri kegiatan Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (28/12/2025). ‎Bambang Hafidz menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah. Ia mengapresiasi perayaan milad yang dinilainya tidak sekadar peringatan angka, melainkan […]

  • Menyoal Tradisi Samen, Pantai dan Jalan Kaki

    Menyoal Tradisi Samen, Pantai dan Jalan Kaki

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Ibn Ghifarie, Penulis dan Peneliti Agama dan Media
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saat asyik menulis tentang lima sekolah, pondok pesantren mahasiswa yang dekat dengan kampus. Tiba-tiba istri nelpon. “Bah uih iraha?” Kujawab dengan singkat, “Magrib” Selesai salat langsung pulang dan berpamitan kepada kawan, satpam yang masih jaga. “Tipayun nya. Markipul. Assalamualaikum!” Memang sudah hampir satu pekan, aktivitas pulang dilakukan setelah salat magrib. Biasa mengerjakan laporan […]

  • Nah Ini Dia! 5 Cara Nyeduh Kopi dari Garut

    Nah Ini Dia! 5 Cara Nyeduh Kopi dari Garut

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kopi Garut, khususnya dari wilayah pegunungan seperti Papandayan, Cikuray, dan Kamojang, dikenal memiliki profil rasa buah (fruity) dan aroma yang kuat. Berikut adalah 5 cara menyeduh kopi Garut untuk hasil maksimal di tahun 2026:  1. Metode Tubruk (Tradisional) Cara paling sederhana untuk menikmati keaslian rasa kopi Garut.  Takaran: 1–2 sdm kopi bubuk halus/medium untuk […]

  • Si Kabayan Ngalamar Gawé ka Média Online

    Si Kabayan Ngalamar Gawé ka Média Online

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Si Kabayan geus bosen dicarékan waé ku mertuana alatan dianggap pangangguran abadi. Poe harita, manéhna nekat rék ngalamar gawé ka kantor média online “tigarut.com”. Manéhna datang maké sapatu bot sabelah jeung sapatu kets sabelah, bari mawa map coklat nu geus kuleuheu. “Bah, ieu daptar riwayat hirup Kabayan,” ceuk Kabayan bari masrahkeun keretas ka […]

  • Bersama Komunitas Ngejah, Saatnya Bangun Literasi dari Kampung Sendiri

    Bersama Komunitas Ngejah, Saatnya Bangun Literasi dari Kampung Sendiri

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — PENDIRI Komunitas Ngejah Nero Taopik Abdillah mengajar anak-anak di desa Mekartani, Singajaya, Garut, Jumat 3 Februari 2017 lalu. Opik bersama sukarelawan lainnya membangun kampung literasi dengan membuat perpustakaan keliling.* Kali ini kami sampaikan cerita tentang Opik, pendiri Komunitas Ngejah di Garut. “Tahun 2010, Garut menjadi satu dari dua daerah tertinggal di Jawa Barat. […]

  • Inilah Pasar Ceplak, Pusatnya Jajanan dan Kuliner Urang Garut

    Inilah Pasar Ceplak, Pusatnya Jajanan dan Kuliner Urang Garut

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saat berkunjung ke Garut Jawa Barat, tak lengkap jika belum datang ke pusatnya kuliner dan jajanan masyarakat setempat. Terletak di tengah kota, tepatnya di Jalan Siliwangi, Pasar Ceplak menjadi tujuan utama bagi Anda yang menyukai wisata kuliner. Mulai beroperasi mulai dari pukul 16.00-22.00 WIB, Pasar Ceplak merupakan pasar malam yang selalu ramai tiap […]

expand_less