Breaking News

Nilai TKA Jangan Diposting?

  • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • visibility 137
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Mereka bilang, “Nilai TKA jangan diposting. Kasihan yang nilainya rendah.”

 

Sebagai guru, aku paham maksudnya. Tidak semua anak mendapat hasil sesuai harapan.

 

Tapi sebagai guru yang setiap hari melihat proses siswa, aku juga tahu ada anak-anak yang belajar sungguh-sungguh selama berbulan-bulan. Ada yang rela mengurangi waktu bermain, ada yang berkali-kali mengerjakan latihan soal, ada yang menangis karena merasa tidak mampu, lalu bangkit lagi keesokan harinya.

 

Kalau setelah semua perjuangan itu mereka mendapat hasil yang membanggakan, kenapa apresiasi itu harus disembunyikan? Dari pada yang diposting malah video joget-joget selebrasi apa ituu 😡

 

Aku mengatakan ini dengan sadar Justru karena aku adalah ibu dari anak yang sejak kecil sering mendapat catatan dari guru bahwa ia sedikit tertinggal dalam matematika. Saat teman-temannya sudah selesai mengerjakan soal, dia masih berusaha memahami langkah pertama. Waktu yang dibutuhkan selalu lebih lama. Saatnya mengajarkan LEGOWO pada anakku yg ke 1.

 

Aku juga ibu dari anak ASD yang jangankan memikirkan TKA, mencapai target-target sederhana dalam keseharian saja kadang membutuhkan perjuangan yang luar biasa. Anak keduaku mengajarkan ikhlas buat ayah ibunya.

 

Karena itulah aku belajar bahwa kesuksesan tidak pernah punya satu wajah.

 

Ada anak yang bersinar lewat nilai akademik.

Ada yang bersinar lewat olahraga.

Ada yang bersinar lewat seni.

Ada yang bersinar karena berhasil mengelola emosinya.

Ada yang bersinar karena mampu mandiri melakukan hal-hal yang bagi orang lain terlihat sederhana.

 

Maka ketika ada anak yang mendapatkan nilai TKA tinggi, biarkan dia menikmati apresiasi atas hasil jerih payahnya.

 

Dan ketika ada anak yang nilainya belum sesuai harapan, jangan merasa hidupnya selesai.

 

Tugas kita bukan menghapus panggung bagi yang berhasil, melainkan mengajarkan bahwa setiap orang memiliki panggungnya masing-masing.

 

Karena pada akhirnya, hidup tidak hanya membutuhkan anak-anak yang pintar mengerjakan soal.

 

Hidup juga membutuhkan anak-anak yang tangguh, kreatif, pekerja keras, berempati, dan tidak menyerah ketika hasilnya belum sesuai harapan.

 

Nilai boleh berbeda.

 

Jalan menuju sukses juga berbeda.

 

Yang penting, setiap anak belajar satu hal yang sama: berusaha dengan sungguh-sungguh dan belajar legowo menerima hasilnya.

 

Sebab kesuksesan itu tidak hanya satu macam.

Kalau mau tau bakat minat masih masih anak, langsung hubungi guru BK nya 😁.. Siniii aku jelasiin 😊

  • Penulis: Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Simpang Lima Garut, Persimpangan yang Lebih Tua dari Ingatan Warganya

    Simpang Lima Garut, Persimpangan yang Lebih Tua dari Ingatan Warganya

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 368
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Jika persimpangan bisa berbicara, Simpang Lima Garut mungkin sudah lelah bercerita. Setiap hari ia menelan klakson, langkah kaki, teriakan pedagang, dan deru mesin kendaraan. Namun sedikit yang tahu, persimpangan ini adalah salah satu saksi paling setia perjalanan sejarah Kota Garut. Jauh sebelum lampu lalu lintas berdiri dan kemacetan menjadi rutinitas, Simpang Lima sudah […]

  • Bahagianya Sepasang Sandal dari Garut Digunakan Charlie Chaplin

    Bahagianya Sepasang Sandal dari Garut Digunakan Charlie Chaplin

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 247
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Setelah menginap di Bandung, rombongan Charlie Chaplin melanjutkan perjalanan menuju Garut, 25 Maret 1936. Charlie dalam kunjungannya ke Pulau Jawa yang kedua kali tersebut ditemani oleh Paulette dan ibunya, Alta Mae Goddard. Sejak mendarat di Cililitan Batavia, mereka melakukan perjalanan menggunakan mobil melewati Puncak. Lagi-lagi, Hotel Preanger menjadi tempat singgah Chaplin sekaligus menginap. […]

  • Budak Pontianak, Veddriq Persembahkan Juara Dunia untuk Negeri Ini

    Budak Pontianak, Veddriq Persembahkan Juara Dunia untuk Negeri Ini

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 84
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Akhirnya ada juga kabar yang bikin rakyat Indonesia tersenyum lebar. Biasanya tiap buka berita, yang menyapa lebih dulu bukan atlet, melainkan wajah-wajah para koruptor. Bahkan ada bosan, “Bang, tak ada berita lain ya, selain korupsi.” Tapi, yang ini patut membuat kalian bangga. Tiga atlet panjat dinding kita juara dunia. Salah satunya, budak Pontianak. Saya […]

  • Pentingnya Peran Orang Tua Dampingi Anak dan Kembangkan Potensi Siswa

    Pentingnya Peran Orang Tua Dampingi Anak dan Kembangkan Potensi Siswa

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mendorong peran aktif orang tua dalam mendampingi anak pada masa awal sekolah sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda. Hal tersebut disampaikan saat memimpin Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Senin pagi (13/7/2026).   Dalam amanatnya, Bupati Garut memberikan […]

  • 5 Alasan Stop Normalisasi Panggilan Gelar dan Profesi di Grup Sosial

    5 Alasan Stop Normalisasi Panggilan Gelar dan Profesi di Grup Sosial

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 197
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di era percakapan digital, grup WhatsApp, Telegram, hingga komunitas media sosial telah menjadi ruang baru untuk membangun relasi. Namun, ada satu kebiasaan yang kerap dianggap lumrah, padahal diam-diam menciptakan jarak sosial: memanggil seseorang dengan gelar akademik atau profesinya secara berlebihan di ruang informal. Panggilan seperti “Pak Dokter”, “Bu Dosen”, “Pak Haji”, “Bos Pengacara”, atau […]

  • Situs Kabuyutan Ciburuy di Garut, Tempat Tokoh “Ngelmu”

    Situs Kabuyutan Ciburuy di Garut, Tempat Tokoh “Ngelmu”

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 325
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabuyutan Ciburuy. Situs ini bukan sembarang situs. Situs yang merupakan peninggalan jaman Prabu Siliwangi yang kemudian dilanjutkan oleh anaknya yaitu Prabu Kiyan Santang, dulunya merupakan tempat khusus bagi orang-orang berilmu tinggi. Secara administrasi Situs Kabuyutan Ciburuy terletak Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Lokasinya berada di titik koordinat 7° 17′ 18″ S, 107° 49′ 43″ E. Di daerah […]

expand_less