Breaking News

Ada Apa Kaum Lelaki dengan Film The Godfather?

  • account_circle Tedi Taufiqrahman, Penulis Leupas
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 558
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Ya. Ada apa kaum lelaki dengan film The Godfather? Saya lelaki tapi saya juga tidak tahu ada apa hubungan lelaki dengan film itu?

Atau mungkin pertanyaannya dibalik; apa ada lelaki yang belum nonton film The Godfather? Serius. Ada yang belum nonton?

Sebagai seorang lelaki dan sudah menonton mungkin 3 atau mungkin 4 kali saya bisa bilang; coba tonton saja, tidak wajib.

Kalau toh bersih keras anda tidak mau menontonnya, tidak mengapa, kejantanan anda tidak akan berkurang hanya karena tidak menonton film the Godfather

Seperti halnya anda belum baca buku Simon Sinek bukan berarti anda tidak intelek. Atau misalnya hanya karena anda tidak menonton semua tayangan YouTube Robin Sharma lantas anda tidak bijak. Atau hanya karena tidak pernah nonton One Piece anda gak punya mimpi atau karena anda tidak nonton team sepakbola Indonesia lantas anda gak mencintai negara.

Film the Godfather enggak segitunya. Hidup anda baik baik saja kalau tidak pernah menontonnya.

Tapi memang terkait film the Godfather ini dunia akan terbelah jadi dua; yang menyukainya atau tidak. Yaah, mirip durian. Kalau yang suka, suka bangeet. Kalau tidak, ya gak pernah makan.

Awalnya saya juga tidak suka, atau mungkin saya malah tidak tertarik, tidak tahu keberadaan film the Godfather itu. Ketertarikan saya itu dimulai dari lagunya Andy Williams, Speak Softly Love. Jadi bukan karena filmnya, lebih karena lagu.

Saya dengar theme song nya dulu, baru tertarik buat menonton filmnya. Sama halnya seperti True Detective, episode Matthew McConaughey, itu karena lagunya, The Handsome Family, Far From Any Road.

Nonton Film City of Angel juga demikian, karena lagunya Iris, Goo Goo Dols. Ini lagunya enak banget, setelah cari tahu ternyata soundtrak, baru deh nonton filmnya. Singkatnya seperti itu saya nonton film the Godfather.

Setelah nonton, baru saya memahami mengapa para lelaki sebegitunya pada film ini. Karena seperti yang dibilang Don Vito, “Seorang pria yang tidak menghabiskan waktu bersama keluarganya tidak akan pernah bisa menjadi pria sejati.”

Ucapan Don itu seumpama sabda bagi semua kaum lelaki yang sudah menonton nya bahwa, seorang pria yang tidak pernah menonton film the Godfather tidak akan pernah menjadi pria sejati.

Apa berlebihan? Ah tidak. Namanya juga film. Yang berlebihan itu biasanya penggemarnya.

  • Penulis: Tedi Taufiqrahman, Penulis Leupas
  • Editor: SAB

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Suka dan Cinta

    Suka dan Cinta

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • visibility 208
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saudaraku, apa bedanya “aku menyukaimu” dan “aku mencintaimu”?   Ketika engkau menyukai bunga, kau petik ia sekejap—rupanya memikat, semerbaknya kau hirup diam-diam, lalu ia gugur bersama waktu yang engkau abaikan.   Ketika engkau mencintai bunga, kau sirami ia setiap hari, kau rawat tanahnya, kau jaga akarnya, kau temani tumbuhnya—dan dari kuncup yang perlahan merekah, […]

  • Dua Sejoli Tua Digrebek Warga Lagi Gituan di Toilet Masjid

    Dua Sejoli Tua Digrebek Warga Lagi Gituan di Toilet Masjid

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 175
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kenapa sih selalu ketemu soal gituan. Belum hilang kisah kiyai yang jadi predator anak di bawah umur, muncul lagi kasus baru tak kalah hebohnya. Dua sejoli udah bangkotan, eh malah bercocok tanam di toilet masjid. Duh, negeriku. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Sebuah video memperlihatkan aksi penggerebekan aksi mesum seorang bapak dan […]

  • Jalan Maju Norwegia

    Jalan Maju Norwegia

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • visibility 97
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saudaraku, Norwegia bukan negeri yang lahir dalam kemewahan. Ia berdiri di tepi utara dunia, di antara fjord yang dalam, laut yang dingin, dan musim dingin yang panjang. Gunung-gunung membelah daratannya, sementara lahan subur terbatas. Alam tidak memberi kemudahan; alam memberi tantangan.   Sebelum dikenal sebagai negara kaya minyak, Norwegia hanyalah bangsa kecil di pinggir […]

  • Mangkuk Hangat yang Menyatukan, 5 Keseruan di Festival Baso Aci Garut

    Mangkuk Hangat yang Menyatukan, 5 Keseruan di Festival Baso Aci Garut

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada aroma yang sulit ditolak ketika semangkuk baso aci baru saja diangkat dari panci. Uapnya mengepul, kuahnya menggoda, sementara aroma bawang goreng, daun bawang, dan jeruk limau seolah memanggil siapa saja untuk segera menyendoknya. Di Garut, aroma itu tidak hanya berasal dari satu warung, melainkan berkumpul dalam satu perayaan besar: Festival Baso Aci Garut. […]

  • 5 Fakta Unik tentang Razia Rambut di SMKN 2 Garut

    5 Fakta Unik tentang Razia Rambut di SMKN 2 Garut

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pagi di sebuah sekolah kejuruan seperti SMKN 2 Garut sering dimulai dengan rutinitas yang tak jauh berbeda: barisan rapi, seragam lengkap, dan tatapan guru yang teliti. Namun, ada momen tertentu yang selalu menghadirkan suasana berbeda—razia rambut. Bagi sebagian siswa, ini mungkin sekadar penertiban biasa. Tapi bagi yang lain, ini bisa jadi momen mendebarkan, bahkan […]

  • Yuk Kenali Tokoh Intelektual, Raden Ayu Lasminingrat

    Yuk Kenali Tokoh Intelektual, Raden Ayu Lasminingrat

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 266
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Raden Dewi Sartika dikenal sebagai Pahlawan Nasional Wanita Indonesia dari Jawa Barat. Beliau dengan segenap hatinya memperjuangkan dunia pendidikan bagi kaum wanita untuk dapat menikmati rasanya bersekolah seperti kaum laki-laki. Namun, bukan hanya Raden Dewi Sartika yang telah berjasa memperjuangkan hak pendidikan bagi kaum wanita di Jawa Barat. Deri Eka Firman (Duta Bahasa […]

expand_less