Breaking News
dark_mode

Mirip Malin Kundang! Inilah Kisah Dalem Boncel

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Cerita rakyat “Dalem Boncel” berasal dari Jawa Barat. Cerita karya Sunarsih ini mengisahkan sebuah keluarga miskin yang memiliki seorang anak bernama Boncel.

Suatu hari, Boncel pergi dari desa Bungbulang untuk mengadu nasib. Boncel pun tiba di desa Caringin, Banten. Di sana, ia bekerja dengan kepada desa. Kegigihan dan kejujurannya membuat dirinya diangkat sebagai sekretaris desa hingga menjadi dalem (bupati).

Di bawah pemerintahnnya, Desa Caringin menjadi maju, bahkan dermaga Caringin menjadi pelabuhan perdagangan internasional dimana kapal-kapal dagang VOC banyak berlabuh. Cerita ini mengajarkan bahwa kesuksesan bisa diraih dengan kerja keras dan kejujuran.

Cerita rakyat ini ditulis dalam rangka memenuhi program Badan Bahasa, yaitu Gerakan Literasi Nasional. Badan Bahasa mencanangkan Gerakan Literasi Nasional dalam upaya menciptakan bangsa Indonesia yang mempunyai kemampuan literasi yang tinggi.

Bangsa yang mempunyai kemampuan literasi adalah bangsa yang dapat memberdayakan sisi psikologi, kognisi, ekonomi, maupun politiknya.

Cerita rakyat Dalem Boncel berasal dari daerah Garut. Cerita ini penulis sadur dari buku berjudul Dongeng-Dongeng Pakidulan Garut yang diterbitkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut. Cerita ini mengandung nilai sejarah tentang bupati yang berkuasa di daerah Caringin, Banten.

Alur cerita Dalem Boncel sekilas mirip dengan cerita Malin Kundang dari Sumatera Barat. Dalam cerita ini Dalem Boncel dikisahkan sebagai anak yang durhaka terhadap ibunya. Dia tidak mau mengakui ketika ibunya datang, karena pada saat itu dia sudah menjadi seorang bupati, sedangkan ibunya hanya seorang tua renta dan miskin.

Selain menceritakan tentang kedurhakaan Dalem Boncel, dalam cerita rakyat ini diceritakan tentang keuletan Dalem Boncel dalam belajar membaca. Kerajinannya belajar membawa keberhasilan dia hingga menjadi seorang bupati.

Dalam cerita ini juga dikisahkan bagaimana sebuah mimpi seorang rakyat jelata menjadi kenyataan menjadi seorang bupati, punya kekuasaan dan kekayaan.

Penulis berharap benang merah dari cerita ini mampu memberikan inspirasi kepada bangsa Indonesia pada umumnya dan khususnya siswa sekolah. Nilai-nilai budaya lokal yang ada dalam jalinan kisah Dalem Boncel bisa mengajak siswa-siswa untuk menghormati orang tua.

Begitu juga keuletan Dalem Boncel dalam menggapai impiannya bisa memacu siswa untuk tidak takut bermimpi dan menggapai cita-cita setinggi mungkin.

Cerita ini juga mengajarkan bagaimana kerajinan belajar dan kreativitas dapat mewujudkan cita-cita. Akhir kata semoga cerita rakyat ini bermanfaat bagi siswa sekolah untuk mewujudkan karakter bangsa Indonesia yang mempunyai kemampuan literasi tinggi.

Untuk mengetahui cerita utuhnya yang bersumber dari buku Dalem Boncel terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (2016) dapat diunduh pada laman ini 

Komentar

Rekomendasi

  • Yuk Jaga Kebersihan Diri, Hati dan Bumi

    Yuk Jaga Kebersihan Diri, Hati dan Bumi

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi membuka rangkaian kegiatan Paket Ramadhan 1447 H Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Islam (Persis) Garut Kota, sekaligus memberikan materi Kuliah Shubuh. Acara yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan di Aula Pesantren Persis 19, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (19/2/2026). Bupati Garut mengangkat tema “Menjaga Kebersihan dan Kelestarian […]

  • 5 Destinasi Wisata Favorit di Garut Saat Libur Idul Fitri

    5 Destinasi Wisata Favorit di Garut Saat Libur Idul Fitri

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Momentum Idul Fitri bukan hanya tentang silaturahmi dan saling memaafkan, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat bersama keluarga. Setelah perjalanan mudik dan rangkaian ibadah Ramadan, berwisata ringan di alam terbuka bisa menjadi pilihan menyenangkan. Garut, dengan pesona alamnya yang sejuk dan beragam, menawarkan banyak destinasi menarik yang cocok dikunjungi saat […]

  • Saatnya Nikmati Keindahan Danau Putih dan Khasiat Air Belerang Talaga Bodas

    Saatnya Nikmati Keindahan Danau Putih dan Khasiat Air Belerang Talaga Bodas

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur, melakukan monitoring langsung ke objek wisata Taman Wisata Alam (TWA) Talaga Bodas di Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Sabtu (03/01/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kondisi fasilitas serta memastikan kelancaran arus wisata di awal tahun 2026. Didampingi Camat Wanaraja, Fahmi Fauzi, dan Kepala Desa Sukamenak, Osin Hasanudin, Bupati […]

  • Penguatan Resiliensi Remaja Melalui Kisah Nabi

    Penguatan Resiliensi Remaja Melalui Kisah Nabi

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    Tema: “Dari Sumur di Kanaan ke Istana Mesir” Terinspirasi dari kisah Nabi Yusuf (Masuk perlahan. Turunkan suara.)   “Ini adalah postingan lanjutan dari modul BK dengan judul serupa”   Pernah nggak sih… kamu merasa sendirian, padahal lagi ada di tempat yang ramai? Teman-teman kamu ngobrol. Grup jalan terus. Story mereka rame, tapi nama kamu nggak […]

  • Membaca Jejak “Ba’dul Ikhwan”

    Membaca Jejak “Ba’dul Ikhwan”

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    Transmisi Teks al-Bajuri dan Simpul Tiga Ulama dari Tatar Sunda Abad ke-19 — TIGARUT.COM — ​Menelusuri jejak para sarjana Sunda di Kairo pada paruh pertama abad ke-19 sering kali membentur dinding ketiadaan arsip yang utuh. Sebelum Terusan Suez beroperasi pada 1869, perjalanan ke Mesir bukanlah rute lazim bagi para penuntut ilmu dari Nusantara yang umumnya […]

  • Burayot dari Lélés Garut

    Burayot dari Lélés Garut

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle T. Bachtiar, Penulis dan Geolog
    • 0Komentar

      TIGARUT.COMM — MENYEBUT nama geografi Lélés di Kabupaten Garut, Jawa Barat, seolah identik dengan penganan manis khas Lélés, yaitu burayot. Disebut burayot karena bentuknya menyerupai kantung elastis sebesar buah sawo yang menggantung berat. Camilan ini bentuknya ngaburayot. Dibuat dari tepung beras dan gula merah/kawung. Camilan khas dari Kampung Kaum, Lèlès ini pada mulanya dirintis […]

expand_less