Breaking News

Belajar Memahami Realita

  • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • visibility 148
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Akhir-akhir ini lagi kepikiran lagi soal program BK…belum benar-benar disusun, masih di tahap mikir dan “nyicil latihan” sedikit-sedikit.

Dan di proses itu, saya malah keingat fase lama saya— fase yang terlalu terpaku pada “template”.

 

Dulu, setiap bikin program BK, rasanya semua aspek (ke-11 bidang itu) harus masuk, yang penting lengkap, yang penting sesuai format.

 

Hasil need assessment dari AKPD atau ATP jadi pegangan utama. Sementara harapan Kepala Sekolah, cerita wali kelas, data pelanggaran, kehadiran, sampai nilai rapor… hanya jadi pelengkap.

 

Kelihatannya rapi, tapi ternyata belum tentu relevan, karena begitu dijalankan, programnya terasa “hambarrrr”.

 

Seperti ada jarak antara apa yang direncanakan dengan apa yang sebenarnya dibutuhkan siswa.

Nah, di momen lagi mikir dan latihan kecil-kecilan ini, saya mulai coba ubah cara pandang.

 

Belum langsung duduk serius bikin program, tapi mulai ngumpulin “bahan baku” dulu pelan-pelan:

Nyoba baca lagi data kebutuhan siswa, bukan cuma dari angket, tapi dari cerita-cerita yang selama ini sering kita dengar.

 

✔️Intip legger nilai rapor atau hasil AKM/TKA deh kalau skrg , kira-kira di mana siswa paling butuh didampingi.

 

✔️Dengerin ulang keluhan wali kelas—yang kadang justru paling jujur menggambarkan kondisi lapangan.

 

✔️Sambil refleksi, sebenarnya sekolah kita lagi “butuh apa” sih sekarang? Program unggulannya apa?

 

✔️ curhatan bawel siswa, bu dikelasku banyak bgt yg bawa make-up, HP, bahasanya kasar,

 

Dari proses yang masih setengah matang ini, saya mulai ngerasa, ternyata nyusun program BK itu bukan langsung soal ngetik dokumen, tapi latihan memahami realita.

 

Latihan menyambungkan data dengan rasa.

Latihan biar program yang nanti dibuat nggak cuma “jadi”, tapi juga “kena”.

Karena pada akhirnya, kita bukan sekadar bikin administrasi, tapi sedang menyiapkan cara untuk mendampingi siswa dengan lebih tepat.

 

Bikin program itu memang sangaaaat berat dan melelahkan 😁 jadi saya mau bikin lebih sederhana aja dengan membuat prioritas-prioritas layanan..

 

Kalau bapak/ibu lagi di fase yang sama—masih mikir, masih nyicil, belum mulai full—

biasanya mulai dari mana dulu?

Yuk, sharing 👇

 

Disclaimer: Ini POV pribadi saya, bukan kebenaran mutlak. Silakan dimodifikasi atau di-crosscheck sesuai kondisi sekolah masing-masing

  • Penulis: Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • HIMAPET UNIGA Sukses Gelar Pesta Patok UNIGA 2026, Domba dan Kambing Show Up

    HIMAPET UNIGA Sukses Gelar Pesta Patok UNIGA 2026, Domba dan Kambing Show Up

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 261
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Himpunan Mahasiswa Peternakan (HIMAPET) Universitas Garut berkolaborasi dengan Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) sukses menggelar Pesta Patok UNIGA 2026 pada Sabtu, 11 Januari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di awal tahun ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah apresiasi bagi para peternak domba dan kambing, khususnya di Kabupaten Garut dan sekitarnya. Pesta Patok UNIGA […]

  • Yuk Kenali Tokoh Intelektual, Achdiat K. Mihardja

    Yuk Kenali Tokoh Intelektual, Achdiat K. Mihardja

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 231
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Achdiat Karta Miharja lahir di Cibatu, Garut, Jawa Barat, tanggal 6 Maret 1911. Ia dibesarkan dalam lingkungan keluarga menak yang feodal. Ayahnya bernama Kosasih Kartamiharja, seorang pejabat pangreh praja di Jawa Barat. Achdiat menikah dengan Suprapti pada bulan Juli 1938. Dari pernikahan itu, mereka dikaruniai lima orang anak. Ia memulai sekolah dasarnya di […]

  • 5 Sebutan Lain Garut yang Melekat hingga Kini, dari Swiss van Java hingga Kota Intan

    5 Sebutan Lain Garut yang Melekat hingga Kini, dari Swiss van Java hingga Kota Intan

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 112
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Garut dikenal sebagai salah satu kabupaten di Jawa Barat yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang begitu beragam. Keindahan pegunungan, kuliner khas, hingga tradisi masyarakatnya telah melahirkan berbagai julukan yang melekat kuat selama puluhan bahkan ratusan tahun. Sebutan-sebutan tersebut bukan sekadar nama lain, tetapi mencerminkan karakter dan identitas Garut di mata masyarakat […]

  • 5 Destinasi Wisata Favorit di Garut Saat Libur Idul Fitri

    5 Destinasi Wisata Favorit di Garut Saat Libur Idul Fitri

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 200
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Momentum Idul Fitri bukan hanya tentang silaturahmi dan saling memaafkan, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat bersama keluarga. Setelah perjalanan mudik dan rangkaian ibadah Ramadan, berwisata ringan di alam terbuka bisa menjadi pilihan menyenangkan. Garut, dengan pesona alamnya yang sejuk dan beragam, menawarkan banyak destinasi menarik yang cocok dikunjungi saat […]

  • 5 Cara Hidup Selaras dengan Alam ala Kampung Dukuh Garut

    5 Cara Hidup Selaras dengan Alam ala Kampung Dukuh Garut

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di tengah arus modernisasi yang semakin cepat, masyarakat adat Kampung Dukuh di Garut tetap menjaga kearifan lokal yang mengajarkan pentingnya hidup harmonis dengan alam. Nilai-nilai tersebut diwariskan turun-temurun sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Pencipta sekaligus upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Berikut lima cara hidup selaras dengan alam yang dapat dipelajari dari masyarakat Kampung Dukuh. 1. […]

  • Datang, Curhat, Joget, Buka Baju, Pulang

    Datang, Curhat, Joget, Buka Baju, Pulang

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Nury Sybli, Alumni UIN Jakarta
    • visibility 160
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — “Don’t Judging” — Catatan Pagi dari Obrolan Anak SD   Pagi ini di sela-sela ribetnya siap berangkat sekolah, Ni Luh tiba-tiba nanya, “Mom, waktu aku bayi gendut ya?” “Iya… tapi cantik dan menggemaskan,” jawabku cepat.   Dia diam sebentar, lalu lanjut, “Nanti pas aku Junior High School, aku nggak tahu wajahku jadi gimana. […]

expand_less