Breaking News
dark_mode

Belajar Memahami Realita

  • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Akhir-akhir ini lagi kepikiran lagi soal program BK…belum benar-benar disusun, masih di tahap mikir dan “nyicil latihan” sedikit-sedikit.

Dan di proses itu, saya malah keingat fase lama saya— fase yang terlalu terpaku pada “template”.

 

Dulu, setiap bikin program BK, rasanya semua aspek (ke-11 bidang itu) harus masuk, yang penting lengkap, yang penting sesuai format.

 

Hasil need assessment dari AKPD atau ATP jadi pegangan utama. Sementara harapan Kepala Sekolah, cerita wali kelas, data pelanggaran, kehadiran, sampai nilai rapor… hanya jadi pelengkap.

 

Kelihatannya rapi, tapi ternyata belum tentu relevan, karena begitu dijalankan, programnya terasa “hambarrrr”.

 

Seperti ada jarak antara apa yang direncanakan dengan apa yang sebenarnya dibutuhkan siswa.

Nah, di momen lagi mikir dan latihan kecil-kecilan ini, saya mulai coba ubah cara pandang.

 

Belum langsung duduk serius bikin program, tapi mulai ngumpulin “bahan baku” dulu pelan-pelan:

Nyoba baca lagi data kebutuhan siswa, bukan cuma dari angket, tapi dari cerita-cerita yang selama ini sering kita dengar.

 

✔️Intip legger nilai rapor atau hasil AKM/TKA deh kalau skrg , kira-kira di mana siswa paling butuh didampingi.

 

✔️Dengerin ulang keluhan wali kelas—yang kadang justru paling jujur menggambarkan kondisi lapangan.

 

✔️Sambil refleksi, sebenarnya sekolah kita lagi “butuh apa” sih sekarang? Program unggulannya apa?

 

✔️ curhatan bawel siswa, bu dikelasku banyak bgt yg bawa make-up, HP, bahasanya kasar,

 

Dari proses yang masih setengah matang ini, saya mulai ngerasa, ternyata nyusun program BK itu bukan langsung soal ngetik dokumen, tapi latihan memahami realita.

 

Latihan menyambungkan data dengan rasa.

Latihan biar program yang nanti dibuat nggak cuma “jadi”, tapi juga “kena”.

Karena pada akhirnya, kita bukan sekadar bikin administrasi, tapi sedang menyiapkan cara untuk mendampingi siswa dengan lebih tepat.

 

Bikin program itu memang sangaaaat berat dan melelahkan 😁 jadi saya mau bikin lebih sederhana aja dengan membuat prioritas-prioritas layanan..

 

Kalau bapak/ibu lagi di fase yang sama—masih mikir, masih nyicil, belum mulai full—

biasanya mulai dari mana dulu?

Yuk, sharing 👇

 

Disclaimer: Ini POV pribadi saya, bukan kebenaran mutlak. Silakan dimodifikasi atau di-crosscheck sesuai kondisi sekolah masing-masing

Komentar
  • Penulis: Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut

Rekomendasi

  • Om Zein, Jangan Buka Lagi Aib yang Sudah Allah Tutupi

    Om Zein, Jangan Buka Lagi Aib yang Sudah Allah Tutupi

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Adrian | Perdana.Asia
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Tidak banyak pejabat yang berani meminta maaf. Karena itu, sikap Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein yang menyampaikan permohonan maaf patut dihargai.   Beliau juga telah menjelaskan bahwa lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat merupakan refleksi atas masa lalunya, bukan dimaksudkan untuk merendahkan perempuan. Penjelasan itu penting agar publik memahami konteks lahirnya lagu […]

  • Nilai TKA Jangan Diposting?

    Nilai TKA Jangan Diposting?

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Mereka bilang, “Nilai TKA jangan diposting. Kasihan yang nilainya rendah.”   Sebagai guru, aku paham maksudnya. Tidak semua anak mendapat hasil sesuai harapan.   Tapi sebagai guru yang setiap hari melihat proses siswa, aku juga tahu ada anak-anak yang belajar sungguh-sungguh selama berbulan-bulan. Ada yang rela mengurangi waktu bermain, ada yang berkali-kali mengerjakan […]

  • 5 Tips Mudik Aman dan Nyaman ke Garut

    5 Tips Mudik Aman dan Nyaman ke Garut

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Menjelang perayaan Idul Fitri, perjalanan mudik ke Garut menjadi momen yang dinanti banyak perantau. Kota yang dikenal dengan udara sejuk dan kuliner khasnya ini selalu ramai dikunjungi saat Lebaran. Namun, meningkatnya arus kendaraan menuju Garut sering kali menimbulkan kemacetan dan perjalanan yang lebih panjang dari biasanya.   Agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman, […]

  • Resepsi ‎Milad ke-113 Muhammadiyah, Mari Kita Jaga Kerukunan dalam Berbangsa

    Resepsi ‎Milad ke-113 Muhammadiyah, Mari Kita Jaga Kerukunan dalam Berbangsa

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Diskominfo Kab. Garut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Garut Kota – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Garut, Bambang Hafidz, menghadiri kegiatan Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Minggu (28/12/2025). ‎Bambang Hafidz menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah. Ia mengapresiasi perayaan milad yang dinilainya tidak sekadar peringatan angka, melainkan […]

  • Jaga Stabilitas Harga Jelang Iduladha, Garut Gelar Gerakan Pangan Murah

    Jaga Stabilitas Harga Jelang Iduladha, Garut Gelar Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak yang digelar di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (22/5/2026). Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif DKP yang mempertemukan langsung produsen pangan dengan masyarakat. Ia menyoroti potensi besar pelaku […]

  • Soal BK

    Soal BK

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — “Kalau ada satu dokumen yang paling saya tunggu setelah siswa lulus, itu bukan rekap nilai. Tapi hasil refleksi mereka.” 🤭 Serius. Setiap tahun, menjelang perpisahan kelas 9, saya selalu menyempatkan membuat formulir refleksi untuk siswa. Isinya pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang perjalanan mereka selama SMP, tentang diri mereka, tentang masa depan, dan tentu saja tentang […]

expand_less