Breaking News
dark_mode

Penguatan Resiliensi Remaja Melalui Kisah Nabi

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tema: “Dari Sumur di Kanaan ke Istana Mesir”

Terinspirasi dari kisah Nabi Yusuf

(Masuk perlahan. Turunkan suara.)

 

“Ini adalah postingan lanjutan dari modul BK dengan judul serupa”

 

Pernah nggak sih…

kamu merasa sendirian, padahal lagi ada di tempat yang ramai? Teman-teman kamu ngobrol.

Grup jalan terus. Story mereka rame, tapi nama kamu nggak ada.

Atau mungkin… kamu pernah difitnah, disalahpahami, dianggap salah padahal kamu nggak ngelakuin apa-apa.

Rasanya apa?

Marah?

Sedih?

Pengen jelasin semuanya?

Atau malah… pengen balas?

Sekarang coba bayangin ini.

 

Ibu mau ajak kalian mundur ribuan tahun yang lalu. Sekitar abad ke-18 sebelum Masehi.

Di wilayah Kanaan — daerah yang sekarang masuk kawasan Palestina dan sekitarnya — hidup seorang remaja bernama Yusuf. Putra dari Nabi Ya’qub. Beliau bukan anak biasa.

Sejak kecil sudah menunjukkan akhlak yang baik.

Dan suatu malam, beliau bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya.

Mimpi itu bukan mimpi biasa.

Itu pertanda masa depan. (zaman dulu tafsir mimpi itu previlege)

Ternyata tidak semua orang siap melihat orang lain punya masa depan cerah, saudara-saudaranya merasa iri, bukan karena Yusuf jahat. Justru karena ia disayang ayahnya.

Iri itu kecil awalnya, tapi kalau dipelihara… bisa jadi keputusan besar, dan keputusan itu terjadi.

Yusuf diajak pergi jauh dari rumah.

Ke padang pasir, lalu dimasukkan ke dalam sumur tua. Bukan sumur modern dengan tembok rapi. Ini sumur gurun, dalam, gelap, dingin.

 

Bayangkan remaja seusia kalian, dikhianati oleh kakaknya sendiri, ditinggalkan sendirian, tidak ada saksi, tidak ada pembela.

 

Secara sejarah, daerah itu memang jalur perdagangan dan benar saja, tak lama kemudian, rombongan kafilah dari arah utara lewat. Yusuf ditemukan… lalu dijual sebagai budak ke Mesir.

Mesir saat itu adalah peradaban besar.

Punya sistem pemerintahan kuat.

Punya istana, birokrasi, dan penguasa yang dikenal sebagai Al-Aziz.

 

Dari sumur gurun Kanaan, Yusuf sekarang berada di jantung peradaban besar dunia.

Tapi hidupnya belum selesai diuji.

Ketika dewasa, beliau dikenal tampan dan berakhlak, dan di rumah pejabat tinggi itu, beliau kembali diuji.

Difitnah.

Dituduh melakukan sesuatu yang tidak ia lakukan.

Dan sejarah mencatat… beliau masuk penjara.

Bukan sehari dua hari, tapi bertahun-tahun.

Coba pikirkan, dari sudut sejarah manusia, itu kegagalan bertubi-tubi, dikhianati keluarga.

Dijual sebagai budak. Difitnah. Dipenjara.

Kalau kita melihat timeline hidupnya,

tidak ada satu pun fase yang instan.

 

Tapi justru di penjara itu, Yusuf menunjukkan kualitas kepemimpinan, beliau membantu sesama tahanan.

Menafsirkan mimpi.

Tetap produktif.

 

Dan di Mesir saat itu, tafsir mimpi bukan hal remeh, Itu bagian dari sistem kepercayaan dan pengambilan keputusan negara.

Ketika Raja Mesir bermimpi tentang tujuh tahun masa subur dan tujuh tahun masa paceklik, tidak ada yang bisa menjelaskan secara meyakinkan.

Sampai akhirnya… nama Yusuf disebut.

Dari penjara, langsung ke ruang istana.

Dan bukan hanya bebas, beliau diangkat menjadi pengelola logistik dan keuangan negara — posisi strategis dalam krisis pangan.

 

Bayangkan perjalanan itu.

Sumur-Budak-Penjara-Lalu pemimpin.

 

Sekarang aku mau tarik ke kalian.

Kadang kita hanya melihat satu potongan hidup kita. Satu fase gelap. Satu momen tidak adil.

Lalu kita simpulkan:

“Hidupku gagal.”

“Allah tidak adil.”

“Aku kalah.”

Padahal… mungkin kamu baru ada di fase Kanaan-nya, atau fase sumur-nya, atau mungkin fase penjara-nya, dan kita sering lupa,

yang membuat Yusuf sampai ke istana bukan karena keadaannya mudah tapi karena karakternya kuat.

 

Beliau tidak berubah menjadi pahit, tidak menjadi pendendam, tidak menggunakan luka sebagai alasan untuk merusak diri.

 

Ramadhan ini, kita latihan hal yang sama.

✅Menahan lapar itu fisik.

✅Menahan respon itu mental.

✅Menahan amarah saat disalahpahami.

✅Menahan keinginan membalas saat direndahkan.

✅Menahan ego saat ingin membuktikan diri dengan cara salah.

 

Sekarang jawab dalam hati.

Kalau hari ini kamu sedang ada di fase sumur,

apa yang sedang Allah bentuk dalam dirimu?

📌Kesabaran?

📌Ketahanan mental?

📌Kematangan?

 

Karena sejarah Nabi Yusuf mengajarkan satu hal besar: Perjalanan panjang bukan tanda ditinggalkan. Kadang itu proses dipersiapkan.

 

Dan mungkin…

kisahmu belum selesai.

 

Catatan : Bapak/ibu bisa sambil membacakan saja teks ini, cerita ini masih akan menarik dengan pembawaan, gaya dan intonasi bapak/ibu dalam membawakan cerita..

 

Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut

 

Nantikan cerita lain di postingan selanjutnya..

Komentar
  • Penulis: Redaksi Tigarut

Rekomendasi

  • 5 Tokoh Asal Garut yang Menginspirasi, dari Pendopo hingga Panggung Nasional

    5 Tokoh Asal Garut yang Menginspirasi, dari Pendopo hingga Panggung Nasional

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut selalu punya cara untuk membuat orang rindu. Bukan hanya karena dodol, gunung, dan hamparan kebun tehnya, tetapi juga karena tanah ini melahirkan banyak sosok besar yang jejaknya melampaui batas kota. Dari kaki Gunung Cikuray hingga hiruk-pikuk Alun-alun Garut, lahir nama-nama yang memberi warna bagi pendidikan, budaya, musik, hingga pemerintahan nasional. Di setiap sudut […]

  • 5 Rekomendasi Pantai di Garut Asyik Liburan Idul Fitri

    5 Rekomendasi Pantai di Garut Asyik Liburan Idul Fitri

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Libur Idul Fitri selalu membawa kita pada satu kata yang sederhana namun dalam: pulang. Bukan sekadar kembali ke kampung halaman, tetapi kembali pada ketenangan yang sering hilang di tengah rutinitas. Di Garut, pulang bisa berarti menyusuri jalan menuju pantai selatan—tempat di mana debur ombak seolah menghapus penat, dan angin laut membawa rasa syukur […]

  • Musrenbang Talegong: Fokus Pembangunan di Bidang Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur

    Musrenbang Talegong: Fokus Pembangunan di Bidang Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Talegong – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan monitoring pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan dalam rangka Penyusunan RKPD Kabupaten Garut Tahun 2027, yang berlangsung di Aula Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Kamis (5/2/2026). Bupati Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa esensi pembangunan adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar lebih sehat, panjang umur, dan produktif. […]

  • Buku, Dosen, Google dan AI

    Buku, Dosen, Google dan AI

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Banyak orang bertanya, “Kalau semua pengetahuan sudah ada di Google dan AI, untuk apa masih ada buku dan dosen?” Pertanyaan itu tampak modern, tetapi sesungguhnya lahir dari kekeliruan yang sangat tua: menyamakan informasi dengan ilmu, dan menyamakan jawaban dengan kebijaksanaan. Google mampu menunjukkan miliaran halaman. AI mampu merangkum jutaan buku dalam hitungan detik. […]

  • Takzim pada Kyai

    Takzim pada Kyai

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saya takzim pada Pak Kyai ini. Self-awareness, tahu diri, meneduhkan dan memanusiawikan diri. Fokusnya ke diri. Begitu pun semestinya dengan semua ormas Islam. Banyak dari kita suka sok-sok an, ingin memperbaiki ini itu, padahal mungkin kebanyakan kita hanya menitipkan diri untuk hidup didalamnya dan justru kitalah yang diuntungkan oleh organisasi itu. Kalau semua […]

  • Tingkatkan Mutu Pendidikan, Garut Gandeng UPI Latih 400 Pendidik

    Tingkatkan Mutu Pendidikan, Garut Gandeng UPI Latih 400 Pendidik

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan kompetensi tenaga pendidik. Salah satu langkah yang disiapkan ialah menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk memberikan pelatihan kepada 400 pendidik guna memperkuat kemampuan, khususnya di bidang literasi dan numerasi. Hal tersebut disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat menghadiri sekaligus memberikan arahan dalam […]

expand_less