Breaking News
dark_mode

5 Tokoh Asal Garut yang Menginspirasi, dari Pendopo hingga Panggung Nasional

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Garut selalu punya cara untuk membuat orang rindu. Bukan hanya karena dodol, gunung, dan hamparan kebun tehnya, tetapi juga karena tanah ini melahirkan banyak sosok besar yang jejaknya melampaui batas kota.

Dari kaki Gunung Cikuray hingga hiruk-pikuk Alun-alun Garut, lahir nama-nama yang memberi warna bagi pendidikan, budaya, musik, hingga pemerintahan nasional.

Di setiap sudut sejarah Garut, selalu ada cerita tentang orang-orang yang tumbuh dari kesederhanaan kampung, lalu menjelma menjadi inspirasi bangsa. Berikut lima tokoh asal Garut yang kisah hidupnya layak menjadi kebanggaan urang Garut.

 

1. R.A. Lasminingrat, Cahaya Literasi dari Tanah Intan

Di tengah masa ketika perempuan belum leluasa mengenyam pendidikan, Garut sudah melahirkan sosok visioner bernama R.A. Lasminingrat. Lahir di Garut pada 1854, ia menjadi pelopor pendidikan perempuan Sunda sekaligus sastrawan perempuan pribumi pertama yang fasih berbahasa Belanda. Sekolah perempuan yang ia dirikan menjadi tonggak penting lahirnya kesadaran pendidikan bagi kaum perempuan di Priangan.

 

Bagi Garut, Lasminingrat bukan sekadar nama jalan atau catatan sejarah. Ia adalah simbol bahwa dari tanah ini lahir keberanian untuk membuka pintu ilmu bagi generasi perempuan.

 

2. Haji Hasan Mustapa, Pujangga dari Lereng Cikajang

Dari kawasan Cikajang yang dingin dan religius, lahir Haji Hasan Mustapa, ulama sekaligus pujangga besar Sunda. Karya-karya dangding dan guguritannya masih hidup hingga hari ini, menjadi jembatan antara tasawuf Islam, budaya Sunda, dan kearifan hidup masyarakat pegunungan.

 

Nama Hasan Mustapa selalu mengingatkan bahwa Garut bukan hanya kaya panorama, tetapi juga kaya renungan dan pemikiran mendalam.

 

3. Elfa Secioria, Nada Garut yang Mendunia

Tak banyak yang menyadari, salah satu maestro musik Indonesia juga lahir dari Garut: Elfa Secioria. Dari kota yang tenang ini, ia membawa harmoni menuju panggung nasional, melahirkan banyak penyanyi besar lewat tangan dinginnya. Namanya identik dengan kualitas, disiplin, dan musikalitas kelas tinggi.

Garut boleh jauh dari gemerlap ibu kota, tetapi melalui Elfa, nada dari tanah Pasundan ini pernah bergema hingga level internasional.

4. Teten Masduki, Aktivis dari Limbangan yang Menjadi Tokoh Nasional

Dari wilayah Limbangan, Garut, lahir sosok Teten Masduki, yang dikenal luas sebagai aktivis antikorupsi dan tokoh pemberdayaan ekonomi rakyat. Perjalanannya dari aktivis mahasiswa hingga masuk lingkar pemerintahan nasional menunjukkan bahwa idealisme anak daerah bisa tumbuh besar dan memberi dampak nyata bagi Indonesia.

 

Kisah Teten menjadi pengingat bahwa Garut selalu punya putra-putri yang berani membawa suara rakyat ke pusat kekuasaan.

5. Epy Kusnandar, Wajah Sederhana Garut di Layar Nasional

Dari dunia seni peran, ada Epy Kusnandar, aktor yang dikenal lewat karakter-karakter kuat, sederhana, dan membumi. Sosoknya terasa dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari, seperti potret orang kampung yang jujur, ceplas-ceplos, tetapi penuh makna.

 

Kehadirannya di layar kaca seolah membawa nuansa khas Garut: hangat, apa adanya, dan selalu punya cerita.

 

Garut memang bukan sekadar kota wisata. Di balik kabut pegunungan dan ramainya pasar tradisional, kota ini menyimpan jejak tokoh-tokoh besar yang menginspirasi lintas generasi. Mereka adalah bukti bahwa dari tanah yang tenang, lahir pemikiran, karya, dan pengabdian yang menggema hingga tingkat nasional.

 

 

Komentar
  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Sumber: AI

Rekomendasi

  • Turunnya Kelas Menengah dan Ancaman Krisis

    Turunnya Kelas Menengah dan Ancaman Krisis

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sebelum pandemi Covid-19, kelas menengah Indonesia adalah mesin konsumsi dan penopang stabilitas ekonomi. Pada 2019, jumlahnya sekitar 57 juta orang. Namun krisis pandemi menghantam keras. Pada 2024 jumlah itu menyusut menjadi 47 juta, dan pada 2026 turun lagi menjadi sekitar 46 juta. Artinya, dalam beberapa tahun saja, sekitar 11 juta orang terlempar dari […]

  • Saatnya Bangun Generasi Muda Berprestasi dan Berjiwa Nasionalis

    Saatnya Bangun Generasi Muda Berprestasi dan Berjiwa Nasionalis

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Direktur Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Ditjen Polpum) Kementerian Dalam Negeri RI, Sri Handoko Taruna, membuka secara resmi kegiatan Seminar Nasionalisme Goes to School Tahun 2026, yang bertempat di Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Rabu (28/1/2026). Kegiatan strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Ditjen Polpum […]

  • Burayot dari Lélés Garut

    Burayot dari Lélés Garut

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle T. Bachtiar, Penulis dan Geolog
    • 0Komentar

      TIGARUT.COMM — MENYEBUT nama geografi Lélés di Kabupaten Garut, Jawa Barat, seolah identik dengan penganan manis khas Lélés, yaitu burayot. Disebut burayot karena bentuknya menyerupai kantung elastis sebesar buah sawo yang menggantung berat. Camilan ini bentuknya ngaburayot. Dibuat dari tepung beras dan gula merah/kawung. Camilan khas dari Kampung Kaum, Lèlès ini pada mulanya dirintis […]

  • Bersama Komunitas Ngejah, Saatnya Bangun Literasi dari Kampung Sendiri

    Bersama Komunitas Ngejah, Saatnya Bangun Literasi dari Kampung Sendiri

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — PENDIRI Komunitas Ngejah Nero Taopik Abdillah mengajar anak-anak di desa Mekartani, Singajaya, Garut, Jumat 3 Februari 2017 lalu. Opik bersama sukarelawan lainnya membangun kampung literasi dengan membuat perpustakaan keliling.* Kali ini kami sampaikan cerita tentang Opik, pendiri Komunitas Ngejah di Garut. “Tahun 2010, Garut menjadi satu dari dua daerah tertinggal di Jawa Barat. […]

  • Ironi Pun Boncel

    Ironi Pun Boncel

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Ahmad Gibson al-Bustomi, Dosen Filsafat dan Teologi
    • 0Komentar

    PANAS TIRIS BASEUH TUHUR, NGEUNAH TEU NGEUNAH NU AING, NU KASORANG ULAH NYEMAH, BISI PAJAR DIPILAIN, HIJI BARANG DUA NGARAN, BONGAN DUA NU NGALANDI. (K.H. Hasan Mustapa) Dulu, ceritera epik Pun Boncel bukan merupakan cerita asing. Entah sekarang. Anak desa yang meninggalkan kampung halaman dan ibunya, menjadi pengembala kuda dan akhirnya menjadi seorang bangsawan. Ketika […]

  • Ilmu, Adab, dan Arah

    Ilmu, Adab, dan Arah

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pernah mendengar satu cerita tentang sebuah sekolah Islam yang membuatku diam sejenak… bukan karena kurikulumnya canggih, tapi karena sesuatu yang sering kita anggap “sepele”: adab kepada guru.   Katanya, di sekolah itu, sebelum belajar dimulai, siswa tidak langsung buka buku. Mereka berdiri, merapikan posisi duduk, lalu menundukkan kepala sejenak. Bukan ritual kosong—tapi cara […]

expand_less