Breaking News
dark_mode

Lima Sila sebagai Lima Luka

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Saudaraku, Pancasila tidak terancam oleh mereka yang membencinya. Ia lebih terluka oleh mereka yang mengaku paling mencintainya.

 

Setiap 1 Juni, kita mengenang kelahirannya. Namun jarang memeriksa nasibnya.

 

Pancasila terpajang di dinding; korupsi berakar dalam sistem. Pancasila dibacakan dalam upacara; keadilan mengantre di pintu kuasa. Pancasila menjadi slogan pidato; rakyat kerap hanya pelengkap penderita.

 

Di atas mimbar, persatuan dielukan. Di lapangan, perpecahan dipanen sebagai modal politik. Di sekolah, anak-anak diajari bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Dalam praktik, rakyat sering dicari hanya ketika suaranya dibutuhkan.

 

Kita tidak kekurangan orang yang berbicara Pancasila. Yang langka adalah mereka yang rela kehilangan privilese demi menjalankannya. Sebab cinta kepada Pancasila tidak diukur dari kerasnya suara, melainkan dari keberanian menghidupkannya.

 

Maka pada Hari Lahir Pancasila, pertanyaan pentingnya bukan: “Apakah rakyat masih percaya kepada Pancasila?” Melainkan: “Apakah para pemegang kuasa masih takut mengkhianatinya?”

 

Krisis terbesar bangsa bukan ketika rakyat kehilangan hafalan, melainkan ketika elite kehilangan rasa malu: ketika jabatan dianggap warisan, hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas, kritik diperlakukan sebagai ancaman, dan kekuasaan lebih sibuk menjaga diri daripada melayani negeri.

 

Saat itulah Pancasila berubah dari kompas menjadi dekorasi.

 

Yang dibutuhkan bukan lebih banyak seremoni, baliho, atau pidato, melainkan keteladanan: hukum yang tak memilih nama, jabatan yang tak melayani keluarga, kekuasaan yang mau dikoreksi, dan pemimpin yang lebih suka mendengar daripada haus pujian.

 

Pancasila tidak meminta Indonesia menjadi sempurna. Ia hanya meminta bangsa ini terus mendekati cita-citanya: ketuhanan yang melampaui simbol, kemanusiaan yang melampaui belas kasihan, persatuan tanpa pembungkaman, demokrasi yang lebih dari prosedur, dan keadilan yang bukan hak istimewa.

 

Bangsa jarang runtuh karena kekurangan semboyan. Ia retak ketika nilai dipuja dalam pidato, diabaikan dalam praktek.

 

Dan Pancasila, barangkali, tidak sedang meminta diperingati. Ia sedang menunggu dijalankan.

Komentar
  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Rekomendasi

  • Efek MBG Makin Dahsyat, Siswa SMK Pun Berani Kritik Presiden

    Efek MBG Makin Dahsyat, Siswa SMK Pun Berani Kritik Presiden

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di sebuah semesta alternatif bernama Republik Kenyang Raya, ada satu hukum alam yang baru saja ditemukan para ilmuwan dari cabang Fisika Teoritis cabang warteg. Semakin sering anak sekolah makan gratis, semakin tinggi level roasting-nya. Hukum ini mulai menyaingi Hukum Newton. Bedanya, kalau Newton jatuhnya apel, kalau ini jatuhnya wibawa pejabat.   Fenomena ini disebut […]

  • Burayot dari Lélés Garut

    Burayot dari Lélés Garut

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle T. Bachtiar, Penulis dan Geolog
    • 0Komentar

      TIGARUT.COMM — MENYEBUT nama geografi Lélés di Kabupaten Garut, Jawa Barat, seolah identik dengan penganan manis khas Lélés, yaitu burayot. Disebut burayot karena bentuknya menyerupai kantung elastis sebesar buah sawo yang menggantung berat. Camilan ini bentuknya ngaburayot. Dibuat dari tepung beras dan gula merah/kawung. Camilan khas dari Kampung Kaum, Lèlès ini pada mulanya dirintis […]

  • Garut Sabet Penghargaan dari Bea Cukai Tasikmalaya

    Garut Sabet Penghargaan dari Bea Cukai Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut memimpin apel gabungan yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (2/2/2026). Dalam kegiatan ini, dilakukan Pemberian Penghargaan Kategori Baik Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Type C. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Tasikmalaya, […]

  • Menjejaki Heritage Muhammadiyah di Garut

    Menjejaki Heritage Muhammadiyah di Garut

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle SOPAAT R SELAMET
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di sebuah sudut kota Garut, berdiri sebuah bangunan sederhana yang dikelilingi pepohonan rindang. Dari luar, bangunan itu tampak seperti rumah biasa, namun sesungguhnya ia menyimpan sejarah panjang: di sinilah Muhammadiyah pertama kali menancapkan pengaruhnya di Priangan Timur. Garut, yang dikenal dengan julukan “Swiss van Java”, menjadi salah satu saksi awal bagaimana gagasan pembaruan […]

  • Pelantikan MUI Garut 2025-2030, Jadikan Awal Baru dan Semangat Pengembang Amanah

    Pelantikan MUI Garut 2025-2030, Jadikan Awal Baru dan Semangat Pengembang Amanah

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, Aang Abdullah Zein, Melantik dan Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut Masa Khidmat 2025-2030, yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini di hadiri juga oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Forkopimda, Anggota DPRD Kabupaten Garut, […]

  • 5 SMA Terbaik di Garut 2025, Rekomendasi Sekolah Favorit dengan Prestasi Unggulan

    5 SMA Terbaik di Garut 2025, Rekomendasi Sekolah Favorit dengan Prestasi Unggulan

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Mencari SMA terbaik di Garut menjadi hal penting bagi orang tua dan calon peserta didik menjelang penerimaan peserta didik baru (PPDB). Kabupaten Garut memiliki sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) unggulan yang dikenal berprestasi, berkualitas, dan konsisten melahirkan lulusan berdaya saing tinggi.   Berdasarkan reputasi akademik, prestasi siswa, serta minat masyarakat, berikut 5 SMA […]

expand_less