Breaking News

Lima Sila sebagai Lima Luka

  • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
  • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
  • visibility 179
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Saudaraku, Pancasila tidak terancam oleh mereka yang membencinya. Ia lebih terluka oleh mereka yang mengaku paling mencintainya.

 

Setiap 1 Juni, kita mengenang kelahirannya. Namun jarang memeriksa nasibnya.

 

Pancasila terpajang di dinding; korupsi berakar dalam sistem. Pancasila dibacakan dalam upacara; keadilan mengantre di pintu kuasa. Pancasila menjadi slogan pidato; rakyat kerap hanya pelengkap penderita.

 

Di atas mimbar, persatuan dielukan. Di lapangan, perpecahan dipanen sebagai modal politik. Di sekolah, anak-anak diajari bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat. Dalam praktik, rakyat sering dicari hanya ketika suaranya dibutuhkan.

 

Kita tidak kekurangan orang yang berbicara Pancasila. Yang langka adalah mereka yang rela kehilangan privilese demi menjalankannya. Sebab cinta kepada Pancasila tidak diukur dari kerasnya suara, melainkan dari keberanian menghidupkannya.

 

Maka pada Hari Lahir Pancasila, pertanyaan pentingnya bukan: “Apakah rakyat masih percaya kepada Pancasila?” Melainkan: “Apakah para pemegang kuasa masih takut mengkhianatinya?”

 

Krisis terbesar bangsa bukan ketika rakyat kehilangan hafalan, melainkan ketika elite kehilangan rasa malu: ketika jabatan dianggap warisan, hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas, kritik diperlakukan sebagai ancaman, dan kekuasaan lebih sibuk menjaga diri daripada melayani negeri.

 

Saat itulah Pancasila berubah dari kompas menjadi dekorasi.

 

Yang dibutuhkan bukan lebih banyak seremoni, baliho, atau pidato, melainkan keteladanan: hukum yang tak memilih nama, jabatan yang tak melayani keluarga, kekuasaan yang mau dikoreksi, dan pemimpin yang lebih suka mendengar daripada haus pujian.

 

Pancasila tidak meminta Indonesia menjadi sempurna. Ia hanya meminta bangsa ini terus mendekati cita-citanya: ketuhanan yang melampaui simbol, kemanusiaan yang melampaui belas kasihan, persatuan tanpa pembungkaman, demokrasi yang lebih dari prosedur, dan keadilan yang bukan hak istimewa.

 

Bangsa jarang runtuh karena kekurangan semboyan. Ia retak ketika nilai dipuja dalam pidato, diabaikan dalam praktek.

 

Dan Pancasila, barangkali, tidak sedang meminta diperingati. Ia sedang menunggu dijalankan.

  • Penulis: Yudi Latif, Direktur Reform Institute

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • 5 Kaulinan Barudak di Tatar Sunda yang Sebentar Lagi Punah!

    5 Kaulinan Barudak di Tatar Sunda yang Sebentar Lagi Punah!

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 338
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Suku Sunda memiliki beragam permainan tradisional unik yang dikenal dengan sebutan kaulinan barudak. Berikut di bawah ini adalah 5 permainan tradisional Sunda yang populer:  1. Cingciripit Permainan ini biasanya dilakukan untuk menentukan siapa yang menjadi “kucing” atau penjaga dalam permainan selanjutnya. Cara mainnya, para pemain melingkar dan meletakkan satu jari telunjuk di telapak […]

  • 5 Makam Keramat di Garut, Jejak Wali dan Sejarah Islam

    5 Makam Keramat di Garut, Jejak Wali dan Sejarah Islam

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 52
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut tidak hanya memiliki pesona alam, kuliner, dan budaya yang beragam. Di balik itu, Garut juga menyimpan jejak sejarah Islam yang kuat melalui sejumlah makam tokoh yang hingga kini menjadi tujuan ziarah masyarakat. Makam-makam tersebut bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir. Di dalamnya tersimpan cerita tentang tokoh agama, penyebaran Islam, tradisi masyarakat, serta perjalanan […]

  • Nah Ini Dia! 3 Oleh-oleh Produk Ekonomi Kreatif Garut Favorit

    Nah Ini Dia! 3 Oleh-oleh Produk Ekonomi Kreatif Garut Favorit

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 318
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut merupakan salah satu destinasi populer di Jawa Barat yang selalu dipenuhi wisatawan, pasalnya, Garut memang menawarkan ragam pilihan destinasi wisata. Panorama perbukitan yang indah, budaya yang kental, hingga sektor ekonomi kreatif yang mengagumkan, menjadi daya tarik utama kota yang dijuluki juga Swiss van Java ini. Kepopuleran Garut tentunya dipengaruhi juga oleh aksesnya yang […]

  • Ternyata Setengah Asia Terang Berkat Batu Bara Kita, Anehnya Muncul Pemadaman Bergilir

    Ternyata Setengah Asia Terang Berkat Batu Bara Kita, Anehnya Muncul Pemadaman Bergilir

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 114
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saya ingin melanjutkan tulisan berjudul “Gawat, PLN Akan Melakukan Pemadaman Bergilir.” Soalnya, banyak netizen dari Pulau Jawa melaporkan pemadangan listrik bergilir sudah dirasakan. Saya kira baru “akan” ternyata sudah berlangsung. Mari kita ungkap lebih dalam persoalan krisis energi listrik ini sambil seruput Koptagul, wak!   Kalau ada penghargaan Nobel untuk kategori paradoks paling spektakuler […]

  • 5 Rekomendasi Masjid untuk Shalat Tarawih di Garut

    5 Rekomendasi Masjid untuk Shalat Tarawih di Garut

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 376
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di Garut, ada banyak masjid yang menjadi pilihan masyarakat untuk melaksanakan shalat tarawih saat Ramadan. Berikut lima masjid yang bisa kamu kunjungi:   1. Masjid Agung Garut – Berada di pusat kota dan menjadi salah satu lokasi utama tarawih dengan jamaah yang biasanya sangat ramai. 2. Masjid Wakaf Garut – Masjid yang cukup […]

  • Demi Keadilan Karier PNS, Bupati Garut Dorong Manajemen Talenta BKN

    Demi Keadilan Karier PNS, Bupati Garut Dorong Manajemen Talenta BKN

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Senin (8/6/2026). Dalam arahannya, Bupati menyoroti pentingnya reformasi total dalam sistem kenaikan pangkat dan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut. Bupati mengungkapkan bahwa dengan jumlah aparatur yang mencapai lebih […]

expand_less