Breaking News

Lapangan Golf Ngamplang Dibangun Belanda Tahun 1912, Jadi Tempat Healing Penuh Sejarah

  • account_circle Redaksi Web
  • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
  • visibility 343
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Pesona Lapangan Golf Ngamplang menjadi tempat berolahraga dan wisata keluarga favorit di Kabupaten Garut. Tak hanya untuk bermain golf, sebagian lapangan di sini dibuka untuk umum dan dijadikan sebagai tempat wisata.

Saat berwisata di sini, pengunjung tidak perlu lagi khawatir terkena lemparan bola golf yang keras, karena lapangan tempat bermain golf dan lapangan yang dibuka untuk umum terpisah dan memiliki jarak yang cukup jauh. Menjadi salah satu spot wisata favorit keluarga, siapa sangka jika Lapangan Golf Flamboyan Ngamplang memiliki sejarah yang sangat menarik.

Dibangun oleh Belanda pada tahun 1912, Lapangan Golf Flamboyan Ngamplang masih terawat dan terjaga keasliannya. Pada zaman kolonial, lapangan ini dijadikan sebagai pusat rekreasi bagi para petinggi Pemerintahan Belanda.

Namun sebelum menjadi tempat rekreasi para meneer Belanda, rupanya lapangan ini terlebih dahulu digunakan sebagai kompleks rekreasi dan pemulihan bagi orang yang mengidap penyakit paru.

Sejarawan asal Garut, Warjita mengatakan mulanya tempat tersebut dibangun oleh seorang dokter asal Belanda bernama dokter Denis Gerard Mulder dan pada tahun 1913 sebuah sanatorium dibuka dengan nama Sanatorium Garoet.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1920 saat Dokter Mulder diangkat menjadi dokter pemerintahan di Bandung, tempat ini kemudian dijual pada perusahaan perhotelan Belanda dan beralih fungsi dan menjadi hotel untuk peristirahatan bagi para meneer.

Sejak saat itu kawasan Ngamplang menjadi tempat wisata yang terkenal akan keindahan alamnya.

Bahkan artis-artis dunia pernah singgah ke tempat ini, salah satunya adalah Charlie Chaplin yang disebut pernah menginap di Grand Hotel Ngamplang. Bahkan julukan Swiss Van Java yang melekat pada Kabupaten Garut dipercaya masyarakat berasal dari perkataan sang artis yang berkunjung pada tahun 1928 lalu.

Kini Lapangan Golf Flamboyan Ngamplang tak hanya menjadi tempat wisata kaum elit yang ingin bermain golf saja, namun juga menjadi tempat piknik bagi warga Garut lainnya. Setiap akhir pekan tiba, di luar lapangan ini akan dikerumuni oleh warga Garut yang menggelar piknik hingga botram (makan bersama).

Selain itu kawasan yang kini dikelola oleh Korem 062/Tarumanagara ini juga kerap dijadikan sebagai tempat berfoto hingga lokasi prewedding bagi calon pengantin. Untuk masuk ke area lapangan golf, masyarakat akan diminta biaya tiket masuk sebesar Rp30.000, dan uang tambahan bagi mereka yang akan melakukan sesi foto prewedding atau kebutuhan komersial lainnya.

Namun bagi masyarakat yang tidak masuk ke lapangan, mereka hanya akan dikenakan biaya parkir saja yang dipatok Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.

Lapangan Golf Flamboyan Ngamplang berlokasi di Jalan Raya Garut – Tasikmalaya, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut atau sekitar 3 kilometer dari pusat kota dengan estimasi waktu sekitar 10 menit.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • 5 Cara Halal Bihalal di Garut yang Aman dan Nyaman

    5 Cara Halal Bihalal di Garut yang Aman dan Nyaman

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Menjaga Hati, Menata Langkah TIGARUT.COM — Pagi di Garut selepas Idulfitri selalu datang dengan rasa yang berbeda. Kabut tipis turun dari lereng gunung, udara membawa harum tanah basah, sementara jalan-jalan kampung mulai hidup oleh langkah orang-orang yang datang membawa senyum, maaf, dan kerinduan. Halal bihalal di tanah Priangan bukan sekadar tradisi saling berjabat tangan, melainkan perjalanan […]

  • Nuzulul Qur’an di Garut

    Nuzulul Qur’an di Garut

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Momentum Memperkuat Iman dan Kebersamaan Umat TIGARUT.COM — Peringatan Nuzulul Qur’an menjadi salah satu momen penting bagi umat Islam di berbagai daerah, termasuk di Garut. Setiap memasuki pertengahan bulan suci Ramadan, masyarakat Garut memaknai peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW sebagai waktu untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat kebersamaan. Di berbagai masjid dan musala, peringatan Nuzulul […]

  • Takzim pada Kyai

    Takzim pada Kyai

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 139
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saya takzim pada Pak Kyai ini. Self-awareness, tahu diri, meneduhkan dan memanusiawikan diri. Fokusnya ke diri. Begitu pun semestinya dengan semua ormas Islam. Banyak dari kita suka sok-sok an, ingin memperbaiki ini itu, padahal mungkin kebanyakan kita hanya menitipkan diri untuk hidup didalamnya dan justru kitalah yang diuntungkan oleh organisasi itu. Kalau semua […]

  • 5 Tips Aman Melintasi Wilayah Rawan Longsor di Garut Selatan

    5 Tips Aman Melintasi Wilayah Rawan Longsor di Garut Selatan

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 166
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Melintasi kawasan Garut Selatan bukan sekadar perjalanan biasa. Di balik keindahan alamnya, tersimpan potensi bencana yang perlu diwaspadai, terutama longsor saat musim hujan tiba. Bagi warga maupun pelancong, memahami langkah-langkah aman menjadi bekal penting agar perjalanan tetap nyaman dan selamat.   Dengan persiapan yang matang dan kewaspadaan tinggi, risiko bisa diminimalkan. Berikut lima tips […]

  • 5 Sekolah Tertua di Garut yang Wajib Diketahui

    5 Sekolah Tertua di Garut yang Wajib Diketahui

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 58
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut bukan hanya kaya akan wisata alam dan kuliner, tetapi juga memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan. Sejumlah sekolah di Kabupaten Garut telah berdiri sejak masa kolonial hingga awal kemerdekaan dan menjadi saksi perubahan zaman. Berikut 5 sekolah tua di Garut yang menarik untuk diketahui: 1. SMP Negeri 4 Garut — Berdiri sejak […]

  • 5 Konsekuensi Bila Jabar Berganti Nama Menjadi Tatar Sunda atau Pasundan

    5 Konsekuensi Bila Jabar Berganti Nama Menjadi Tatar Sunda atau Pasundan

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 108
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sebagai warisan dan identitas budaya, orang Sunda pasti suka kesundaan disebutkan sebagai nama propinsi ketimbang “Jawa Barat” sebagai warisan administrasi kolonial. Saya saja suka walaupun bukan Sunda pituin alias blasteran Sunda-Makasaar, apalagi yang Sunda asli.   Tapi, mengganti nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda atau Provinsi Pasundan memiliki konsekuensi yang luas, bukan […]

expand_less