Breaking News

Bimbingan Karirnya Ada, tapi Saat SPMB…

  • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 188
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Dulu waktu masih kuliah sama orang-orang ini kita punya kegiatan bantuin anak-anak di daerah biar punya motivasi kuliah kayak kita-kita, udah lulus jadi guru BK di SMA pun sama, akhir semester itu rasanya luar biasa sibuk.

Aku dan rekan-rekan guru BK benar-benar terlibat penuh dalam proses siswa menuju masa depannya.

 

Mulai dari bimbingan karir, pegang aplikasi PDSS, bantu siswa memenuhi syarat satu per satu, mengatur sosialisasi kampus, mendampingi alumni yang datang berbagi pengalaman, sampai ikut menghadiri sosialisasi perguruan tinggi.

 

Capek, iya.

Tapi saat itu ada rasa bangga karena merasa benar-benar menjadi bagian penting dari perjalanan siswa menuju langkah berikutnya.

 

Lalu setelah pindah ke SMP, aku sadar situasinya berbeda.

Bimbingan karir tetap ada.

Layanannya tetap jalan seperti biasa.

Siswa tetap diarahkan, dikenalkan pada potensi diri, bahkan dibantu memahami pilihan pendidikan lanjutannya.

 

Tapi ada satu bagian yang sampai sekarang masih sering membuatku struggle.

 

Ketika sudah masuk tahap final SPMB atau proses lanjutan yang sifatnya teknis dan administratif, guru BK di tempatku justru tidak terlalu dilibatkan.

Bukan karena tidak mau dilibatkan.

Bukan juga karena layanan BK dianggap tidak penting.

 

Tapi lebih karena budaya dan kebiasaan sekolah yang dari dulu memang sudah berjalan seperti itu.

Biasanya sudah ada pihak tertentu yang terbiasa mengurus bagian tersebut, jadi alurnya terus berjalan mengikuti kebiasaan lama.

 

Dan jujur… kadang ada perasaan campur aduk.

 

Di satu sisi, pekerjaan jadi terasa lebih ringan.

Tidak terlalu disibukkan dengan urusan teknis final seperti yang dulu pernah aku jalani di SMA.

 

Tapi di sisi lain, sebagai guru BK rasanya ada bagian profesi yang ingin sekali ikut terlibat sampai akhir proses.

Karena dulu aku pernah merasakan bagaimana guru BK bisa menjadi penghubung besar antara siswa dan masa depannya.

 

Mungkin karena pengalaman itulah, sampai sekarang aku masih punya mimpi bahwa guru BK bisa lebih dilibatkan dalam proses akhir perjalanan karir siswa, bukan hanya di tahap pembimbingannya saja.

 

Namun semakin lama aku juga mulai sadar…

mengubah budaya kerja yang sudah terbentuk bertahun-tahun itu tidak mudah.

Apalagi ketika sistemnya sebenarnya sudah berjalan baik.

 

Akhirnya aku belajar memahami bahwa peran guru BK tidak selalu harus terlihat di garis paling depan untuk tetap menjadi berarti.

 

Karena meskipun tidak memegang proses final SPMB, bukan berarti peran bimbingan karir hilang.

Justru proses pentingnya sering terjadi jauh sebelum tahap akhir itu dimulai.

 

Saat siswa mulai bingung menentukan pilihan.

Saat mereka ragu dengan kemampuannya.

Saat mereka tidak percaya diri dengan masa depannya.

Di situlah guru BK sebenarnya bekerja.

 

Dan mungkin sekarang aku mulai belajar…

bahwa tidak semua kontribusi harus terlihat besar di akhir proses.

Kadang tugas kita adalah memastikan siswa sudah cukup siap sebelum sampai ke tahap itu.

 

Bimbingan karir di sekolah sebenarnya bukan hanya soal membantu proses administrasi masuk sekolah atau perguruan tinggi.

Lebih dari itu, bimbingan karir adalah proses panjang membantu siswa mengenal dirinya dan merancang masa depannya.

 

Walaupun pada beberapa sekolah guru BK tidak terlibat langsung dalam tahap final SPMB, guru BK tetap memiliki peran penting seperti:

 

– membantu siswa mengenali minat dan bakatnya,

– mendampingi siswa menentukan pilihan pendidikan sesuai potensi,

– membangun kepercayaan diri siswa terhadap masa depannya,

– membantu siswa memahami arah tujuan hidup dan karirnya,

– serta menjadi tempat siswa berdiskusi ketika merasa bingung menentukan langkah.

 

Karena pada akhirnya, karir bukan hanya tentang “diterima di mana”,

tetapi tentang bagaimana seorang anak memahami dirinya dan berani melangkah menuju masa depannya.

 

Sharing dong disekolah teman-teman gimana ?

  • Penulis: Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Perkuat Ekosistem UMKM yang Tangguh dan Fleksibel ala Wirahebat Batch 4

    Perkuat Ekosistem UMKM yang Tangguh dan Fleksibel ala Wirahebat Batch 4

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 96
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri kegiatan Inaugurasi Program Wirahebat Batch 4 Tahun 2026 yang digelar di Amphitheater Ciplaz Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Senin (22/6/2026). Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pondasi ekonomi lokal melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam sambutannya, Bupati Garut menerangkan bahwa […]

  • Muhammadiyah Menyatakan, Program MBG Lebih Banyak Mudharat

    Muhammadiyah Menyatakan, Program MBG Lebih Banyak Mudharat

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 82
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saya kaget, saat Muhammadiyah menyatakan, program MBG itu lebih banyak mudharatnya. Kalau ingat gerombolan Haji Dadan cs, ada benarnya. Berani kali ormas besar Islam ini ya. Tak takut kah sama Prabowo? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Publik tahu MBG, program kebanggaan Prabowo. Program yang dipromosikan seperti ramuan sakti campuran jamu, serum Avengers, […]

  • Semua Akan Mati, Termasuk Kalian

    Semua Akan Mati, Termasuk Kalian

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 143
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pagi tadi saya seperti manusia yang sedang ditarik dua dunia. Dunia orang hidup yang masih sibuk menghitung jam keberangkatan, dan dunia kematian yang tak pernah peduli jadwal manusia. Saya ingin pulang kampung pukul 07.00 WIB. Ingin cepat. Ingin sekali ikut memandikan abang kandung saya, Iskar Dinata. Ingin ikut menyolatkan. Ingin ikut menguburkan. Tapi manusia […]

  • 5 SDIT Terbaik di Garut

    5 SDIT Terbaik di Garut

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 714
    • 0Komentar

    Referensi Orang Tua dalam Memilih Sekolah Dasar Islami   TIGARUT.COM – Minat masyarakat Kabupaten Garut terhadap pendidikan berbasis Islam Terpadu (IT) terus meningkat. Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) dinilai mampu mengintegrasikan pendidikan akademik dengan pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman sejak dini.   Berikut ini adalah 5 SDIT terbaik di Garut yang banyak menjadi rujukan orang […]

  • Gara-gara MBG, 13 Pondok Pesantren Kena Tipu

    Gara-gara MBG, 13 Pondok Pesantren Kena Tipu

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 132
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Baru juga kita bahas tiga WNI menipu di Tanah Suci, eh sekarang muncul episode baru, lebih lokal tapi efeknya global ke dompet. Ada 13 kiai dari 13 pondok pesantren di Jawa Barat kena tipu gara-gara program MBG. Ini bukan sekadar lanjutan cerita, ini sudah masuk season dua, Penipuan Naik Kelas.   Kalau ada yang […]

  • Inilah Mitos Kejantanan Pria dan Sejarah Situ Sarkanjut

    Inilah Mitos Kejantanan Pria dan Sejarah Situ Sarkanjut

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 288
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sebuah situ atau danau bernama Sarkanjut terkenal di Kabupaten Garut. Situ Sarkanjut kerap dikaitkan dengan mitos soal kejantanan pria. Situ Sarkanjut terletak di Kampung Sarkanjut, Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut. Lokasinya, berada sekitar 20 kilometer di arah Utara perkotaan Garut. Situ Sarkanjut, memang tak biasa. Namanya, tak lazim didengar dan terkesan jorok. […]

expand_less