Breaking News

Malam Jumat Kita Bahas Hamil di Luar Nikah

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 123
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Kita ketemu lagi dengan malam Jumat. Kelambunya jangan dipasang dulu. Inilah malam punya banyak nama panggilan. Ada menyebut malam penuh berkah. Ada yang menyebut malam sunnah Rasul. Saatnya membaca Surah Alkahfi. Ada juga menyebut malam ketika diplomasi tingkat tinggi antara dua pihak yang telah memiliki stempel halal biasanya meningkat tajam.

Bahasa kerennya hubungan bilateral. Bahasa ekonominya investasi jangka panjang. Bahasa biologinya… ya sudahlah, kita semua sudah cukup umur. Siapkan kopi, siapkan Koptagul, simak narasinya, wak.

Pokoknya kalau sudah malam Jumat, sebagian pasangan suami istri biasanya mendadak romantis seperti politisi menjelang pemilu. Perhatian meningkat. Komunikasi lancar. Janji manis keluar semua. Bedanya, kalau politik menghasilkan baliho. Kalau hubungan bilateral sukses bisa menghasilkan dedek.

Nah, karena ini malam Jumat, kita bahas topik yang masih ada hubungannya dengan urusan bilateral tadi, yaitu fenomena hamil di luar nikah. Tenang. Kita bahas santai. Tidak perlu tegang atas bawah. Cukup kendalikan ketegangannya.

Soalnya angka kehamilan remaja di Indonesia memang bukan cerita receh. Ini bukan lagi sekadar gosip tetangga. Ini sudah masuk kategori fenomena nasional.

Data menunjukkan angka kehamilan remaja usia 15-19 tahun mencapai 48 per 1.000 perempuan. Sekitar 20 persen dari seluruh kehamilan terjadi pada kelompok remaja.

Kalau diterjemahkan ke bahasa warung kopi, ketika pemerintah sedang sibuk merancang Generasi Emas 2045, sebagian anak muda ternyata sudah membuka pabrik Generasi 2065 tanpa izin operasional.

Di Kalbar, kampung halaman saya ini wak, terdapat 24,4 persen kehamilan yang tergolong tidak diinginkan. Kabupaten Sintang mencatat proporsi kehamilan remaja tertinggi sebesar 9,85 persen. Kapuas Hulu sepanjang 2025 mencatat 31 anak di bawah umur mengajukan dispensasi nikah.

Artinya ada remaja belum hafal cara mengurus BPJS, tetapi sudah harus menghitung biaya persalinan. Ada masih bingung membedakan obligasi dan organisasi, tetapi sudah harus memikirkan harga susu formula.

Masuk ke Jawa Barat, wilayah kekuasaan KDM, ceritanya lebih ramai lagi. Pada 2019 terdapat 21.499 remaja usia 16-19 tahun yang menikah. Dari jumlah itu, 56,92 persen pernah hamil dan 26,87 persen sedang hamil.

Di Indramayu sampai Januari 2023 terdapat 572 pelajar mengajukan dispensasi nikah karena hamil di luar nikah. Memang turun dibanding 721 kasus pada 2020 dan 625 kasus pada 2021. Tetapi kalau angka segitu dianggap kabar menggembirakan, itu seperti melihat kapal bocor lalu berkata, “Alhamdulillah, yang tenggelam baru ruang tamunya.”

Jawa Tengah juga tidak mau kalah. Kabupaten Semarang mencatat 158 pengajuan dispensasi kawin pada 2024. Sebanyak 98 kasus atau 62 persen karena hamil duluan. Jepara mencatat rata-rata 49 pengajuan per bulan. Hampir dua kasus setiap hari.

Kalau begini terus, petugas pengadilan agama bisa membuka layanan baru bernama “Paket Kilat Menuju Pelaminan Sebelum Bayi Datang.”

Sementara Jawa Timur tampil seperti juara bertahan Liga Champions Dispensasi Nikah Nasional. Mohon izin Bu Khofifah. Tahun 2022 terdapat 15.212 kasus dispensasi nikah. Yang membuat kalkulator berkeringat dingin, sekitar 80 persen atau 12.170 kasus dipicu kehamilan di luar nikah.

Jember mencatat 1.388 kasus. Malang mencatat 547 permohonan hingga September 2025. Kalau dispensasi nikah dijadikan cabang olahraga SEA Games, Jawa Timur mungkin sudah minta tambahan lemari medali.

Lalu apa penyebabnya? Kalau kata netizen, karena cinta. Kalau kata hormon, karena kesempatan. Kalau kata peneliti, ceritanya lebih panjang dari sinetron yang tidak tamat-tamat.

Ada kurangnya pendidikan reproduksi. Pengawasan keluarga lemahlah, pengaruh media sosial, suka akses pornografi. Macam-macam alasannya. Dijawab tante, “Ah dasar otak cabul aja.” Ups.

Masa remaja memang unik. Mesin biologis sudah menyala seperti pembangkit listrik tenaga nuklir. Tetapi rem logika kadang masih menggunakan teknologi kentang. Ibarat punya Ferrari dengan rem sepeda ontel.

Indonesia berada di peringkat kedua dunia dengan sekitar 765,40 juta kunjungan per bulan ke situs dewasa. Ayo ngaku wak. Jangan pura-pura kaget. Server situsnya mungkin sudah lebih hafal kebiasaan pengguna Indonesia dari petugas RT mengenal warganya.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pada Februari 2025 menyebut 50,3 persen anak Indonesia pernah mengakses konten seksual di internet. Yang lebih mencengangkan, data historis Kominfo pernah menyebut 97,2 persen siswa SMA diperkirakan pernah mengakses konten dewasa.

Situasinya kadang lucu sekaligus tragis. Pendidikan reproduksi dianggap tabu. Tetapi internet menggelar festival reproduksi internasional 24 jam sehari tanpa tiket masuk.

Di sekolah, guru takut menjelaskan terlalu detail. Di internet, algoritma menjelaskan terlalu detail, lengkap dengan trailer, episode spesial, dan rekomendasi tontonan berikutnya. Hafal anega gayanya ala kamasutra. Bahkan, kakek Sugiono pun mereka lebih hafal dari nama menteri. Akibatnya banyak remaja belajar hubungan biologis dari sumber yang kualitas akademiknya setara belajar fisika kuantum dari tukang ramal.

Yang menarik, Indonesia berbeda dengan Amerika dan Eropa. Di Prancis lebih dari 60 persen anak lahir di luar nikah. Di Amerika sekitar 40 persen. Mereka tetap menganggap kehamilan remaja sebagai masalah serius. Tetapi fokus mereka adalah kesehatan ibu, pendidikan, dan masa depan anak. Kalau ada siswi hamil, sekolah mencari cara agar ia tetap bisa belajar. Ada konseling, bantuan sosial, dan ada pendampingan.

Kalau di negeri kekuasaan Prabowo? Kadang yang lebih cepat bergerak justru tetangga. Karena di sini yang hamil satu orang. Yang malu satu keluarga. Yang panik satu RT. Yang membuat teori konspirasi satu kompleks. Yang membuat status WA sindiran bisa satu kecamatan.

Budaya kita memang unik. Kalau anak juara olimpiade, satu keluarga bangga. Kalau anak bikin masalah, satu keluarga ikut sidang moral. Maka muncullah solusi favorit bangsa, menikahkan secepat mungkin.

Kadang pasangan belum punya pekerjaan. Belum punya rumah. Belum punya tabungan. Belum punya penghasilan. Tetapi sudah punya jadwal akad. Ibarat pemain Mobile Legends yang baru level 3 tetapi langsung menantang bos terakhir.

Padahal menikah bukan tombol reset. Setelah pesta selesai, justru permainan baru dimulai. Kemarin masih minta uang jajan. Besok membeli susu bayi. Kemarin masih rebutan charger. Besok rebutan giliran begadang. Kemarin masih belajar hukum Newton. Besok belajar hukum kehidupan.

Karena itu, malam Jumat ini ada satu kesimpulan sederhana. Hubungan bilateral memang indah. Sunnah Rasul memang mulia. Tetapi semua ada waktunya, ada ilmunya, ada tanggung jawabnya.

Sebab burung merpati boleh terbang ke mana saja. Tetapi kalau terbang terlalu cepat sebelum memiliki peta, kompas, dan bekal perjalanan, jangan kaget kalau akhirnya mendarat darurat di kantor pengadilan agama. Percayalah wak, suara bayi jam dua pagi jauh lebih keras dari suara notifikasi Mobile Legends.

Foto AI hanya ilustrasi.

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Inilah Keindahan Curug Sanghyang Taraje di Balik Hutan Garut

    Inilah Keindahan Curug Sanghyang Taraje di Balik Hutan Garut

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 257
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut memang selalu menunjukkan pesona alamnya. Bentang alamnya unik, di utara terdiri dari pegunungan sedangkan selatan berhadapan dengan lautan. Gunung Papandayan dan berbagai pantainya yang menawan. Kota Dodol ini juga punya berbagai macam curug, salah satunya Curug Sanghyang Taraje. Curug yang berada di Kampung Kombongan, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Garut, Jawa Barat […]

  • Leuweung Sancang di Garut Dianggap Menakutkan? Ini Alasannya

    Leuweung Sancang di Garut Dianggap Menakutkan? Ini Alasannya

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Hakim Ghani
    • visibility 1.300
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sancang adalah sebuah nama yang bagi sebagian kalangan terasa sangat menakutkan untuk didengar. Di balik keindahan alamnya, Sancang menyimpan banyak misteri hingga terkesan angker dan menakutkan. Apa alasannya? Di antara beragam daerah yang ada di Kabupaten Garut, Sancang adalah salah satu yang paling menjadi sorotan. Letaknya yang jauh dari hingar-bingar perkotaan dan didominasi […]

  • 5 Alasan Pergi ke Pantai Taman Manalusu Garut, Hidden Gem di Selatan Garut yang Wajib Dikunjungi

    5 Alasan Pergi ke Pantai Taman Manalusu Garut, Hidden Gem di Selatan Garut yang Wajib Dikunjungi

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Garut Selatan menyimpan banyak destinasi wisata alam yang memikat. Selain Pantai Santolo, Sayang Heulang, dan Rancabuaya, ada satu tempat yang masih tergolong hidden gem, yakni Pantai Taman Manalusu di Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Pantai ini menawarkan hamparan pasir putih kecokelatan, gugusan karang yang eksotis, hingga suasana yang masih alami dan belum […]

  • Nah Ini Dia! 5 Tatarucingan Sunda Lucu Biar Tongkronganmu Makin Akrab

    Nah Ini Dia! 5 Tatarucingan Sunda Lucu Biar Tongkronganmu Makin Akrab

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 397
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Dalam budaya Sunda, berkumpul bersama teman atau keluarga rasanya kurang lengkap tanpa adanya tatarucingan (tebak-tebakan). Tradisi lisan ini bukan hanya sekadar hiburan, tapi juga cara ampuh untuk mencairkan suasana yang kaku atau mengisi waktu saat sedang ngaliwet dan ngopi santai. Jika Anda ingin menjadi “si paling lucu” di tongkrongan, berikut adalah 5 tatarucingan Sunda pilihan yang siap memancing […]

  • 5 Pesona Garut yang Wajib Dikunjungi, dari Alam hingga Kuliner Legendaris

    5 Pesona Garut yang Wajib Dikunjungi, dari Alam hingga Kuliner Legendaris

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 77
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Garut selalu memiliki alasan untuk membuat siapa pun ingin kembali berkunjung. Dijuluki sebagai Swiss van Java, kabupaten di selatan Jawa Barat ini menawarkan perpaduan pesona alam, kekayaan budaya, hingga kuliner khas yang telah melegenda. Tak heran jika Garut menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus merasakan hangatnya budaya […]

  • Liburan ke Kebun Teh Cisaruni? Jangan Lewatkan 5 Aktivitas Ini!

    Liburan ke Kebun Teh Cisaruni? Jangan Lewatkan 5 Aktivitas Ini!

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 58
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Kebun Teh Cisaruni di Kecamatan Cikajang menjadi salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan udara sejuk, panorama hijau, dan suasana tenang khas pegunungan Garut. Selain menikmati keindahan hamparan tanaman teh, pengunjung juga bisa mencoba berbagai aktivitas seru yang membuat liburan semakin berkesan. Berikut lima aktivitas yang sayang untuk dilewatkan saat berkunjung ke Kebun […]

expand_less