Breaking News

Nah Ini Dia! 6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • visibility 221
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Perayaan Tahun Baru Imlek kembali disambut meriah oleh masyarakat Tionghoa di berbagai daerah di Indonesia. Momentum pergantian tahun dalam kalender lunar ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarat makna budaya dan nilai kebersamaan. Berikut enam tradisi Imlek yang masih dilestarikan hingga kini.

1. Membersihkan dan Menghias Rumah

Menjelang Imlek, masyarakat biasanya melakukan tradisi bersih-bersih rumah. Kegiatan ini melambangkan pembuangan kesialan dan membuka jalan bagi keberuntungan di tahun yang baru. Setelah itu, rumah dihias dengan pernak-pernik bernuansa merah seperti lampion dan hiasan bertuliskan huruf keberuntungan.

2. Pertunjukan Barongsai dan Liong

Atraksi Tari Barongsai dan Tari Liong menjadi bagian yang paling dinantikan saat Imlek. Pertunjukan ini dipercaya membawa keberuntungan sekaligus mengusir energi negatif. Biasanya, barongsai tampil di pusat perbelanjaan, klenteng, hingga ruang publik.

3. Tradisi Angpao

Angpao atau amplop merah berisi uang diberikan oleh mereka yang telah menikah kepada anak-anak dan anggota keluarga yang belum menikah. Warna merah pada amplop melambangkan kebahagiaan, kemakmuran, dan keberuntungan.

4. Makan Malam Bersama Keluarga

Malam sebelum Imlek diisi dengan makan malam bersama keluarga besar. Tradisi ini menjadi simbol persatuan dan keharmonisan. Hidangan seperti ikan, kue keranjang, dan jeruk mandarin memiliki makna filosofis berupa harapan akan kelimpahan rezeki dan kehidupan yang manis.

5. Menyalakan Petasan dan Kembang Api

Suara petasan dan gemerlap kembang api turut memeriahkan suasana pergantian tahun. Secara tradisional, bunyi petasan dipercaya mampu mengusir roh jahat dan membawa suasana baru yang penuh semangat.

6. Sembahyang dan Doa

Sebagian masyarakat Tionghoa melaksanakan sembahyang di rumah maupun di klenteng sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur serta memanjatkan doa untuk kesehatan, keselamatan, dan rezeki di tahun mendatang.

Perayaan Imlek bukan sekadar pesta tahunan, melainkan momen refleksi, mempererat tali keluarga, serta menumbuhkan harapan baru bagi kehidupan yang lebih baik.

  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Sumber: AI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Garut Ungguli Wisata Domestik Versi Agoda

    Garut Ungguli Wisata Domestik Versi Agoda

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 232
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Bandar Lampung tercatat sebagai destinasi dengan pertumbuhan tercepat untuk menarik wisatawan mancanegara menurut Agoda. Sementara itu, Garut muncul di posisi teratas sebagai destinasi domestik yang paling diminati. Gede Gunawan, Senior Country Director of Agoda for Indonesia, melihat adanya pergeseran dalam cara wisatawan memilih destinasi liburan. Kini, semakin banyak orang yang mencari tempat dengan […]

  • 5 Tips Aman dan Nyaman saat Arus Balik ke Garut di Tengah Cuaca Hujan

    5 Tips Aman dan Nyaman saat Arus Balik ke Garut di Tengah Cuaca Hujan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 175
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Musim arus balik sering kali beriringan dengan cuaca yang tak menentu. Hujan deras, jalan licin, hingga potensi longsor menjadi tantangan tersendiri bagi para pemudik yang kembali beraktivitas. Perjalanan menuju Garut pun membutuhkan kesiapan ekstra, bukan hanya dari sisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik dan kewaspadaan pengendara. Dengan persiapan yang tepat, perjalanan tetap bisa […]

  • Tradisi Zakat di Garut dan 5 Tempat Terpercaya untuk Menunaikannya

    Tradisi Zakat di Garut dan 5 Tempat Terpercaya untuk Menunaikannya

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 196
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bulan Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang khas di Kabupaten Garut. Selain semarak kegiatan ibadah seperti tadarus Al-Qur’an, pengajian, dan ngabuburit di berbagai sudut kota, masyarakat juga menyiapkan diri untuk menunaikan zakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban syariat, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian sosial yang telah lama mengakar […]

  • Asyik!  Garut Jadi Calon Percontohan Kabupaten/Kota Anti Korupsi 2026

    Asyik! Garut Jadi Calon Percontohan Kabupaten/Kota Anti Korupsi 2026

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 189
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menerima kunjungan Tim Observasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam rangka Observasi Calon Percontohan Kabupaten/Kota Anti Korupsi Tahun 2026. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (9/4/2026). Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyambut hangat kehadiran tim observasi yang didampingi […]

  • 5 Kebun Teh Terindah di Garut yang Wajib Masuk Daftar Liburan

    5 Kebun Teh Terindah di Garut yang Wajib Masuk Daftar Liburan

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 76
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut tidak hanya dikenal dengan dodol dan wisata pegunungannya, tetapi juga memiliki hamparan kebun teh yang memanjakan mata. Berada di kawasan dataran tinggi dengan udara sejuk, perkebunan teh di Garut menawarkan pemandangan hijau, suasana tenang, serta jejak sejarah panjang industri teh di Jawa Barat. Bagi pencinta wisata alam, kebun teh bisa menjadi pilihan untuk […]

  • Tradisi Buka Puasa Bersama Semakin Membumi

    Tradisi Buka Puasa Bersama Semakin Membumi

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 238
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ramadan itu unik. Siangnya kita menahan lapar, haus, dan godaan. Malamnya kita menahan diri untuk tidak menambah dua piring lagi. Di antara dua kutub itu, lahirlah satu tradisi yang makin hari makin sakral, buka puasa bersama. Bukber. Sebuah ritual sosial yang kadang lebih heboh dari rapat paripurna, lebih ramai dari seminar nasional, dan […]

expand_less