Breaking News

Yuk Kenali Tokoh Intelektual Urang Garut, Yus Rusyana

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
  • visibility 355
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Prof. Dr. Yus Rusyana dilahirkan di Pameungpeuk, Garut Selatan, pada tanggal 24 Maret 1938. Jenjang pendidikan dasar ia lalui di Sekolah Rakyat Negeri Pameugpeuk (1946-1952).  Kekaguman terhadap sosok guru yang mengajarnya di sekolah menumbuhkan minatnya untuk berkiprah di bidang pengajaran.

Ia melanjutkan pendidikan menengah di Sekolah Guru B Negeri 1 Garut (SGBN 1 Garut)  pada tahun 1952-1955. Bakat dalam bidang pengajaran diasahnya lagi di perantauan, Kota Bandung, di Sekolah Guru A Negeri  1 Bandung (SGAN 1 Bandung) pada tahun 1955-1958.

Setelah lulus, Yus Rusyana sempat mempraktikkan ilmu yang dimilikinya sebagai guru honorer. Namun, hal itu tidak lama diakukannya. Tidak puas di jenjang pendidikan menengah, Yus Rusyana menyempurnakan minatnya dalam bidang pengajaran ke tingkat lebih tinggi.

Untuk itu, ia melanjutkan kuliah Jurusan Bahasa dan Sastra Sunda di Fakultas Keguruan Sastra Sunda, Institut Keguruan dan Pendidikan Bandung (FKSS). Masa kuliahnya ditempuh Yus Rusyana selama enam tahun (1958—1964).

Masa perkuliahan merupakan awal perkembangan minat Yus Rusyana dalam bidang sastra. Ia memulai minatnya itu dengan menulis puisi. Tulisannya itu sering dimuat di Sipatahoenan. Namun, ia tidak semata aktif dalam tulis-menulis.

Yus Rusyana juga piawai dalam berakting. Untuk mengembangkan kegiatan berakting, ia mendirikan Liga Drama, kelompok teater yang banyak menampilkan drama yang ditulisnya, di antaranya  Cahaya Maratan Waja (1964), Hutbah Munggaran di Pajajaran (1965),  dan Di Karaton Najasii (1966).

Sebagai mahasiswa yang sarat prestasi, aktivitasnya di bidang kesenian itu tidak melunturkan prestasi akademik yang diminatinya. Pada tahun  1971, Yus Rusyana terpilih dalam program Post Graduate Training in the Study of Indonesian Language and Philology, Universitas Leiden, Belanda (1971-1973). Pada tahun 1975 berhasil meraih gelar doktor dalam bidang morfologi bahasa dari Fakultas Sastra, Universitas  Indonesia.

Kepakarannya di bidang bahasa dan sastra menarik minat beberapa universitas di Jawa Barat sehingga mereka meminta Yus Rusyana untuk mengajar, antara lain, dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Bahkan, di UPI ia menduduki  jabatan sebagai dekan FKSS. Ia juga menjadi dosen terbang di beberapa universitas, baik negeri maupun swasta. Salah satunya  di  Pascasarjana S-2, Universitas Suryakancana, Cianjur.

Yus Rusyana menjalani hari-harinya dengan dukungan seorang perempuan yang ia nikahi pada tanggal 28 April 1965, Ami Raksanagara yang juga menaruh minat di bidang sastra. Dari pernikahan itu mereka mempunyai lima anak laki-laki, yaitu  Galih Rakasiwi, Kalih Raksasewu, Kalis Ragamulu, Kalif Ragapale (alm.), dan Galis Ragsunu.

Selain berkarier di bidang akademis, Yus Rusyana juga berkiprah dalam berbagai organisasi dan lembaga sosial, di antaranya sebagai Ketua Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PPSS) pada tahun 1975—1981; sebagai anggota Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda (1994—2000); serta anggota Dewan Redaksi majalah Mangle, Wangsit, dan Lingua.

Di dalam setiap penyampaian materi, Yus Rusyana senantiasa menandaskan  filosofi yang dianutnya, yakni “Selamat, Bermanfaat, dan Nikmat”. Selamat hanya dapat diraih oleh manusia jika ia senantiasa mawas diri dan berhati-hati.

Manfaat hanya akan diperoleh jika manusia dapat memberikan kontribusi bagi lingkungan. Sementara itu, nikmat hanya dapat  diperoleh jika manusia tidak melupakan Sang Maha Pencipta dan selalu merendahkan hati di hadapan-Nya.

Filosofi tersebut tidak hanya ditanamkan Yus Rusyana dalam keseharian. Ia selalu menyampaikan filosofi tersebut kepada mahasiswanya.

Bagi Yus Rusyana, penelitian bukan merupakan saat yang menegangkan, melainkan dapat dijadikan sebagai sarana kegembiraan. Penelitian mutlak dijadikan sebagai aktivitas yang benar-benar dapat dinikmati oleh peneliti.

Sebagai seorang ilmuwan, Yus Rusyana selain banyak melakukan penelitian dan menulis buku, ia juga menulis karya sastra. Berikut ini, antara lain, hasil karyanya.

Karya

a. Buku

  1. Kemampuan Berbahasa Indonesia Siswa Sekolah Pendidikan Guru Negeri di Jawa Barat (Pusat Bahasa, Jakarta, 1981)
  2. Bahasa Sunda Murid SD Kelas VI di Jawa Barat (Pusat Bahasa, 1981)
  3. Pedoman Penulisan Tata Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa, 1983)
  4. Bahasa dan Sastra Menandakan Gamitan Pendidikan (1984)
  5. Sistem Pemajemukan Bahasa Sunda (Pusat Bahasa, Jakarta, 1985)
  6. Keadaan dan Perkembangan  Bahasa Sunda Masa Kini (Javanologi, 1985)
  7. Ensiklopedi Sastra Sunda (bersama Karna Yudibrata, Wahyu Wibisana, dan Iskandarwassid, Pusat Bahasa, Jakarta, 1986)
  8. Cerita Rakyat Daerah Jawa Barat  (1990)
  9. Cerita “Sangkuriang” Daya Kembara Cerita Lama Lintas Media, Genre, dan Bahasa dari Zaman ke Zaman (Yayasan Lontar, 1993)
  10. Novel Sunda Sebelum Perang Geguritan Munggah Haji (Geger Sunten, 1995)
  11. Tuturan tentang Pencak Silat dalam Ttradisi Lisan Sunda (Yayasan Obor Indonesia dan Yayasan Asosiasi Tradisi Lisan, 1996 )
  12. Ensiklopedi Sastra Sunda (Pusat Bahasa, Jakarta, 1997)
  13. Pengajaran Bahasa-Bahasa Nusantara (LIPI, Ford Foundation, Jakarta, 1999)
  14. Prosa Tradisional (Pusat Bahasa, Jakarta, 2000)
  15. Kriteria Penilaian Buku Pelajaran Bahasa Indonesia (Pusat Perbukuan, Jakarta, 2003)
  16. Peta Konsep Kesastraan: Sastra Indonesia (Pusat Perbukuan, Jakarta, 2003)

b. Karya Sastra

  1. Di Luhureun Jukut Remis (Kumpulan Cerpen, 1965)
  2. Jajaten Ninggang Papasten (Kumpulan Cerpen, 1988)
  3. Numahal ti Batan Inten (Kumpulan Puisi, 1980)
  4. Buana nu Pinuh ku Mega (Kumpulan Puisi, 1992)
  5. Guguritan Munggah Haji (kumpulan dangding 1955)

Penghargaan

Tahun 1989 Yus Rusyana mendapatkan hadiah sastra Rancage pertama untuk karyanya yang berjudul  Jajaten Ninggang Papasten. (LS)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Komitmen Garut Ciptakan SDM Unggul

    Komitmen Garut Ciptakan SDM Unggul

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 226
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi menutup Pelatihan bagi Para Pencari Kerja Tahun 2026 sekaligus meninjau Gelar Karya Vokasi di Area UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Garut, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Kamis (16/4/2026). Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Garut dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI yang dirancang untuk […]

  • Agama Langit dan Agama Bumi

    Agama Langit dan Agama Bumi

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 237
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Banyak ustadz menjelaskan agama oleh keharusan agama itu sendiri, bukan oleh batas kemampuan manusia mengamalkannya. Lain kata, mengajarkan agama di langit, bukan agama di bumi. Dalam bahasa Balqis Humaira, “masang ukuran kesalehannya ketinggian.” Akibatnya dua: Pertama, ajaran agama jadi tidak membumi. Agama jadi hanya teori, bukan praktek atau amal nyata. Agama disebut-sebut kemuliaan ajarannya […]

  • Siapakah Raden Moehammad Moesa? Ini Biografi Singkatnya

    Siapakah Raden Moehammad Moesa? Ini Biografi Singkatnya

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 227
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Raden Moehammad Moesa adalah seorang sastrawan dan tokoh penting dalam perkembangan sastra Sunda pada abad ke-19. Ia lahir sekitar tahun 1822 di Garut, Jawa Barat, dan dikenal sebagai salah satu pelopor penggunaan bahasa Sunda dalam karya tulis modern. Moesa bekerja sebagai pegawai pemerintahan kolonial Belanda (pangreh praja), yang memberinya akses pada pendidikan dan […]

  • Bupati Garut Lantik PNS Baru, Jaga Integritas dan Semangat Melayani

    Bupati Garut Lantik PNS Baru, Jaga Integritas dan Semangat Melayani

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 165
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan Pelantikan dan Penyerahan Petikan Surat Keputusan (SK) Bupati Garut tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut Tahun 2026.   Acara yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (06/04/2026) ini, menandai […]

  • Dusun Deliek, Nostalgia Garut Tempo Dulu

    Dusun Deliek, Nostalgia Garut Tempo Dulu

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 276
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Suasana zaman dulu atau Jadul, selalu dirindukan oleh berbagai kalangan. Jika ingin bernostalgia dengan suasana jadul di Garut, yuk coba datang ke tempat yang satu ini. Nama tempatnya Dusun Deliek. Berlokasi di Jalan Raya Karangpawitan-Wanaraja, Nomor 64, Kecamatan Karangpawitan, Garut. Sekitar 15 menit jarak tempuhnya, dari pusat kota jika berkendara menggunakan motor atau […]

  • 5 Alasan Voice of Baceprot Kritik Jalan Banjarwangi-Singajaya Garut

    5 Alasan Voice of Baceprot Kritik Jalan Banjarwangi-Singajaya Garut

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 56
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Voice of Baceprot (VoB) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kampung halaman. Band metal asal Singajaya, Garut, tersebut pernah menyoroti kondisi infrastruktur jalan Banjarwangi-Singajaya yang rusak dan dinilai membahayakan pengguna jalan. Kritik VoB menarik perhatian karena disampaikan oleh putri daerah yang telah membawa nama Garut hingga panggung internasional. Berikut lima alasan mengapa persoalan jalan Banjarwangi-Singajaya […]

expand_less