Breaking News
dark_mode

Tips Ngobrol dengan Siswa

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Awalnya saya pikir, makin pintar kita di depan siswa, makin mereka respek, nyatanya, yang sering terjadi malah sebaliknya: siswa jadi diam, defensif, dan cuma mengangguk tanpa benar-benar terbuka.

 

Saya baru sadar, di usia SMP SMA, yang mereka butuhkan bukan guru yang selalu benar,

tapi guru yang mau turun level tanpa menurunkan wibawa.

 

Ini dia TIPS ngobrol dengan siswa

 

✨Turun level, bukan turunkan wibawa✨

Anak SMP/SMA alergi nada “menggurui”, tapi masih butuh figur dewasa.

❌ “Kamu harusnya dari kemarin sudah mikir!”

✅ “Menurutmu, apa yang bikin ini jadi belum jalan?”

 

✨Pakai bahasa mereka, tapi tetap sopan✨

Boleh santai, jangan sok gaul.

❌ “Gaskeun bro, jangan mager dong”

✅ “Keliatannya kamu lagi capek ya, mau cerita?”

 

✨Mulai dari perasaan, baru ke aturan✨

Otak remaja lebih cepat nyambung ke emosi daripada logika.

Contoh:

“Kelihatan kamu lagi kesel, apa dulu yg bikin kamu kesel, baru kita ke solusinya.”

 

✨Lebih banyak nanya daripada ceramah✨

Remaja suka merasa didengar, bukan diceramahi.

Teknik 3 pertanyaan sakti:

“Menurut kamu gimana?”

“Kalau dibiarkan, dampaknya apa?”

“Kamu maunya dibantu seperti apa?”

 

✨ Validasi dulu, koreksi belakangan✨

Validasi ≠ membenarkan.

Validasi = mengakui perasaan.

“Wajar kamu marah. Tapi cara nyampeinnya yang perlu kita atur.”

 

✨Jangan langsung kasih solusi✨

Kalau langsung “nih harusnya gini”, mereka auto defensif.

Coba:

“Ada beberapa pilihan sih… kamu mau yang realistis atau yang cepat?”

 

✨Gunakan jeda, jangan kejar-kejar jawaban✨

Kadang diam 5–10 detik bikin mereka justru mau cerita.

Diam itu teknik, bukan gagal.

 

✨ Tutup dengan harapan, bukan ancaman✨

Remaja sensitif sama label negatif.

❌ “Kalau begini terus kamu bakal…”

✅ “Aku percaya kamu bisa lebih baik dari ini.”

 

Sekarang saya paham,

“pura-pura tidak tahu” itu bukan soal acting,

tapi soal memberi ruang.

Karena di ruang BK, yang paling dibutuhkan siswa bukan guru paling pintar, tapi orang dewasa yang paling aman untuk jujur.

Dan kadang, perubahan besar siswa

dimulai bukan dari nasihat panjang,

tapi dari satu sikap sederhana:

 

Kita mau dengar, sebelum ingin didengar.

 

Menurut Bapak/ibu, tantangan terbesar membangun komunikasi dengan remaja hari ini apa?

 

Oiya jangan lupa save dulu postingan ini, siapa tahu besok kepake di ruang BK ☺

Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut

 

Komentar
  • Penulis: Redaksi Tigarut

Rekomendasi

  • Psikologi Islam dan Paradigma Keilmuan Konseling Islam

    Psikologi Islam dan Paradigma Keilmuan Konseling Islam

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle S. Miharja, Dosen Pascasarjana UIN Bandung
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM —   Buku Psikologi Islami: Sejarah, Corak dan Model karya Sekar Ayu Aryani (2018) memberikan kontribusi penting dalam membangun fondasi epistemologis psikologi berbasis Islam yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga metodologis dan ilmiah. Pemikiran dalam buku ini memiliki relevansi kuat terhadap perkembangan paradigma keilmuan Konseling Islam, terutama dalam merumuskan pendekatan integratif antara wahyu, […]

  • Datang, Curhat, Joget, Buka Baju, Pulang

    Datang, Curhat, Joget, Buka Baju, Pulang

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Nury Sybli, Alumni UIN Jakarta
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — “Don’t Judging” — Catatan Pagi dari Obrolan Anak SD   Pagi ini di sela-sela ribetnya siap berangkat sekolah, Ni Luh tiba-tiba nanya, “Mom, waktu aku bayi gendut ya?” “Iya… tapi cantik dan menggemaskan,” jawabku cepat.   Dia diam sebentar, lalu lanjut, “Nanti pas aku Junior High School, aku nggak tahu wajahku jadi gimana. […]

  • 5 Cara Halal Bihalal di Garut yang Aman dan Nyaman

    5 Cara Halal Bihalal di Garut yang Aman dan Nyaman

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    Menjaga Hati, Menata Langkah TIGARUT.COM — Pagi di Garut selepas Idulfitri selalu datang dengan rasa yang berbeda. Kabut tipis turun dari lereng gunung, udara membawa harum tanah basah, sementara jalan-jalan kampung mulai hidup oleh langkah orang-orang yang datang membawa senyum, maaf, dan kerinduan. Halal bihalal di tanah Priangan bukan sekadar tradisi saling berjabat tangan, melainkan perjalanan […]

  • Menelusuri Sejarah Kereta Api, Stasiun Nagreg

    Menelusuri Sejarah Kereta Api, Stasiun Nagreg

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Atep Kurnia, Peminat Literasi dan Budaya Sunda
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Salah satu potret yang terus menempel di benak saya adalah tanjakan Nagreg. Fotonya dibuat oleh Woodbury & Page dari Batavia sekitar tahun 1860. Judulnya “Post Nagreg bij Tjitjalengka ten oosten van Bandoeng” (KITLV 3197) atau “Pos Nagreg di Cicalengka timur Kabupaten Bandung”. Kini foto tersebut dikoleksi oleh Koninklijk Instituut voor taal-, land- en volkenkunde (KITLV) di […]

  • Wakil Bupati Garut Putri Karlina Targetkan PKL Naik Kelas

    Wakil Bupati Garut Putri Karlina Targetkan PKL Naik Kelas

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    Wakil Bupati Garut Putri Karlina meninjau Garut Plaza di Jalan Guntur, Kecamatan Garut Kota (27/2/2026) untuk memastikan kesiapan Bazar Ramadan sekaligus merelokasi pedagang kaki lima dari Jalan Ahmad Yani ke dalam gedung guna menata kota dan menggerakkan ekonomi warga. Putri Karlina menemukan lantai dua pusat perbelanjaan tersebut masih didominasi ruang kosong yang belum dimanfaatkan secara […]

  • Aksi Mitigasi Bencana, Polisi Tanam 500 Pohon di Batu Lempar

    Aksi Mitigasi Bencana, Polisi Tanam 500 Pohon di Batu Lempar

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana longsor dan banjir, jajaran Kepolisian Polres Garut melakukan penanaman pohon dikawasan wiaata Batu Lempar, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Minggu, (11/1/2026). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 500 pohon alpukat ditanam di sejumlah titik yang dinilai rawan longsor dan banjir. “Pemilihan pohon alpukat bukan tanpa alasan, karena tanaman […]

expand_less