Soal BK
- account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
- calendar_month 22 jam yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TIGARUT.COM — “Kalau ada satu dokumen yang paling saya tunggu setelah siswa lulus, itu bukan rekap nilai. Tapi hasil refleksi mereka.” đ¤
Serius.
Setiap tahun, menjelang perpisahan kelas 9, saya selalu menyempatkan membuat formulir refleksi untuk siswa. Isinya pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang perjalanan mereka selama SMP, tentang diri mereka, tentang masa depan, dan tentu saja tentang pengalaman mereka bersama layanan BK.
Awalnya saya membuatnya hanya untuk evaluasi. Biar tahu mana yang perlu diperbaiki dan mana yang perlu dipertahankan.
Tapi ternyata…
Membaca jawaban siswa itu jauh lebih seru dari yang saya bayangkan. đ
Ada yang jawabannya bikin ngakak karena polos dan jujur banget.
Ada yang diam-diam nyentil, sampai saya baca sambil mikir, “Oke, ini valid juga sih…”
Ada yang membuat saya tersenyum karena ternyata hal kecil yang pernah saya lakukan masih mereka ingat.
Dan ada juga yang bikin saya terdiam cukup lama. Karena baru tahu ternyata di balik siswa yang terlihat biasa saja, ada perjuangan yang selama ini tidak pernah mereka ceritakan.
Dari sana saya belajar satu hal.
Terkadang kita sebagai guru BK merasa pekerjaan kita biasa-biasa saja. Merasa sesi konseling itu tidak terlalu berarti. Merasa program yang kita buat mungkin tidak berdampak besar.
Padahal belum tentu.
Kadang justru dari lembar refleksi itulah kita menemukan jejak-jejak kecil yang selama ini tidak terlihat. Kalimat sederhana yang pernah kita ucapkan, bantuan yang menurut kita sepele, atau sekadar waktu mendengarkan mereka, ternyata masih mereka ingat sampai hari kelulusan.
Makanya saya selalu menyarankan teman-teman Guru BK untuk menyisihkan waktu membuat refleksi akhir bagi siswa yang akan lulus.
Selain menjadi bahan evaluasi yang jujur, percaya deh… membaca hasilnya itu seperti membuka kapsul waktu. Ada tawa, ada pelajaran, ada kejutan, bahkan kadang ada bagian yang membuat mata sedikit berkaca-kaca.
Dan buat saya pribadi, itu salah satu hadiah terindah di akhir tahun ajaran. â¤ď¸
Saya bagikan contoh pertanyaan refleksi yang saya gunakan di kolom komentar. Silakan dipakai, dimodifikasi, atau dikembangkan sesuai kebutuhan sekolah masing-masing.
Kalau teman-teman BK juga punya pertanyaan refleksi favorit yang selalu berhasil mengundang jawaban-jawaban menarik dari siswa, yuk berbagi di kolom komentar. Kita saling belajar. đˇ
- Penulis: Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
