Breaking News

Sambut Lailatul Qadar, 5 Masjid di Garut yang Hidupkan I’tikaf 10 Malam Terakhir Ramadhan

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 261
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Sepuluh malam terakhir Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Masjid-masjid mulai dipenuhi jamaah yang ingin menghidupkan malam dengan i’tikaf, qiyamul lail, tilawah Al-Qur’an, dan doa. Pada malam-malam inilah umat Islam berharap dipertemukan dengan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Di Kabupaten Garut, sejumlah masjid menjadi tempat berkumpulnya jamaah yang ingin memaksimalkan ibadah di penghujung Ramadhan. Lampu-lampu masjid tetap menyala hingga dini hari, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar syahdu, dan para jamaah menghabiskan malam dalam suasana khusyuk.

Berikut lima masjid di Garut yang sering menjadi lokasi i’tikaf pada 10 malam terakhir Ramadhan 1447 H / 2026 M.

1. Masjid Al-Barru Stasiun Garut

Masjid Al-Barru yang berada di kawasan Stasiun Garut menjadi salah satu titik i’tikaf yang cukup dikenal. Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, masjid ini sering mengadakan i’tikaf bersama komunitas Garut Mengaji.

Suasana malam di masjid ini terasa hangat dengan rangkaian ibadah seperti shalat tarawih, qiyamul lail, tilawah Al-Qur’an, serta kajian singkat menjelang sahur. Panitia juga menyediakan buka puasa dan sahur gratis, sehingga jamaah dapat fokus beribadah sepanjang malam.

2. Masjid Al-Hidayah SPBU Cikurubuk

Di kawasan Cikurubuk, Masjid Al-Hidayah juga dikenal aktif menghidupkan Ramadhan melalui program i’tikaf Thaifah Manshurah yang berlangsung sepanjang 10 malam terakhir.

Kegiatan i’tikaf di masjid ini diisi dengan qiyamul lail berjamaah, dzikir malam, serta kajian tauhid yang memperkuat semangat spiritual jamaah. Suasana sederhana namun khusyuk membuat banyak jamaah betah beribadah hingga menjelang fajar.

3. Masjid Agung Garut

Sebagai masjid utama di pusat kota, Masjid Agung Garut hampir tak pernah sepi pada malam-malam terakhir Ramadhan. Jamaah dari berbagai penjuru daerah datang untuk menghidupkan malam dengan ibadah.

Setelah tarawih, jamaah biasanya melanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an, dzikir, dan qiyamul lail. Letaknya di kawasan Alun-alun Garut membuat masjid ini menjadi salah satu tujuan utama masyarakat yang ingin merasakan suasana i’tikaf bersama jamaah dalam jumlah besar.

4. Masjid Besar Tarogong

Masjid Besar Tarogong juga menjadi salah satu pusat kegiatan Ramadhan di Kabupaten Garut. Pada sepuluh malam terakhir, masjid ini sering memfasilitasi jamaah yang ingin melakukan i’tikaf.

Kegiatan yang dilaksanakan antara lain qiyamul lail berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta kajian Ramadhan. Suasana malam yang tenang menjadikan masjid ini tempat yang nyaman untuk memperbanyak ibadah dan bermunajat kepada Allah SWT.

5. Masjid Daarul Muttaqien Cimanganten

Di kawasan Cimanganten, Masjid Daarul Muttaqien dikenal aktif mengadakan kegiatan keagamaan sepanjang tahun. Pada bulan Ramadhan, masjid ini semakin hidup dengan berbagai kegiatan ibadah.

Selain kajian tafsir dan hadits, pengurus masjid juga sering mengadakan program i’tikaf Ramadhan yang diikuti masyarakat sekitar. Jamaah mengisi malam dengan tilawah Al-Qur’an, dzikir, qiyamul lail, hingga doa bersama menjelang waktu sahur.

Menghidupkan Malam Ramadhan

I’tikaf bukan sekadar berdiam di masjid, tetapi momentum untuk menjernihkan hati, memperbanyak doa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW sendiri memberi teladan dengan bersungguh-sungguh menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Masjid-masjid di Garut yang mengadakan program i’tikaf ini menjadi ruang spiritual bagi masyarakat untuk menyambut kemungkinan hadirnya Lailatul Qadar, malam yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan.

Karena bisa jadi, di antara malam-malam sunyi itu, doa yang dipanjatkan dengan tulus menjadi jalan turunnya rahmat Allah SWT.

Ramadhan pun mencapai puncaknya—ketika malam dipenuhi dzikir, dan hati kembali kepada-Nya.

  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Sumber: AI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Agama Langit dan Agama Bumi

    Agama Langit dan Agama Bumi

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 236
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Banyak ustadz menjelaskan agama oleh keharusan agama itu sendiri, bukan oleh batas kemampuan manusia mengamalkannya. Lain kata, mengajarkan agama di langit, bukan agama di bumi. Dalam bahasa Balqis Humaira, “masang ukuran kesalehannya ketinggian.” Akibatnya dua: Pertama, ajaran agama jadi tidak membumi. Agama jadi hanya teori, bukan praktek atau amal nyata. Agama disebut-sebut kemuliaan ajarannya […]

  • 5 Konsekuensi Bila Jabar Berganti Nama Menjadi Tatar Sunda atau Pasundan

    5 Konsekuensi Bila Jabar Berganti Nama Menjadi Tatar Sunda atau Pasundan

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 108
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sebagai warisan dan identitas budaya, orang Sunda pasti suka kesundaan disebutkan sebagai nama propinsi ketimbang “Jawa Barat” sebagai warisan administrasi kolonial. Saya saja suka walaupun bukan Sunda pituin alias blasteran Sunda-Makasaar, apalagi yang Sunda asli.   Tapi, mengganti nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Tatar Sunda atau Provinsi Pasundan memiliki konsekuensi yang luas, bukan […]

  • Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi yang Tumbuh di Lereng Gunung Papandayan

    Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi yang Tumbuh di Lereng Gunung Papandayan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 261
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Gunung Papandayan di Garut bukan hanya terkenal dengan panorama kawah dan padang edelweisnya, tetapi juga dengan kopi yang tumbuh di lereng-lerengnya. Kopi Papandayan memiliki karakter unik yang lahir dari perpaduan tanah vulkanik subur, udara sejuk pegunungan, dan tradisi petani lokal yang penuh dedikasi. Berikut adalah 5 keutamaan kopi dari Papandayan yang membuatnya layak […]

  • 5 Wisata Religi di Garut yang Sarat Sejarah dan Nilai Spiritual

    5 Wisata Religi di Garut yang Sarat Sejarah dan Nilai Spiritual

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga memiliki sejumlah destinasi wisata religi yang menjadi tujuan peziarah dan wisatawan dari berbagai daerah. Tempat-tempat ini menyimpan jejak sejarah penyebaran Islam, tradisi budaya, hingga warisan leluhur yang masih dijaga hingga saat ini.   Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan spiritual sekaligus mengenal sejarah […]

  • Jalan Cerita Sukses Kiki Gumelar, Owner Chocodot dari Garut

    Jalan Cerita Sukses Kiki Gumelar, Owner Chocodot dari Garut

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 549
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Siapa yRang tak kenal Chocodot Garut? Perpaduan antara cokelat dan dodol buatan Kiki Gumelar berhasil membuat nama Garut naik kelas dengan cara yang baru dan berbeda. Kiki berhasil menggabungkan makanan modern tanpa meninggalkan ciri khas yang melekat pada Kota Garut. Dari tangan kreatifnya, nama Chocodot sebagai brand cokelat lokal dari Garut kini makin […]

  • 5 Fakta Asal Usul Panggilan Aceng di Garut, Bukan Sekadar Nama, tetapi Gelar Kehormatan

    5 Fakta Asal Usul Panggilan Aceng di Garut, Bukan Sekadar Nama, tetapi Gelar Kehormatan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 108
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bagi masyarakat Garut, nama Aceng terdengar begitu akrab. Di berbagai kampung, pasar, hingga pesantren, panggilan ini mudah dijumpai. Bahkan, banyak orang dari luar daerah menganggap Aceng hanyalah nama khas laki-laki Sunda. Padahal, di balik panggilan tersebut tersimpan sejarah panjang yang berkaitan dengan tradisi pesantren dan budaya masyarakat Garut. Dalam perkembangannya, Aceng bukan hanya menjadi […]

expand_less