5 Fakta Nyanet Festival 2026, Tradisi Minum Teh yang Mengangkat Pariwisata Garut
- account_circle Redaksi Tigarut
- calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
- visibility 108
- print Cetak

TIGARUT.COM – Nyanet Festival 2026 kembali menjadi bukti bahwa tradisi lokal mampu menjadi kekuatan budaya sekaligus penggerak pariwisata dan ekonomi masyarakat. Festival yang digelar di Lapangan Situgede, Desa Cigedug, Kecamatan Cigedug, Kamis (30/7/2026), menghadirkan tradisi minum teh khas masyarakat pegunungan Garut yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat posisi Garut sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal. Bahkan, Nyanet Festival 2026 masuk dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN), sehingga berpeluang menarik lebih banyak wisatawan dari berbagai daerah.
Berikut lima fakta menarik tentang Nyanet Festival 2026.
1. Berawal dari Tradisi Minum Teh Para Pemetik
Tradisi Nyanet lahir dari kebiasaan para pemetik teh di kawasan pegunungan Cigedug yang berkumpul setelah bekerja. Mereka menikmati teh hangat bersama palawija bakar sambil berbincang dan beristirahat.
Kebiasaan sederhana tersebut kemudian berkembang menjadi tradisi yang mempererat hubungan sosial masyarakat sekaligus menjadi bagian dari identitas budaya lokal.
2. Bupati Garut Menyebut Nyanet sebagai Identitas Daerah
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengapresiasi panitia dan budayawan yang terus menjaga kelestarian tradisi Nyanet.
“Nyanet adalah tradisi lokal yang harus terus kita jaga dan kembangkan. Saya percaya tradisi seperti ini adalah identitas atau ciri khas orang Cigedug, orang Garut, dan orang Indonesia. Seterusnya kita harus kembangkan dengan sebaik-baiknya dan juga menjadi keunggulan Kabupaten Garut,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Menurutnya, tradisi lokal yang terus dirawat dapat menjadi kekuatan budaya sekaligus daya tarik wisata Kabupaten Garut.
3. Sejalan dengan Visi “Pesona Garut Maju Berbudaya”
Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah, menilai Nyanet Festival sejalan dengan visi pembangunan pariwisata Kabupaten Garut, yakni “Pesona Garut Maju Berbudaya.”
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung para seniman dan budayawan agar ruang pelestarian seni dan budaya Garut semakin berkembang. Festival seperti Nyanet dinilai mampu memperkuat citra Garut sebagai daerah yang kaya tradisi dan budaya.
4. Menggerakkan UMKM dan Ekonomi Warga
Selain menjadi atraksi budaya, Nyanet Festival juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat, Muslimin Anwar, mengatakan sektor pariwisata memiliki efek berganda karena melibatkan banyak pelaku usaha.
“Di balik satu destinasi wisata seperti di tempat ini, ada ribuan orang yang bekerja di belakangnya, ada ratusan UMKM yang terlibat, dan ada banyak harapan anak-anak terhadap kemajuan daripada desa yang menjadi destinasi usaha ini. Oleh karena itu bagi kami sangat mendukung kegiatan pariwisata,” ungkapnya.
Melalui festival ini, pelaku UMKM, pedagang kuliner, perajin, hingga penyedia jasa wisata memperoleh peluang ekonomi yang semakin luas.
5. Masuk Agenda Nasional Karisma Event Nusantara
Pupuhu Nyanet Festival 2026, Dasep Badrusalam, menyebut penyelenggaraan tahun ini merupakan edisi ke-13. Ia menjelaskan bahwa Nyanet memiliki keterkaitan historis dengan jejak dakwah Kanjeng Sunan Gunung Djati di Priangan Timur melalui pendekatan budaya.
Menurut Dasep, filosofi Nyanet mengajarkan keharmonisan hubungan manusia dengan sesama, manusia dengan alam, dan manusia dengan Sang Pencipta. Tahun ini festival mengusung tema “Mapag Dangiang Larang Srimanganti”, yang berarti Menjemput Keberkahan di Gunung Cikuray.
Masuknya Nyanet Festival ke dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN) menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya Cigedug kepada wisatawan yang lebih luas. Dasep juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Garut, Bank Indonesia, Bank BJB, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival.
Dengan perpaduan antara pelestarian budaya, promosi pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Nyanet Festival menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat menjadi kekuatan pembangunan daerah. Tidak hanya menjaga warisan leluhur, festival ini juga memperkuat langkah Garut mewujudkan visi “Pesona Garut Maju Berbudaya” melalui pariwisata yang berakar pada kearifan lokal.
- Penulis: Redaksi Tigarut
- Sumber: Rilis Diskominfo Kab. Garut

Saat ini belum ada komentar