Breaking News
dark_mode

Rak Buku Versus Rak Barbell, Jadi Mahasiswa Berkeringat dengan Kata

  • account_circle Sukron Abdilah
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gym Perpustakaan Tanpa Buku

Sejak itu, aku mulai menemukan semacam hubungan spiritual antara perpustakaan dan gym. Dua-duanya tempat di mana orang berusaha menjadi versi terbaik dari dirinya. Di perpustakaan, kita melatih otot berpikir; di gym, kita melatih otot eksistensi.

Di perpustakaan, aku membaca Thinking, Fast and Slow karya Daniel Kahneman. Buku itu menjelaskan dua cara kerja otak: cepat dan lambat. Aku jadi sadar, di gym aku memakai dua sistem itu juga. Saat mengangkat beban, sistem cepatku bilang, “Berhenti aja, capek, mending ngopi!” tapi sistem lambatku berkata, “Sabar, ini demi masa depan tanpa perut buncit.”

Lucunya, setiap kali merasa hampir menyerah di gym, aku teringat kata-kata Nietzsche yang kubaca dulu di buku filsafat: “He who has a why to live can bear almost any how.” Dulu aku kira itu kalimat sok puitis. Sekarang aku baru paham artinya saat mencoba mengangkat beban 20 kilogram sambil berpikir, “Why-nya biar lengan gak kayak stik cimol.”

Kadang, kalau dipikir-pikir, gym itu seperti perpustakaan tanpa buku tapi dengan orang-orang yang sama seriusnya. Bedanya, kalau di perpustakaan orang berkompetisi diam-diam lewat banyaknya catatan stabilo warna-warni, di gym orang berkompetisi lewat seberapa keras ototnya menonjol di cermin. Tapi keduanya sama-sama tempat di mana ego diuji.

Ada momen saat aku hampir menyerah mengangkat beban dan pelatih bilang, “Ayo, tambah satu rep lagi!” Kalimat itu mirip dengan dosen yang bilang, “Tulisan kamu udah bagus, tinggal revisi sedikit.” Sama-sama mengandung kebohongan manis: “tinggal sedikit” itu sering berarti perjalanan panjang penuh air mata dan pegal.

Namun, seperti di perpustakaan, di gym juga aku belajar konsistensi. Tak ada hasil instan. Buku tebal tak bisa selesai dibaca dalam sekali duduk, dan otot tak akan muncul dalam seminggu. Dua-duanya butuh kesabaran, dan yang lebih sulit: butuh niat untuk datang kembali besok.

Komentar
  • Penulis: Sukron Abdilah
  • Editor: SAB

Rekomendasi

  • Ngangon, Kurikulum Langit dari Universitas Padang Rumput

    Ngangon, Kurikulum Langit dari Universitas Padang Rumput

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    Pada halaqah kali ini, sepenggal kilas balik mengingatkan pada tradisi “ngangon” (menggembala) yang biasa dijalankan anak-anak pedesaan mala lalu. Mungkin kebiasaan ini masih dijalankan oleh anak-anak masa kini. Kebiasaan ini yang nampak “rendahan” dan “sederhana”, namun makna di baliknya memiliki enigma berharga yang kokoh dan solid. Kadang kita lupa, “ngangon” itu merupakan kurikulum pendidikan paling […]

  • Yuk Kenali Tokoh Intelektual Urang Garut, Yus Rusyana

    Yuk Kenali Tokoh Intelektual Urang Garut, Yus Rusyana

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Prof. Dr. Yus Rusyana dilahirkan di Pameungpeuk, Garut Selatan, pada tanggal 24 Maret 1938. Jenjang pendidikan dasar ia lalui di Sekolah Rakyat Negeri Pameugpeuk (1946-1952).  Kekaguman terhadap sosok guru yang mengajarnya di sekolah menumbuhkan minatnya untuk berkiprah di bidang pengajaran. Ia melanjutkan pendidikan menengah di Sekolah Guru B Negeri 1 Garut (SGBN 1 Garut) […]

  • Trump Bingung oleh Peradaban Spiritualitas Islam 

    Trump Bingung oleh Peradaban Spiritualitas Islam 

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — 20 juta lebih rakyat Iran yang hadir dan menangis sedih karena pemimpin yang dicintainya syahid, dikatakan Trump sebagai “air mata palsu.” ODGJ gini pantesnya diapain gaess? Ini sudah penghinaan. Tapi wajar sih, karena itu memang stupidity (kebodohan).   Kalimat presiden negara besar seperti ini menyimbolkan betapa spritualitas Amerika Serikat benar-benar kosong, garing, nihil dari […]

  • Suka dan Cinta

    Suka dan Cinta

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saudaraku, apa bedanya “aku menyukaimu” dan “aku mencintaimu”?   Ketika engkau menyukai bunga, kau petik ia sekejap—rupanya memikat, semerbaknya kau hirup diam-diam, lalu ia gugur bersama waktu yang engkau abaikan.   Ketika engkau mencintai bunga, kau sirami ia setiap hari, kau rawat tanahnya, kau jaga akarnya, kau temani tumbuhnya—dan dari kuncup yang perlahan merekah, […]

  • Nah Ini Dia? 5 Keindahan Laut di Garut Selatan

    Nah Ini Dia? 5 Keindahan Laut di Garut Selatan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut tidak hanya dikenal dengan pegunungan dan kulinernya, tetapi juga memiliki pesona laut yang menakjubkan di wilayah Garut Selatan. Daerah ini berbatasan langsung dengan Samudra Hindia dan menyimpan banyak pantai indah yang masih alami. Keindahan alam, ombak besar, serta suasana pantai yang tenang menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata yang layak dikunjungi. 1. […]

  • 2 Kelompok Kritis Sekarang

    2 Kelompok Kritis Sekarang

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kita perhatikan, sekarang ini ada dua kelompok kritis dalam panggung politik nasional yang sedang berlangsung.   Pertama, kelompok kritis pada kebijakan-kebijakan pemerintah dan program-program Presiden Prabowo, seperti soal MBG, melemahnya rupiah dll. Kelompok kritis ini murni suara rakyat sebagai kontrol kekuasaan.   Kedua, kelompok kritis yang melihat bahwa kritik-kritik pada pemerintah bukan lagi kritik […]

expand_less