Breaking News
dark_mode

Leuweung Sancang di Garut Dianggap Menakutkan? Ini Alasannya

  • account_circle Hakim Ghani
  • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.



Apa yang dilakukan Dadang itu, dipercaya atau tidak, menambah kesan seram dan menakutkan wilayah Garut selatan, khususnya Sancang. Belum lagi, aksi sejumlah preman kampung lainnya di daerah sana, yang juga diciduk aparat lantaran berbagai kasus. Mulai dari pemerasan, melakukan kekerasan hingga pungutan liar.

Lantas, dari sudut pandang warga setempat, sebenarnya seberapa menyeramkan Sancang di mata mereka?

Saya berkesempatan berbincang dengan Ilham Rahmat Taopik (25), seorang warga Sancang asli, yang lahir di tanah Sancang pada tahun 1997. Kepada saya, Ilham bercerita terkait tanah leluhurnya tersebut.

Ilham mengatakan, bagi warga Sancang, daerah mereka tak semenyeramkan seperti yang dibayangkan orang kota. “Tidak semenyeramkan itu. Justru malah orang kota sendiri yang mengembangkan (stigma) itu,” kata pria yang akrab disapa Adel tersebut.

Adel tidak memungkiri, jika di daerahnya hingga kini, masih ada praktik ngelmu alias mempelajari ilmu yang berkaitan dengan hal mistis. Bahkan, Adel sempat melihat dengan mata kepala sendiri, magis yang dimiliki para leluhurnya.

“Mengalami. Seperti orang tua dulu, yang menggertak di pinggir rawa, kemudian buaya pada ngumpul semua,” katanya.

Tapi, kata Adel, praktik demikian, saat ini perlahan mulai luntur di Sancang. Makin mutakhirnya zaman dan banyaknya kawula muda Sancang yang beranjak ke kota menjadi salah satu penyebabnya.

“Kalau disebut kenapa, mungkin karena sudah tidak menjiwai. Sudah modern, jadi tidak terlalu (seperti dulu). Praktik ilmunya masih ada, cuman niatnya mungkin sudah melenceng juga,” ungkap Adel.

Satu-satunya hal logis yang membuat Sancang dianggap menyeramkan, kata Adel, adalah letak geografisnya. “Terkenal karena selain didukung suasana, karena hutan dan memang karena orang-orang yang (punya kekuatan) gaibnya ada,” pungaks Adel.

Kendati demikian, Adel memastikan Sancang tak seperti yang dibayangkan. Warga Sancang terkenal memiliki etika yang baik dan ramah kepada siapa pun yang datang.***

Komentar

Rekomendasi

  • Demi Keadilan Karier PNS, Bupati Garut Dorong Manajemen Talenta BKN

    Demi Keadilan Karier PNS, Bupati Garut Dorong Manajemen Talenta BKN

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Senin (8/6/2026). Dalam arahannya, Bupati menyoroti pentingnya reformasi total dalam sistem kenaikan pangkat dan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut. Bupati mengungkapkan bahwa dengan jumlah aparatur yang mencapai lebih […]

  • Inilah Makna Julukan Kota Pangirutan untuk Garut

    Inilah Makna Julukan Kota Pangirutan untuk Garut

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut Pangirutan merupakan salah satu julukan historis yang melekat pada Kabupaten Garut sejak masa lalu. Julukan ini tidak sekadar sebutan daerah, tetapi merekam perjalanan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Garut yang dikenal ulet, pekerja keras, dan menggantungkan hidup pada sektor pertanian serta sumber daya alam. Istilah Pangirutan berasal dari bahasa Sunda, dari kata […]

  • Siapakah Raden Moehammad Moesa? Ini Biografi Singkatnya

    Siapakah Raden Moehammad Moesa? Ini Biografi Singkatnya

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Raden Moehammad Moesa adalah seorang sastrawan dan tokoh penting dalam perkembangan sastra Sunda pada abad ke-19. Ia lahir sekitar tahun 1822 di Garut, Jawa Barat, dan dikenal sebagai salah satu pelopor penggunaan bahasa Sunda dalam karya tulis modern. Moesa bekerja sebagai pegawai pemerintahan kolonial Belanda (pangreh praja), yang memberinya akses pada pendidikan dan […]

  • 5 Tradisi Menjelang Bulan Ramadhan di Garut

    5 Tradisi Menjelang Bulan Ramadhan di Garut

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Masyarakat Garut memiliki beragam tradisi khas dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Tradisi-tradisi ini bukan hanya sebagai bentuk persiapan lahir dan batin, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga. Berikut lima tradisi yang masih banyak dilakukan di Garut menjelang Ramadhan. 1. Munggahan Munggahan merupakan tradisi makan bersama keluarga, kerabat, atau tetangga sebelum memasuki […]

  • Inilah Mitos Kejantanan Pria dan Sejarah Situ Sarkanjut

    Inilah Mitos Kejantanan Pria dan Sejarah Situ Sarkanjut

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sebuah situ atau danau bernama Sarkanjut terkenal di Kabupaten Garut. Situ Sarkanjut kerap dikaitkan dengan mitos soal kejantanan pria. Situ Sarkanjut terletak di Kampung Sarkanjut, Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut. Lokasinya, berada sekitar 20 kilometer di arah Utara perkotaan Garut. Situ Sarkanjut, memang tak biasa. Namanya, tak lazim didengar dan terkesan jorok. […]

  • 2 Kelompok Kritis Sekarang

    2 Kelompok Kritis Sekarang

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kita perhatikan, sekarang ini ada dua kelompok kritis dalam panggung politik nasional yang sedang berlangsung.   Pertama, kelompok kritis pada kebijakan-kebijakan pemerintah dan program-program Presiden Prabowo, seperti soal MBG, melemahnya rupiah dll. Kelompok kritis ini murni suara rakyat sebagai kontrol kekuasaan.   Kedua, kelompok kritis yang melihat bahwa kritik-kritik pada pemerintah bukan lagi kritik […]

expand_less