Breaking News

Nah Ini Dia! 6 Keunikan Domba Cibuluh Garut Tampil Beda

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
  • visibility 336
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Domba Cibuluh Garut semakin dikenal sebagai salah satu domba unggulan lokal yang memiliki ciri khas berbeda dibandingkan domba pada umumnya. Berasal dari wilayah Cibuluh, Kabupaten Garut, domba ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya diminati peternak dan pecinta domba aduan.

 

Berikut enam keunikan Domba Cibuluh Garut:

 

1. Postur Tubuh Tegap dan Proporsional

Domba Cibuluh Garut dikenal memiliki tubuh yang kokoh, dada bidang, serta kaki yang kuat. Postur ini menjadi salah satu keunggulan utama karena menunjang ketahanan fisik dan penampilan yang gagah.

 

2. Tanduk Kuat dengan Bentuk Artistik

Salah satu ciri paling menonjol adalah bentuk tanduknya yang besar, melengkung rapi, dan simetris. Tanduk ini menjadi nilai estetika sekaligus identitas khas Domba Garut, termasuk varian Cibuluh.

 

3. Mental Petarung dan Berani

Domba Cibuluh Garut terkenal memiliki mental kuat, tidak mudah stres, dan berani. Karakter ini membuatnya sering dipilih untuk kontes ketangkasan maupun adu ketahanan yang tetap memperhatikan aspek kesejahteraan hewan.

 

4. Daya Tahan Tubuh Tinggi

Peternak setempat menyebutkan domba ini relatif tahan terhadap perubahan cuaca dan penyakit. Adaptasinya yang baik terhadap lingkungan lokal Garut membuat perawatannya lebih efisien.

 

5. Pertumbuhan Bobot Stabil

Dengan pola pakan yang tepat, Domba Cibuluh Garut memiliki pertumbuhan bobot badan yang stabil. Hal ini menjadikannya bernilai ekonomi tinggi, baik sebagai domba kontes maupun ternak pengembangbiakan.

 

6. Nilai Budaya dan Ekonomi Sekaligus

Selain sebagai komoditas ternak, Domba Cibuluh Garut juga menjadi bagian dari budaya lokal. Keberadaannya berkontribusi pada pelestarian tradisi sekaligus meningkatkan pendapatan peternak.

 

Dengan berbagai keunikan tersebut, Domba Cibuluh Garut dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai ikon ternak unggulan Kabupaten Garut.

 

 

  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Sumber: AI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • 5 Kebun Teh Terindah di Garut yang Wajib Masuk Daftar Liburan

    5 Kebun Teh Terindah di Garut yang Wajib Masuk Daftar Liburan

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 77
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut tidak hanya dikenal dengan dodol dan wisata pegunungannya, tetapi juga memiliki hamparan kebun teh yang memanjakan mata. Berada di kawasan dataran tinggi dengan udara sejuk, perkebunan teh di Garut menawarkan pemandangan hijau, suasana tenang, serta jejak sejarah panjang industri teh di Jawa Barat. Bagi pencinta wisata alam, kebun teh bisa menjadi pilihan untuk […]

  • Nah Ini Dia! 5 Kopi Lokal Khas Garut yang Wajib Kamu Coba

    Nah Ini Dia! 5 Kopi Lokal Khas Garut yang Wajib Kamu Coba

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 759
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut tidak hanya dikenal dengan dodol dan keindahan alamnya, tetapi juga memiliki kekayaan kopi lokal dengan karakter rasa yang khas. Berada di kawasan pegunungan dengan tanah vulkanik yang subur, Garut menjadi rumah bagi berbagai varietas kopi berkualitas tinggi. Berikut adalah 5 kopi lokal dari Garut yang patut mendapat perhatian para pecinta kopi. 1. […]

  • Mangkuk Hangat yang Menyatukan, 5 Keseruan di Festival Baso Aci Garut

    Mangkuk Hangat yang Menyatukan, 5 Keseruan di Festival Baso Aci Garut

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 110
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada aroma yang sulit ditolak ketika semangkuk baso aci baru saja diangkat dari panci. Uapnya mengepul, kuahnya menggoda, sementara aroma bawang goreng, daun bawang, dan jeruk limau seolah memanggil siapa saja untuk segera menyendoknya. Di Garut, aroma itu tidak hanya berasal dari satu warung, melainkan berkumpul dalam satu perayaan besar: Festival Baso Aci Garut. […]

  • Syekh Abdul Jabar Cibiuk Garut, Ulama yang Jejaknya Terwariskan di Gunung Haruman

    Syekh Abdul Jabar Cibiuk Garut, Ulama yang Jejaknya Terwariskan di Gunung Haruman

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 50
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di kaki Gunung Haruman, Desa Cipareuan, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, terdapat kompleks pemakaman yang hingga kini menjadi salah satu tujuan ziarah masyarakat. Sebelum menuju makam Syekh Ja’far Shiddiq yang dikenal sebagai Embah Wali Cibiuk, peziarah terlebih dahulu melewati makam yang dipercaya sebagai makam Syekh Abdul Jabar. Dalam sejumlah riwayat masyarakat, Syekh Abdul Jabar juga […]

  • Muhammadiyah Menyatakan, Program MBG Lebih Banyak Mudharat

    Muhammadiyah Menyatakan, Program MBG Lebih Banyak Mudharat

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 82
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saya kaget, saat Muhammadiyah menyatakan, program MBG itu lebih banyak mudharatnya. Kalau ingat gerombolan Haji Dadan cs, ada benarnya. Berani kali ormas besar Islam ini ya. Tak takut kah sama Prabowo? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Publik tahu MBG, program kebanggaan Prabowo. Program yang dipromosikan seperti ramuan sakti campuran jamu, serum Avengers, […]

  • Ilmu, Adab, dan Arah

    Ilmu, Adab, dan Arah

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • visibility 166
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pernah mendengar satu cerita tentang sebuah sekolah Islam yang membuatku diam sejenak… bukan karena kurikulumnya canggih, tapi karena sesuatu yang sering kita anggap “sepele”: adab kepada guru.   Katanya, di sekolah itu, sebelum belajar dimulai, siswa tidak langsung buka buku. Mereka berdiri, merapikan posisi duduk, lalu menundukkan kepala sejenak. Bukan ritual kosong—tapi cara […]

expand_less