Breaking News
dark_mode

Dusun Deliek, Nostalgia Garut Tempo Dulu

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Suasana zaman dulu atau Jadul, selalu dirindukan oleh berbagai kalangan. Jika ingin bernostalgia dengan suasana jadul di Garut, yuk coba datang ke tempat yang satu ini.

Nama tempatnya Dusun Deliek. Berlokasi di Jalan Raya Karangpawitan-Wanaraja, Nomor 64, Kecamatan Karangpawitan, Garut. Sekitar 15 menit jarak tempuhnya, dari pusat kota jika berkendara menggunakan motor atau mobil ke arah Utara.

Berbeda dengan tempat makan lainnya, tempat ini sangat vintage dan sarat akan nuansa jadul, atau dalam bahasa Sunda disebut jaman baheula.

Suasana tempo dulu bakal langsung terasa ketika memasuki tempatnya. Beragam ornamen yang tersedia, menarik ingatan siapapun yang datang ke memori masa lalunya di kampung.

Tempatnya terbuka dipenuhi dengan tanaman dan bangunan-bangunan khas masa lalu. Ada balai-balai hingga bangunan utama yang full dibangun dengan kayu dan bambu

Ada beragam ornamen yang mempercantik tempat ini dan mengentalkan nuansa zaman dulunya. Mulai dari sangkar burung, majalah hingga iklan produk jamu masa lawas yang terpampang di dinding.

Menu makanannya juga beragam dan tradisional. Ada gudeg nangka dan telur, opor, pecel sambal tumpang, rendang Jawa, ayam, pecel, dan balakutak.

Ada juga beragam minuman yang tersedia. Di antaranya teh tarik deliek, aneka jus, hingga kopi tubruk, dan es kelapa kayas. “Menu makanan dan minuman yang kami sediakan mayoritas berharga di bawah Rp 20 ribu,” ungkap Luqman, pengelola Dusun Deliek dikutip dari detik, Sabtu (3/1/2025).

Tempatnya cocok untuk makan siang dan ngadem, menepi dari hiruk-pikuk perkotaan. Sebab, selain bangunan lawas, terdapat air mengalir hingga sawah mini yang ada di dalam restorannya.

Tempat ini diprediksi bakal jadi primadona baru di wilayah perkotaan Garut. Dengan duit Rp 100 ribu, detikers bisa pulang kenyang dengan tiga hingga empat orang kerabat.

Tempat ini mulai dibuka untuk umum, pada Rabu, (13/8/2025). Jam sarapan, makan siang hingga sore hari menjadi waktu yang tepat untuk berkunjung ke tempat ini.

Di awal pembukaannya, pengelola menyelenggarakan pertunjukan kemerdekaan yang diperankan para pejuang kemerdekaan dan warga kampung.

Acara ini ramai disambut masyarakat. Sejumlah kakek dan nenek serta anak-anak yang ikut serta, mengajak para penontonnya kembali ke masa lalu, di zaman kemerdekaan.

Komentar

Rekomendasi

  • Yuk Kenali Tokoh Intelektual Urang Garut, Yus Rusyana

    Yuk Kenali Tokoh Intelektual Urang Garut, Yus Rusyana

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Prof. Dr. Yus Rusyana dilahirkan di Pameungpeuk, Garut Selatan, pada tanggal 24 Maret 1938. Jenjang pendidikan dasar ia lalui di Sekolah Rakyat Negeri Pameugpeuk (1946-1952).  Kekaguman terhadap sosok guru yang mengajarnya di sekolah menumbuhkan minatnya untuk berkiprah di bidang pengajaran. Ia melanjutkan pendidikan menengah di Sekolah Guru B Negeri 1 Garut (SGBN 1 Garut) […]

  • Menjaga Ingatan, Merawat Kebanggaan: Membaca KH. Anwar Musaddad dari Mata Urang Garut

    Menjaga Ingatan, Merawat Kebanggaan: Membaca KH. Anwar Musaddad dari Mata Urang Garut

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Membaca buku KH. Anwar Musaddad: Ketua Kokesin dan Pendiri Hizbullah Priangan karya Iip D. Yahya (Lakpesdam PWNU Jawa Barat, 2025) bagi urang Garut bukan sekadar membaca biografi seorang tokoh. Buku ini terasa seperti membuka kembali lembar sejarah yang lama tersimpan di lemari ingatan daerah—bahwa dari tanah Garut pernah lahir seorang ulama dengan cakrawala perjuangan […]

  • Nah Ini Dia! 6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat

    Nah Ini Dia! 6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Perayaan Tahun Baru Imlek kembali disambut meriah oleh masyarakat Tionghoa di berbagai daerah di Indonesia. Momentum pergantian tahun dalam kalender lunar ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarat makna budaya dan nilai kebersamaan. Berikut enam tradisi Imlek yang masih dilestarikan hingga kini. 1. Membersihkan dan Menghias Rumah Menjelang Imlek, masyarakat biasanya […]

  • Tau Gak Sih? Domba Garut Itu Keren Banget! Petualangan di Desa Sukalaksana

    Tau Gak Sih? Domba Garut Itu Keren Banget! Petualangan di Desa Sukalaksana

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Terletak di Pedesaan yang sejuk dan asri, Desa Sukalaksana, Kecamatan Samarang di Kabupaten Garut menyimpan pesona alam dan budaya yang masih alami dan autentik. Desa ini bukan hanya menawarkan keindahan lanskap pedesaan, tapi juga pengalaman wisata yang berkesan dari keramahan penduduk lokal, kuliner tradisional, hingga atraksi budaya yang unik seperti domba Garut yang […]

  • Membaca Jejak “Ba’dul Ikhwan”

    Membaca Jejak “Ba’dul Ikhwan”

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    Transmisi Teks al-Bajuri dan Simpul Tiga Ulama dari Tatar Sunda Abad ke-19 — TIGARUT.COM — ​Menelusuri jejak para sarjana Sunda di Kairo pada paruh pertama abad ke-19 sering kali membentur dinding ketiadaan arsip yang utuh. Sebelum Terusan Suez beroperasi pada 1869, perjalanan ke Mesir bukanlah rute lazim bagi para penuntut ilmu dari Nusantara yang umumnya […]

  • Gowes, Gen Z, dan Garut: Ketika Sepeda Jadi Gaya Hidup!

    Gowes, Gen Z, dan Garut: Ketika Sepeda Jadi Gaya Hidup!

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di Garut, sepeda bukan lagi sekadar kendaraan menuju warung atau sawah. Ia telah naik kasta menjadi simbol “kalcer”: lifestyle yang memadukan olahraga, nongkrong, konten Instagram, dan tentu saja—ngopi setelah tanjakan. Anak Gen Z Garut kini tidak cuma mengejar Wi-Fi kencang, tapi juga cadence stabil dan heart rate yang “aman terkendali”. Fenomena ini bukan […]

expand_less