Breaking News

Kampung Dukuh, Cikelet, Garut

  • account_circle Redaksi Web
  • calendar_month 13 jam yang lalu
  • visibility 5
  • print Cetak

Kampung Adat yang Menjaga Warisan Syekh Abdul Jalil

TIGARUT.COM — Kampung Dukuh berada di wilayah Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kampung ini dikenal sebagai salah satu komunitas adat Sunda yang masih mempertahankan tata kehidupan tradisional sekaligus kuat dengan nilai-nilai Islam.

 

Menurut penelitian Kementerian Agama, sejarah ajaran masyarakat Kampung Dukuh sangat erat dengan sosok Syekh Abdul Jalil, yang oleh masyarakat dipercaya sebagai tokoh penting dalam penyebaran Islam di kawasan tersebut.

 

Cikal bakal Kampung Dukuh

 

Dalam cerita yang diwariskan masyarakat, Syekh Abdul Jalil pernah berada di Sumedang dan mendapat tawaran untuk menjadi penghulu. Ia menerima dengan syarat agar pemimpin dan rakyat hidup bersatu serta tidak melanggar syariat Islam. Setelah itu, perjalanan Syekh Abdul Jalil berlanjut ke wilayah selatan.

 

Versi sejarah yang dimuat Pemerintah Desa Ciroyom menceritakan bahwa Syekh Abdul Jalil kemudian memperoleh petunjuk mengenai sebuah tempat di antara Ci Mangke dan Ci Pasarangan. Tempat tersebut dipercaya menjadi cikal bakal Kampung Dukuh.

 

Nama “Dukuh” sendiri dalam penjelasan sejarah lokal dikaitkan dengan istilah padukuhan, yaitu tempat bermukim atau tempat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

 

Kehidupan yang sederhana

 

Salah satu hal yang membuat Kampung Dukuh menarik adalah bentuk rumah dan pola kehidupannya.

 

Rumah tradisional menggunakan bambu, kayu, bilik, ijuk dan bahan-bahan alam. Kehidupan masyarakat juga secara tradisional menghindari penggunaan berbagai perangkat modern. Sumber Pemerintah Desa Ciroyom menyebut kampung tersebut hanya memiliki sekitar 42 rumah dan satu masjid pada pemberitaan yang dimuatnya.

 

Masyarakat Kampung Dukuh juga mempertahankan berbagai aturan adat dan pantangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Di antaranya terdapat aturan mengenai tata cara berpakaian, hubungan antarwarga, cara menerima tamu, hingga sikap ketika berada di kawasan makam leluhur.

 

🕌 Islam dan adat berjalan bersama

 

Penelitian Kementerian Agama yang dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumen pada 2013 menemukan bahwa nilai-nilai keagamaan masyarakat Kampung Dukuh masih dipertahankan dan dipraktikkan.

 

Salah satu nilai yang sangat menonjol adalah kehidupan sederhana dan kehati-hatian dalam beribadah yang dikaitkan dengan ajaran leluhur, khususnya Syekh Abdul Jalil.

 

Dalam kehidupan masyarakat juga terdapat tradisi seperti tawassulan, ziarah, dan berbagai ritual adat yang dipimpin oleh kuncen atau tokoh adat.

 

Hubungan dengan alam

 

Kampung Dukuh bukan hanya mempertahankan bangunan tradisional, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan lingkungan alam di sekitarnya.

 

Kesederhanaan tersebut dapat dilihat dari penggunaan bahan-bahan alam untuk rumah dan kehidupan sehari-hari. Prinsip menjaga keseimbangan antara manusia, alam dan kehidupan spiritual menjadi bagian dari nilai yang diwariskan masyarakat.

 

Makam Syekh Abdul Jalil

 

Di kawasan hutan/perbukitan sekitar Kampung Dukuh terdapat makam Syekh Abdul Jalil, yang menjadi tempat penting dalam tradisi masyarakat.

 

Penelitian Kementerian Agama mencatat bahwa makam tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan spiritual masyarakat. Bahkan terdapat aturan tertentu mengenai cara berziarah dan penghormatan terhadap makam.

 

Dengan demikian, makam Syekh Abdul Jalil bukan sekadar tempat pemakaman, tetapi menjadi bagian dari identitas sejarah dan spiritual Kampung Dukuh.

 

Pernah mengalami kebakaran

 

Warisan Kampung Dukuh juga pernah menghadapi ancaman besar. Menurut sumber yang dimuat Pemerintah Desa Ciroyom, kebakaran pada 2010 menghancurkan sekitar 40 rumah tradisional dan turut memusnahkan sebagian literatur sejarah Kampung Dukuh yang ditulis menggunakan Arab Gundul berbahasa Sunda. Setelah itu, kawasan kampung dibangun kembali dengan dukungan pemerintah.

 

Mengapa Kampung Dukuh penting bagi sejarah Garut?

 

Kampung Dukuh memberikan gambaran bagaimana tradisi Sunda, Islam, adat dan lingkungan alam dapat hidup berdampingan selama beberapa generasi.

 

Yang membuatnya sangat menarik untuk sejarah lokal bukan hanya usia kampungnya, tetapi bagaimana masyarakatnya masih berusaha mempertahankan warisan leluhur dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dan di tengah kampung tersebut terdapat satu nama yang selalu muncul dalam sejarahnya:

 

> Syekh Abdul Jalil — ulama yang dalam tradisi masyarakat dianggap sebagai tokoh penting dalam terbentuknya Kampung Dukuh.

 

Namun, untuk penulisan sejarah yang ketat, kisah perjalanan Syekh Abdul Jalil sebaiknya tetap dibedakan antara tradisi lisan masyarakat dan fakta yang telah diverifikasi melalui sumber sejarah.

 

Kampung Dukuh bukan sekadar kampung adat. Ia adalah salah satu jejak penting perjalanan sejarah Islam dan budaya Sunda di Garut Selatan.

 

Sumber

 

Kementerian Agama RI, Jurnal Harmoni — Realitas Pemenuhan Hak-hak Sipil Masyarakat Adat Kampung Dukuh Garut, penelitian lapangan di Cikelet–Ciroyom.

 

Pemerintah Desa Ciroyom — Sejarah Kampung Dukuh.

 

Pemerintah Desa Ciroyom — Kampung Adat Dukuh di Desa Ciroyom Garut Ini Sudah Ada Sejak Abad ke-17.

 

Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat — tulisan mengenai kehidupan dan kearifan masyarakat Kampung Dukuh.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Liburannya Kemana?

    Liburannya Kemana?

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • visibility 163
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Besok adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang. Biasanya, kelas akan penuh dengan cerita: tentang kampung halaman, perjalanan, atau sekadar rebahan di rumah, dan kita, tanpa sadar, selalu memulai dengan pertanyaan yang sama: “Liburannya ke mana?”   Tapi kali ini, saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda, karena semakin lama saya menjadi guru […]

  • 5 Fakta Asal Usul Panggilan Aceng di Garut, Bukan Sekadar Nama, tetapi Gelar Kehormatan

    5 Fakta Asal Usul Panggilan Aceng di Garut, Bukan Sekadar Nama, tetapi Gelar Kehormatan

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 111
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bagi masyarakat Garut, nama Aceng terdengar begitu akrab. Di berbagai kampung, pasar, hingga pesantren, panggilan ini mudah dijumpai. Bahkan, banyak orang dari luar daerah menganggap Aceng hanyalah nama khas laki-laki Sunda. Padahal, di balik panggilan tersebut tersimpan sejarah panjang yang berkaitan dengan tradisi pesantren dan budaya masyarakat Garut. Dalam perkembangannya, Aceng bukan hanya menjadi […]

  • Inilah Mitos Kejantanan Pria dan Sejarah Situ Sarkanjut

    Inilah Mitos Kejantanan Pria dan Sejarah Situ Sarkanjut

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 291
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sebuah situ atau danau bernama Sarkanjut terkenal di Kabupaten Garut. Situ Sarkanjut kerap dikaitkan dengan mitos soal kejantanan pria. Situ Sarkanjut terletak di Kampung Sarkanjut, Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut. Lokasinya, berada sekitar 20 kilometer di arah Utara perkotaan Garut. Situ Sarkanjut, memang tak biasa. Namanya, tak lazim didengar dan terkesan jorok. […]

  • Inilah Pengurus PWRI 2026-2031, Bupati Garut: Pensiun Bukan Halangan Berkontribusi bagi Bangsa

    Inilah Pengurus PWRI 2026-2031, Bupati Garut: Pensiun Bukan Halangan Berkontribusi bagi Bangsa

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 267
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Garut Kota – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, secara resmi mengukuhkan Pengurus Persatuan Wreda Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Garut Masa Bakti Tahun 2026-2031. Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (22/1/2026). Bupati Abdusy Syakur Amin menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para pensiunan Aparatur Sipil Negara […]

  • 5 Tips Aman dan Nyaman saat Berenang di Pantai Garut Selatan

    5 Tips Aman dan Nyaman saat Berenang di Pantai Garut Selatan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 196
    • 0Komentar

      TIGARUT.COM — Tentu. Berenang di pantai Garut Selatan memang menyenangkan, tetapi karakter ombak laut selatan terkenal kuat dan beberapa kejadian wisatawan terseret arus masih sering terjadi, termasuk di Karangpapak dan kawasan Cikelet.   Berikut 5 tips aman dan nyaman saat berenang di pantai Garut Selatan:   Pantai Garut Selatan menawarkan keindahan yang memikat, namun […]

  • Yuk Tingkatkan Disiplin dan Etos Kerja di Bulan Ramadan

    Yuk Tingkatkan Disiplin dan Etos Kerja di Bulan Ramadan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 207
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melaksanakan salat tarawih pertama bulan Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, pada Rabu malam (18/02/2026). Salat tarawih pertama di Masjid Agung Garut sendiri dipimpin oleh imam yaitu Ketua DKM Masjid Agung Garut, K.H Muhammad Sufina. Momen ini dimanfaatkan Bupati Garut untuk menyampaikan pesan […]

expand_less