Breaking News

Kampung Dukuh, Cikelet, Garut

  • account_circle Redaksi Web
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 4
  • print Cetak

Kampung Adat yang Menjaga Warisan Syekh Abdul Jalil

TIGARUT.COM — Kampung Dukuh berada di wilayah Desa Ciroyom, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kampung ini dikenal sebagai salah satu komunitas adat Sunda yang masih mempertahankan tata kehidupan tradisional sekaligus kuat dengan nilai-nilai Islam.

 

Menurut penelitian Kementerian Agama, sejarah ajaran masyarakat Kampung Dukuh sangat erat dengan sosok Syekh Abdul Jalil, yang oleh masyarakat dipercaya sebagai tokoh penting dalam penyebaran Islam di kawasan tersebut.

 

Cikal bakal Kampung Dukuh

 

Dalam cerita yang diwariskan masyarakat, Syekh Abdul Jalil pernah berada di Sumedang dan mendapat tawaran untuk menjadi penghulu. Ia menerima dengan syarat agar pemimpin dan rakyat hidup bersatu serta tidak melanggar syariat Islam. Setelah itu, perjalanan Syekh Abdul Jalil berlanjut ke wilayah selatan.

 

Versi sejarah yang dimuat Pemerintah Desa Ciroyom menceritakan bahwa Syekh Abdul Jalil kemudian memperoleh petunjuk mengenai sebuah tempat di antara Ci Mangke dan Ci Pasarangan. Tempat tersebut dipercaya menjadi cikal bakal Kampung Dukuh.

 

Nama “Dukuh” sendiri dalam penjelasan sejarah lokal dikaitkan dengan istilah padukuhan, yaitu tempat bermukim atau tempat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

 

Kehidupan yang sederhana

 

Salah satu hal yang membuat Kampung Dukuh menarik adalah bentuk rumah dan pola kehidupannya.

 

Rumah tradisional menggunakan bambu, kayu, bilik, ijuk dan bahan-bahan alam. Kehidupan masyarakat juga secara tradisional menghindari penggunaan berbagai perangkat modern. Sumber Pemerintah Desa Ciroyom menyebut kampung tersebut hanya memiliki sekitar 42 rumah dan satu masjid pada pemberitaan yang dimuatnya.

 

Masyarakat Kampung Dukuh juga mempertahankan berbagai aturan adat dan pantangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Di antaranya terdapat aturan mengenai tata cara berpakaian, hubungan antarwarga, cara menerima tamu, hingga sikap ketika berada di kawasan makam leluhur.

 

🕌 Islam dan adat berjalan bersama

 

Penelitian Kementerian Agama yang dilakukan melalui wawancara, observasi dan studi dokumen pada 2013 menemukan bahwa nilai-nilai keagamaan masyarakat Kampung Dukuh masih dipertahankan dan dipraktikkan.

 

Salah satu nilai yang sangat menonjol adalah kehidupan sederhana dan kehati-hatian dalam beribadah yang dikaitkan dengan ajaran leluhur, khususnya Syekh Abdul Jalil.

 

Dalam kehidupan masyarakat juga terdapat tradisi seperti tawassulan, ziarah, dan berbagai ritual adat yang dipimpin oleh kuncen atau tokoh adat.

 

Hubungan dengan alam

 

Kampung Dukuh bukan hanya mempertahankan bangunan tradisional, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan lingkungan alam di sekitarnya.

 

Kesederhanaan tersebut dapat dilihat dari penggunaan bahan-bahan alam untuk rumah dan kehidupan sehari-hari. Prinsip menjaga keseimbangan antara manusia, alam dan kehidupan spiritual menjadi bagian dari nilai yang diwariskan masyarakat.

 

Makam Syekh Abdul Jalil

 

Di kawasan hutan/perbukitan sekitar Kampung Dukuh terdapat makam Syekh Abdul Jalil, yang menjadi tempat penting dalam tradisi masyarakat.

 

Penelitian Kementerian Agama mencatat bahwa makam tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan spiritual masyarakat. Bahkan terdapat aturan tertentu mengenai cara berziarah dan penghormatan terhadap makam.

 

Dengan demikian, makam Syekh Abdul Jalil bukan sekadar tempat pemakaman, tetapi menjadi bagian dari identitas sejarah dan spiritual Kampung Dukuh.

 

Pernah mengalami kebakaran

 

Warisan Kampung Dukuh juga pernah menghadapi ancaman besar. Menurut sumber yang dimuat Pemerintah Desa Ciroyom, kebakaran pada 2010 menghancurkan sekitar 40 rumah tradisional dan turut memusnahkan sebagian literatur sejarah Kampung Dukuh yang ditulis menggunakan Arab Gundul berbahasa Sunda. Setelah itu, kawasan kampung dibangun kembali dengan dukungan pemerintah.

 

Mengapa Kampung Dukuh penting bagi sejarah Garut?

 

Kampung Dukuh memberikan gambaran bagaimana tradisi Sunda, Islam, adat dan lingkungan alam dapat hidup berdampingan selama beberapa generasi.

 

Yang membuatnya sangat menarik untuk sejarah lokal bukan hanya usia kampungnya, tetapi bagaimana masyarakatnya masih berusaha mempertahankan warisan leluhur dalam kehidupan sehari-hari.

 

Dan di tengah kampung tersebut terdapat satu nama yang selalu muncul dalam sejarahnya:

 

> Syekh Abdul Jalil — ulama yang dalam tradisi masyarakat dianggap sebagai tokoh penting dalam terbentuknya Kampung Dukuh.

 

Namun, untuk penulisan sejarah yang ketat, kisah perjalanan Syekh Abdul Jalil sebaiknya tetap dibedakan antara tradisi lisan masyarakat dan fakta yang telah diverifikasi melalui sumber sejarah.

 

Kampung Dukuh bukan sekadar kampung adat. Ia adalah salah satu jejak penting perjalanan sejarah Islam dan budaya Sunda di Garut Selatan.

 

Sumber

 

Kementerian Agama RI, Jurnal Harmoni — Realitas Pemenuhan Hak-hak Sipil Masyarakat Adat Kampung Dukuh Garut, penelitian lapangan di Cikelet–Ciroyom.

 

Pemerintah Desa Ciroyom — Sejarah Kampung Dukuh.

 

Pemerintah Desa Ciroyom — Kampung Adat Dukuh di Desa Ciroyom Garut Ini Sudah Ada Sejak Abad ke-17.

 

Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat — tulisan mengenai kehidupan dan kearifan masyarakat Kampung Dukuh.

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Jalur Berkelok dan Menanjak, 5 Tips Aman dan Nyaman Melintasi Pegunungan Garut Selatan

    Jalur Berkelok dan Menanjak, 5 Tips Aman dan Nyaman Melintasi Pegunungan Garut Selatan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut Selatan menyimpan pesona alam yang memikat. Hamparan perbukitan hijau, lembah yang menawan, hingga pantai selatan yang eksotis menjadi daya tarik bagi wisatawan maupun para perantau yang hendak pulang kampung. Namun, keindahan tersebut kerap diiringi tantangan berupa jalan pegunungan yang berkelok, menanjak, dan menurun tajam. Bagi pengendara, melintasi jalur pegunungan bukan sekadar soal sampai […]

  • Dulu Lapangan Kerkhof Garut, Eks Makam Belanda. Kini Jadi Sarana Olahraga dan Wisata Kuliner

    Dulu Lapangan Kerkhof Garut, Eks Makam Belanda. Kini Jadi Sarana Olahraga dan Wisata Kuliner

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 354
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Warga Garut pastinya sudah tidak asing dengan lapangan Kerkhof Garut, namun siapa sangka sarana olahraga ini dulunya merupakan makam Belanda.   Garut merupakan Kabupaten yang terletak di Jawa Barat dimana terkenal di kalangan wisatawan memiliki banyak destinasi yang seru untuk dikunjungi.   Salah satu yang mungkin bisa membuat penasaran ada lapangan Kerkhof Garut yang […]

  • Dua Sejoli Tua Digrebek Warga Lagi Gituan di Toilet Masjid

    Dua Sejoli Tua Digrebek Warga Lagi Gituan di Toilet Masjid

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 179
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kenapa sih selalu ketemu soal gituan. Belum hilang kisah kiyai yang jadi predator anak di bawah umur, muncul lagi kasus baru tak kalah hebohnya. Dua sejoli udah bangkotan, eh malah bercocok tanam di toilet masjid. Duh, negeriku. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Sebuah video memperlihatkan aksi penggerebekan aksi mesum seorang bapak dan […]

  • 5 Alasan Pergi ke Pantai Taman Manalusu Garut, Hidden Gem di Selatan Garut yang Wajib Dikunjungi

    5 Alasan Pergi ke Pantai Taman Manalusu Garut, Hidden Gem di Selatan Garut yang Wajib Dikunjungi

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 129
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Garut Selatan menyimpan banyak destinasi wisata alam yang memikat. Selain Pantai Santolo, Sayang Heulang, dan Rancabuaya, ada satu tempat yang masih tergolong hidden gem, yakni Pantai Taman Manalusu di Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Pantai ini menawarkan hamparan pasir putih kecokelatan, gugusan karang yang eksotis, hingga suasana yang masih alami dan belum […]

  • Menjaga Ingatan, Merawat Kebanggaan: Membaca KH. Anwar Musaddad dari Mata Urang Garut

    Menjaga Ingatan, Merawat Kebanggaan: Membaca KH. Anwar Musaddad dari Mata Urang Garut

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 289
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Membaca buku KH. Anwar Musaddad: Ketua Kokesin dan Pendiri Hizbullah Priangan karya Iip D. Yahya (Lakpesdam PWNU Jawa Barat, 2025) bagi urang Garut bukan sekadar membaca biografi seorang tokoh. Buku ini terasa seperti membuka kembali lembar sejarah yang lama tersimpan di lemari ingatan daerah—bahwa dari tanah Garut pernah lahir seorang ulama dengan cakrawala perjuangan […]

  • Jaga Stabilitas Harga Jelang Iduladha, Garut Gelar Gerakan Pangan Murah

    Jaga Stabilitas Harga Jelang Iduladha, Garut Gelar Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 135
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak yang digelar di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Jumat (22/5/2026). Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif DKP yang mempertemukan langsung produsen pangan dengan masyarakat. Ia menyoroti potensi besar pelaku […]

expand_less