Breaking News

5 Sebutan Lain Garut yang Melekat hingga Kini, dari Swiss van Java hingga Kota Intan

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
  • visibility 112
  • print Cetak

TIGARUT.COM – Garut dikenal sebagai salah satu kabupaten di Jawa Barat yang memiliki kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang begitu beragam. Keindahan pegunungan, kuliner khas, hingga tradisi masyarakatnya telah melahirkan berbagai julukan yang melekat kuat selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Sebutan-sebutan tersebut bukan sekadar nama lain, tetapi mencerminkan karakter dan identitas Garut di mata masyarakat Indonesia maupun dunia. Ada yang berasal dari kekaguman wisatawan Eropa pada masa kolonial, ada pula yang lahir karena produk unggulan dan kekayaan budaya lokal.

Berikut lima sebutan lain Garut yang masih populer hingga saat ini.

1. Swiss van Java

Julukan Swiss van Java merupakan sebutan paling terkenal bagi Kabupaten Garut. Julukan ini muncul sejak masa kolonial Belanda ketika para wisatawan Eropa terpikat oleh panorama pegunungan, lembah hijau, udara sejuk, serta hamparan perkebunan yang dianggap menyerupai lanskap negara Swiss.

Hingga kini, julukan tersebut masih melekat kuat dan menjadi daya tarik promosi pariwisata Garut. Keindahan alam seperti Gunung Papandayan, Gunung Guntur, Situ Bagendit, Darajat Pass, hingga kawasan Cipanas menjadi bukti mengapa Garut layak menyandang predikat tersebut.

2. Kota Intan

Garut dikenal sebagai Kota Intan. Julukan ini dipercaya berawal dari kekaguman Presiden Soekarno terhadap pesona Garut yang terlihat berkilau indah ketika dipandang dari ketinggian.

Sejak saat itu, istilah Kota Intan semakin populer dan menjadi salah satu identitas resmi Kabupaten Garut. Julukan ini menggambarkan harapan agar Garut menjadi daerah yang bernilai tinggi, indah, serta terus bersinar melalui pembangunan, budaya, dan potensi masyarakatnya.

3. Kota Dodol

Belum lengkap rasanya berkunjung ke Garut tanpa membawa pulang dodol. Kuliner tradisional berbahan tepung ketan, gula, santan, dan aneka cita rasa ini telah menjadi oleh-oleh khas sejak puluhan tahun lalu.

Popularitas dodol membuat Garut dijuluki Kota Dodol. Industri dodol  menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat karena melibatkan banyak pelaku usaha, mulai dari industri rumahan hingga produsen berskala besar yang memasarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia.

4. Garoet Mooi

Pada zaman Hindia Belanda, Garut dikenal dengan nama Garoet Mooi, yang berarti “Garut Indah”. Sebutan ini banyak ditemukan dalam kartu pos, brosur wisata, hingga berbagai dokumen promosi pariwisata tempo dulu.

Kala itu, Garut menjadi tempat peristirahatan favorit kaum bangsawan dan pejabat kolonial karena memiliki udara yang sejuk serta panorama alam yang memikat. Julukan tersebut menjadi bukti bahwa sejak dahulu Garut telah dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia.

5. Kota Domba

Garut juga identik dengan Domba Garut, salah satu plasma nutfah ternak unggulan Indonesia yang terkenal memiliki postur gagah dan bernilai ekonomi tinggi.

Selain menjadi komoditas peternakan, Domba Garut juga melahirkan tradisi ketangkasan domba yang menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat. Karena itu, Garut kerap dijuluki Kota Domba, sebagai simbol kekayaan budaya sekaligus kekuatan sektor peternakan daerah.

Lima julukan tersebut menunjukkan bahwa Garut memiliki banyak wajah. Alamnya yang indah melahirkan sebutan Swiss van Java dan Garoet Mooi. Kekayaan kulinernya menghadirkan julukan Kota Dodol, sementara sejarah dan kebanggaan daerah melahirkan Kota Intan. Di sisi lain, kekuatan sektor peternakan menjadikan Garut dikenal sebagai Kota Domba.

Beragam sebutan itu menjadi bukti bahwa Garut bukan hanya kaya akan destinasi wisata, tetapi juga memiliki sejarah panjang, budaya yang hidup, serta potensi ekonomi yang terus berkembang. Tidak heran jika hingga kini Garut tetap menjadi salah satu daerah paling istimewa di Jawa Barat yang selalu menarik untuk dikunjungi dan diceritakan. ***

  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Sumber: AI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Serius Perbaikan Jalan Strategis, Bupati Kunjungi Kementerian PU Benahi Infrastruktur

    Serius Perbaikan Jalan Strategis, Bupati Kunjungi Kementerian PU Benahi Infrastruktur

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 244
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan kunjungan kerja strategis menemui Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah I, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Hendro Satrio, di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Pertemuan ini difokuskan pada sinkronisasi program pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Garut guna mendongkrak ekonomi kerakyatan. Pada kesempatan ini, Bupati Garut didampingi […]

  • Reduksi Makna Pendidikan

    Reduksi Makna Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Kritik Epistemologis terhadap Statemen “Kebijakan Penutupan Prodi Berbasis Kebutuhan Industri” TIGARUT.COM — Wacana yang digulirkan oleh petinggi salah satu kementerian terkait penutupan program studi yang dianggap tidak selaras dengan kebutuhan industri merupakan sebuah simplifikasi yang berbahaya atas makna pendidikan. Karena dilontarkan oleh pejabat publik (sekalipun plt), narasi ini mencerminkan kegagalan pengelola negara dalam memahami amanat UUD […]

  • Tinjau Kebun Mawar Situhapa, Bupati Garut Dorong Pengembangan Wisata Berbasis Lingkungan

    Tinjau Kebun Mawar Situhapa, Bupati Garut Dorong Pengembangan Wisata Berbasis Lingkungan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 238
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Samarang – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin melaksanakan monitoring objek wisata Kebun Mawar Situhapa Garut, yang berlokasi di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jum’at (16/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memantau langsung kondisi sektor pariwisata di awal tahun serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana dalam menyambut wisatawan. Dalam kunjungannya, Bupati Garut didampingi oleh pengelola Kebun Mawar […]

  • MBG Bermanfaat atau Tidak? Dijawab, “Tidaaak!”

    MBG Bermanfaat atau Tidak? Dijawab, “Tidaaak!”

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 157
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ini bukan kuis berhadiah. Bukan polling Instagram, apalagi voting dangdut. Ini panggung nyata Hari Buruh 1 Mei 2026, ketika satu pertanyaan sederhana berubah jadi komedi nasional yang bikin netizen nyeduh Koptagul sambil ketawa miring.   Ceritanya begini, wak! Di tengah lautan buruh yang jumlahnya bukan kaleng-kaleng, Presiden Prabowo Subianto tampil penuh percaya diri. Gesture […]

  • Menjaga Ingatan, Merawat Kebanggaan: Membaca KH. Anwar Musaddad dari Mata Urang Garut

    Menjaga Ingatan, Merawat Kebanggaan: Membaca KH. Anwar Musaddad dari Mata Urang Garut

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 281
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Membaca buku KH. Anwar Musaddad: Ketua Kokesin dan Pendiri Hizbullah Priangan karya Iip D. Yahya (Lakpesdam PWNU Jawa Barat, 2025) bagi urang Garut bukan sekadar membaca biografi seorang tokoh. Buku ini terasa seperti membuka kembali lembar sejarah yang lama tersimpan di lemari ingatan daerah—bahwa dari tanah Garut pernah lahir seorang ulama dengan cakrawala perjuangan […]

  • Nah Ini Dia! 6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat

    Nah Ini Dia! 6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 221
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Perayaan Tahun Baru Imlek kembali disambut meriah oleh masyarakat Tionghoa di berbagai daerah di Indonesia. Momentum pergantian tahun dalam kalender lunar ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarat makna budaya dan nilai kebersamaan. Berikut enam tradisi Imlek yang masih dilestarikan hingga kini. 1. Membersihkan dan Menghias Rumah Menjelang Imlek, masyarakat biasanya […]

expand_less