Breaking News

Menjaga Warisan Alam: Menelusuri 5 Hutan Larangan di Garut yang Sarat Kearifan Lokal

  • account_circle Redaksi Web
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
  • visibility 131
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Di tengah laju pembangunan dan perubahan tata guna lahan, masyarakat Garut masih menyimpan warisan budaya yang mengajarkan pentingnya menjaga alam. Salah satunya melalui keberadaan leuweung larangan atau hutan larangan, kawasan yang dijaga secara turun-temurun dan tidak boleh dieksploitasi sembarangan.

Bagi masyarakat Sunda, hutan larangan bukan sekadar hamparan pepohonan. Kawasan ini merupakan ruang ekologis sekaligus ruang budaya yang menyimpan nilai-nilai penghormatan terhadap alam. Melalui aturan adat yang diwariskan dari generasi ke generasi, masyarakat menjaga kelestarian hutan agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi lingkungan sekitar.

Berikut lima hutan larangan di Garut yang hingga kini dikenal karena nilai budaya dan kearifan lokal yang menyertainya.

Leuweung Sancang, Hutan Legendaris di Garut Selatan

Nama Leuweung Sancang sudah tidak asing bagi masyarakat Jawa Barat. Berada di wilayah Garut Selatan, kawasan ini dikenal sebagai hutan lindung sekaligus cagar alam yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi.

Selain kekayaan alamnya, Leuweung Sancang juga lekat dengan berbagai cerita rakyat dan legenda yang berkembang di masyarakat Sunda. Kesakralan kawasan ini membuat masyarakat setempat menjaga kelestariannya dan menghindari berbagai aktivitas yang dapat merusak ekosistem hutan.

Leuweung Larangan Kampung Dukuh

Di Kecamatan Cikelet, terdapat Kampung Adat Dukuh yang masih memegang teguh tradisi leluhur. Salah satu warisan yang dijaga adalah kawasan hutan larangan yang berada di sekitar kampung adat tersebut.

Masyarakat Kampung Dukuh meyakini bahwa hutan merupakan bagian penting dari kehidupan. Karena itu, penebangan pohon dan aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan di kawasan tersebut sangat dibatasi. Hutan ini juga berfungsi sebagai daerah resapan air yang menopang kehidupan warga sekitar.

Leuweung Larangan Puncak Cae

Puncak Cae dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki nilai ekologis penting bagi wilayah Garut. Hutan di kawasan ini dijaga karena menjadi sumber mata air yang menghidupi masyarakat di sekitarnya.

Bagi masyarakat setempat, menjaga hutan berarti menjaga keberlangsungan hidup. Oleh karena itu, berbagai aturan adat dan kesepakatan bersama diterapkan untuk memastikan kawasan tersebut tetap lestari dan terhindar dari kerusakan.

Leuweung Tutupan di Kawasan Adat Garut Selatan

Di sejumlah kampung adat di Garut Selatan, dikenal istilah leuweung tutupan, yaitu kawasan hutan yang tidak boleh dimanfaatkan secara bebas oleh masyarakat.

Hutan-hutan ini berfungsi sebagai benteng konservasi alami sekaligus kawasan penyangga lingkungan. Keberadaannya membantu menjaga keseimbangan ekosistem, mencegah erosi, serta mempertahankan ketersediaan air bagi masyarakat sekitar.

Kawasan Hutan Keramat di Sekitar Situ Cangkuang

Kawasan adat Kampung Pulo dan Situ Cangkuang juga memiliki tradisi pelestarian lingkungan yang kuat. Beberapa area di sekitar kawasan tersebut dijaga melalui aturan adat yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

Meskipun tidak seluruhnya berbentuk hutan lebat, kawasan ini menunjukkan bagaimana masyarakat memadukan pelestarian alam dengan pelestarian budaya. Kesakralan tempat tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat lingkungan tetap terjaga hingga sekarang.

Keberadaan hutan larangan di Garut membuktikan bahwa masyarakat adat telah mengenal konsep konservasi jauh sebelum istilah pelestarian lingkungan populer seperti saat ini. Melalui aturan sederhana namun ditaati bersama, mereka mampu menjaga sumber mata air, melindungi keanekaragaman hayati, serta mencegah kerusakan alam.

Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, banjir, dan longsor, nilai-nilai yang terkandung dalam leuweung larangan menjadi pelajaran berharga. Alam tidak hanya dipandang sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan, tetapi juga sebagai warisan yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

Karena itu, hutan larangan bukan hanya cerita masa lalu. Ia adalah bukti bahwa kearifan lokal masih relevan sebagai salah satu kunci menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

  • Penulis: Redaksi Web

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Desa Ciela, Kampung Tua di Tanah Timbanganten

    Desa Ciela, Kampung Tua di Tanah Timbanganten

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 34
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Jauh sebelum nama Desa Ciela dikenal seperti sekarang, sebuah nama telah muncul dalam catatan kolonial Belanda abad ke-19:   TJIËLA   Pada tahun 1858, kontrolir Belanda J.C. Lammers van Toorenburg, bersama Kepala Penghulu Limbangan Raden Haji Moehamad Moesa, menemukan sejumlah benda kuno di Kampung Tjiëla, Distrik Panembong.   Di antara benda tersebut terdapat sebuah […]

  • Di Saat Semua Senang Timnas Menang, Eh… Pertamax Naik Rp16.250

    Di Saat Semua Senang Timnas Menang, Eh… Pertamax Naik Rp16.250

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 113
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Baru semalam Indonesia seperti baru menemukan tambang kebahagiaan. Timnas senior menang dua kali beruntun. Oman dihajar 3-0. Mozambique ditumbangkan 1-0. Ranking FIFA naik. Garuda Muda U-19 menyingkirkan Vietnam dengan skor 2-1. Malaysia juga ikut tersingkir. Media sosial berubah menjadi taman bermain nasional. Bahkan netizen yang biasanya bertengkar soal politik mendadak akur seperti kucing dan […]

  • Bawa Misi Pendidikan, Siswi SMPN 1 Garut Siap Berlaga di Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

    Bawa Misi Pendidikan, Siswi SMPN 1 Garut Siap Berlaga di Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 263
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kabupaten Garut. Zulqaidah Yasmin Nurhakimah (15), siswi kelas 9 SMPN 1 Garut, berhasil melaju ke Grand Final ajang Duta Siswa Indonesia 2026. Kompetisi tingkat nasional ini menjadi wadah bagi siswa-siswi berprestasi dari seluruh Indonesia dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. ‎ ‎Zulqaidah menyiapkan program kerja bertajuk “Taman Pendidikan” […]

  • Keluar dari Kapitalisme

    Keluar dari Kapitalisme

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 187
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Banyak yang bicara keluar dari kapitalisme, terutama dari para pemikir dan aktivis Islam. Sekarang, secara mengejutkan, Tempo Media mengangkatnya. Diantara semua media, Tempo adalah yang paling sadar dan paling waras. Banyak yang bicara keluar dari kapitalisme, tapi harus disadari bahwa sedikit yang paham betapa dalam, kapitalisme sudah mencengkram alam pikiran kita dan sistem sosial […]

  • I’tikaf di Garut

    I’tikaf di Garut

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 212
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di sepuluh malam terakhir Ramadhan, Garut seperti belajar berbicara dengan sunyi. Udara pegunungan yang dingin turun perlahan, menyelimuti kota kecil ini dengan ketenangan yang tak tergesa. Di masjid-masjid, lampu tetap menyala, sementara manusia memilih berdiam—bukan untuk menghindari dunia, tetapi untuk kembali menemukan dirinya. I’tikaf adalah seni menepi. Ia bukan sekadar tinggal di dalam masjid, […]

  • ‎Bupati Garut Dorong UMKM Jadi Supplier Utama Melalui Hilirisasi Kedelai

    ‎Bupati Garut Dorong UMKM Jadi Supplier Utama Melalui Hilirisasi Kedelai

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 248
    • 0Komentar

    TI‎GARUT.COM, Tarogong Kidul – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, membuka kegiatan “Program Kick Off Pemberdayaan UMKM dan Kelompok Masyarakat Sebagai Supplier Program Makan Bergizi Gratis (MBG)”. Kegiatan tersebut berlangsung di Pabrik PT Mandala 525 (MDL 525), Jalan Guntur Melati, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu (21/1/2026). ‎Bupati Garut menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk pengembangan […]

expand_less