Breaking News

Naasnya Nasib Jurnalisme Digital

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
  • visibility 569
  • print Cetak

Krisis Otoritas Makna, Tirani Algoritma

Krisis jurnalisme digital bukan semata soal hoaks atau disinformasi, melainkan krisis yang lebih dalam: siapa yang berhak menentukan makna suatu peristiwa?

Dalam media interaktif, makna tidak lagi diproduksi secara hierarkis, tetapi dinegosiasikan secara horizontal. Judul berita bisa “dikoreksi” netizen, framing dipatahkan kolom komentar, dan fakta bisa dikalahkan oleh narasi emosional yang lebih memikat algoritma.

Akibatnya, jurnalisme sering terjebak pada dua ekstrem:

  1. Elitis, mempertahankan standar lama tapi kehilangan relevansi publik.
  2. Populis algoritmik, mengejar klik, emosi, dan atensi dengan mengorbankan kedalaman makna.

Di antara dua kutub ini, otoritas makna jurnalisme kian rapuh.

Masalahnya bukan hanya partisipasi publik, tetapi algoritma platform yang menjadi kurator utama wacana. Algoritma tidak peduli pada nilai jurnalistik; ia bekerja berdasarkan keterlibatan (engagement), bukan kebenaran.

Berita yang kompleks kalah oleh konten yang sederhana. Analisis kalah oleh opini. Verifikasi kalah oleh sensasi. Jurnalisme kehilangan ruang kontemplatifnya dan dipaksa menyesuaikan diri dengan logika mesin.

Dalam situasi ini, jurnalis bukan lagi penafsir utama realitas, melainkan salah satu pemain dalam pasar perhatian yang brutal.

Era media interaktif melahirkan publik yang aktif, kritis, dan vokal—sebuah capaian demokratis yang patut diapresiasi. Namun, publik yang aktif tidak selalu berarti publik yang reflektif.

Tanpa literasi media yang memadai, partisipasi berubah menjadi polarisasi. Diskusi berubah menjadi perundungan digital. Makna dipersempit menjadi identitas dan emosi sesaat.

Jurnalisme berada di posisi sulit: antara mendidik publik atau tunduk pada selera publik.

  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Editor: SAB

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Merawat Harapan

    Merawat Harapan

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Dewi Susilawati Sofyan, Guru di Garut
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Setiap hari yang berganti, selalu saja ada cerita. Kadang datang membawa kebahagiaan, kadang menghadirkan ujian. Ada masalah yang terasa ringan, ada pula yang begitu berat hingga membuat dada sesak. Namun, jangan biarkan hati kehilangan harapan. Tenanglah… karena setiap masalah yang Allah izinkan hadir, selalu Allah siapkan pula jalan keluarnya. Tidak ada satu pun ujian yang […]

  • 5 Kaulinan Barudak di Tatar Sunda yang Sebentar Lagi Punah!

    5 Kaulinan Barudak di Tatar Sunda yang Sebentar Lagi Punah!

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 338
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Suku Sunda memiliki beragam permainan tradisional unik yang dikenal dengan sebutan kaulinan barudak. Berikut di bawah ini adalah 5 permainan tradisional Sunda yang populer:  1. Cingciripit Permainan ini biasanya dilakukan untuk menentukan siapa yang menjadi “kucing” atau penjaga dalam permainan selanjutnya. Cara mainnya, para pemain melingkar dan meletakkan satu jari telunjuk di telapak […]

  • Sengkarut Dunia Pendidikan

    Sengkarut Dunia Pendidikan

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Yudi Latif, Cendekiawan dan Budayawan
    • visibility 134
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Versi lebih lengkap yang dimuat Kompas Online, kompas.id, Kompas, Kamis, 21 Mei 2026   Problem utama pembangunan pendidikan di Indonesia adalah kesenjangan antara voices (apa yang disuarakan) dan choices (apa yang dipilih sebagai kebijakan). Semua orang bersepakat menyuarakan peran penting pendidikan bagi kemajuan bangsa. Namun, pilihan kebijakan yang diterapkan rezim pendidikan justru acap […]

  • Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi yang Tumbuh di Lereng Gunung Papandayan

    Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi yang Tumbuh di Lereng Gunung Papandayan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 264
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Gunung Papandayan di Garut bukan hanya terkenal dengan panorama kawah dan padang edelweisnya, tetapi juga dengan kopi yang tumbuh di lereng-lerengnya. Kopi Papandayan memiliki karakter unik yang lahir dari perpaduan tanah vulkanik subur, udara sejuk pegunungan, dan tradisi petani lokal yang penuh dedikasi. Berikut adalah 5 keutamaan kopi dari Papandayan yang membuatnya layak […]

  • Gali Potensi, PASI Garut Gelar Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jabar

    Gali Potensi, PASI Garut Gelar Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jabar

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri kegiatan Pembukaan Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jawa barat, yang dilaksanakan di Stadion Dalem Bintang SOR RAA Adiwijaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (23/5/2026). Bupati Garut menekankan pentingnya penyelenggaraan kompetisi secara rutin sebagai langkah strategis dalam menjaring bibit-bibit unggulan. Ajang yang menjadi wadah bagi para atlet muda ini […]

  • Dulu Lapangan Kerkhof Garut, Eks Makam Belanda. Kini Jadi Sarana Olahraga dan Wisata Kuliner

    Dulu Lapangan Kerkhof Garut, Eks Makam Belanda. Kini Jadi Sarana Olahraga dan Wisata Kuliner

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 353
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Warga Garut pastinya sudah tidak asing dengan lapangan Kerkhof Garut, namun siapa sangka sarana olahraga ini dulunya merupakan makam Belanda.   Garut merupakan Kabupaten yang terletak di Jawa Barat dimana terkenal di kalangan wisatawan memiliki banyak destinasi yang seru untuk dikunjungi.   Salah satu yang mungkin bisa membuat penasaran ada lapangan Kerkhof Garut yang […]

expand_less