Breaking News

Muhammadiyah Menyatakan, Program MBG Lebih Banyak Mudharat

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
  • visibility 81
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Saya kaget, saat Muhammadiyah menyatakan, program MBG itu lebih banyak mudharatnya. Kalau ingat gerombolan Haji Dadan cs, ada benarnya. Berani kali ormas besar Islam ini ya. Tak takut kah sama Prabowo? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Publik tahu MBG, program kebanggaan Prabowo. Program yang dipromosikan seperti ramuan sakti campuran jamu, serum Avengers, dan bensin pertamax untuk masa depan bangsa.

 

Selama ini MBG digambarkan bak pahlawan super yang akan menyelamatkan anak-anak Indonesia dari stunting, memperkuat kualitas SDM, meningkatkan kecerdasan, memperpanjang optimisme nasional, bahkan mungkin membuat tembok sekolah yang retak ikut terlihat lebih sehat.

 

Namun tiba-tiba datang Muhammadiyah membawa ember berisi air dingin. Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum, HAM, dan Hikmah, Busyro Muqoddas, melontarkan kalimat yang efek kejutnya hampir setara notifikasi “anggaran dipangkas” di grup para pemburu proyek.

 

“Mudaratnya lebih banyak.” Dua kata yang membuat para pendukung MBG mungkin langsung memeriksa tekanan darah.

 

Padahal Muhammadiyah bukan kelompok anti-gizi. Mereka bukan organisasi yang menganggap anak sekolah cukup sarapan embun pagi dan motivasi hidup. Justru Muhammadiyah aktif mengelola ratusan dapur SPPG melalui kerja sama dengan Badan Gizi Nasional. Mereka mendukung substansi program pemberian gizi.

 

Yang mereka kritik adalah cara program ini dijalankan. Menurut Muhammadiyah, sejak awal MBG berjalan dengan transparansi tak jelas. Uji publik minim. Perencanaan dianggap kurang terbuka. Sementara berbagai masalah mulai bermunculan satu per satu seperti karakter antagonis dalam sinetron yang tak pernah tamat.

 

Yang paling menegangkan tentu isu korupsi. Di Indonesia, korupsi memang memiliki kemampuan adaptasi luar biasa. Ia bisa muncul di proyek jalan, proyek gedung, proyek bansos, kadang terasa siap hadir di acara yang belum resmi dimulai. Begitu ada anggaran ratusan triliun lewat, korupsi seperti hiu yang mencium aroma darah dari jarak ribuan kilometer.

 

Karena itulah Muhammadiyah mendukung judicial review di Mahkamah Konstitusi. Gugatannya bukan kelas ecek-ecek. Ada perkara Nomor 40, 52, dan 55 Tahun 2026 yang diajukan Koalisi MBG Watch bersama Transparency International Indonesia, YLBHI, LBH Jakarta, Sajogyo Institute, YLKI, KOSPI, dan Muhammadiyah sendiri.

 

Yang dipersoalkan adalah masuknya MBG ke dalam komponen anggaran pendidikan dengan nilai fantastis sekitar Rp268 hingga Rp335 triliun dalam APBN 2026. Angka itu begitu besar sampai kalkulator murah di warung minta cuti mau nonton Piala Dunia.

 

Para pemohon menilai kebijakan tersebut berpotensi menggerus prioritas pendidikan inti. Mereka khawatir anggaran seharusnya memperbaiki sekolah, meningkatkan kesejahteraan guru, dan memperluas akses pendidikan malah tersedot ke program yang sejatinya lebih dekat dengan urusan gizi dan kesehatan.

 

Bayangkan guru honorer masih berjuang dengan penghasilan pas-pasan. Bayangkan sekolah yang atapnya bocor setiap hujan sehingga murid bisa belajar sekaligus praktik renang gaya dada. Lalu bayangkan semua itu harus bersaing dengan program raksasa yang menyedot perhatian nasional.

 

Pemerintah dan DPR tentu membela MBG. Mereka menyebut program ini sebagai investasi SDM dan bagian dari pembangunan manusia sesuai amanat konstitusi.

 

Namun Muhammadiyah memilih berdiri di posisi berbeda. Mereka tidak menolak makan bergizi. Mereka tidak menolak masa depan anak-anak. Mereka hanya mengingatkan, niat baik tanpa tata kelola yang baik sering kali berubah menjadi festival pemborosan yang dibungkus pidato patriotik.

 

Kini panggung berpindah ke Mahkamah Konstitusi. Hakim-hakim MK akan menjadi wasit dalam pertarungan antara ambisi program prioritas dan tuntutan transparansi.

 

Sementara rakyat menonton dari tribun, memegang jagung rebus imajiner, berharap satu hal sederhana, semoga ratusan triliun rupiah benar-benar sampai kepada anak-anak Indonesia, bukan malah tersesat di labirin proyek, vendor, dan kantong-kantong yang selalu lapar meski sudah kenyang berkali-kali.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Pemkab Garut Raih Opini “Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi” dari Ombudsman RI

    Pemkab Garut Raih Opini “Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi” dari Ombudsman RI

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 192
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut berhasil meraih predikat opini “Kualitas Tinggi Tanpa Maladministrasi” dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Ombudsman Republik Indonesia. Hal tersebut tercantum dalam dokumen Ringkasan Eksekutif Opini Ombudsman RI : Penilaian Madministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025, yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (29/1/2026). Penilaian tersebut memiliki maksud yakni […]

  • 8 Tips Aman Lewat Tanjakan Panganten Garut. Simak Baik-baik Ya!

    8 Tips Aman Lewat Tanjakan Panganten Garut. Simak Baik-baik Ya!

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 318
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Tanjakan Panganten di Garut dikenal sebagai salah satu jalur pegunungan paling menantang. Jalan curam, tikungan tajam, jurang di sisi jalan, serta kabut yang sering turun bikin pengendara wajib ekstra waspada. Biar perjalanan tetap aman, perhatikan tips berikut ini. 1. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima Sebelum melintas, cek rem, kopling, ban, dan mesin. Untuk […]

  • Si Kabayan Jadi Pewarta Media Online

    Si Kabayan Jadi Pewarta Media Online

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 249
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Si Kabayan ayeuna geus gaya, bajuna mah kaos oblong tapi maké rompi loba saku nu aya tulisan “PERS” badag pisan dina tonggongna. Gawéna jadi wartawan di média online “Tigarut.com”. Isuk-isuk, manéhna geus disidék ku dununganana, Redaktur nu galakna leuwih-leuwih ti Abah. “Kabayan! Mana warta dinten ayeuna? Urang peryogi berita anu viral, anu matak klik-un […]

  • Nah Ini Dia! 6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat

    Nah Ini Dia! 6 Tradisi Imlek yang Masih Dilestarikan Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 221
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Perayaan Tahun Baru Imlek kembali disambut meriah oleh masyarakat Tionghoa di berbagai daerah di Indonesia. Momentum pergantian tahun dalam kalender lunar ini bukan hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarat makna budaya dan nilai kebersamaan. Berikut enam tradisi Imlek yang masih dilestarikan hingga kini. 1. Membersihkan dan Menghias Rumah Menjelang Imlek, masyarakat biasanya […]

  • Saatnya Nikmati Keindahan Danau Putih dan Khasiat Air Belerang Talaga Bodas

    Saatnya Nikmati Keindahan Danau Putih dan Khasiat Air Belerang Talaga Bodas

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 249
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur, melakukan monitoring langsung ke objek wisata Taman Wisata Alam (TWA) Talaga Bodas di Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Sabtu (03/01/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kondisi fasilitas serta memastikan kelancaran arus wisata di awal tahun 2026. Didampingi Camat Wanaraja, Fahmi Fauzi, dan Kepala Desa Sukamenak, Osin Hasanudin, Bupati […]

  • Perkuat Ekosistem UMKM yang Tangguh dan Fleksibel ala Wirahebat Batch 4

    Perkuat Ekosistem UMKM yang Tangguh dan Fleksibel ala Wirahebat Batch 4

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 95
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri kegiatan Inaugurasi Program Wirahebat Batch 4 Tahun 2026 yang digelar di Amphitheater Ciplaz Garut, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Senin (22/6/2026). Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pondasi ekonomi lokal melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam sambutannya, Bupati Garut menerangkan bahwa […]

expand_less