Breaking News
dark_mode

Ternyata Setengah Asia Terang Berkat Batu Bara Kita, Anehnya Muncul Pemadaman Bergilir

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Saya ingin melanjutkan tulisan berjudul “Gawat, PLN Akan Melakukan Pemadaman Bergilir.” Soalnya, banyak netizen dari Pulau Jawa melaporkan pemadangan listrik bergilir sudah dirasakan. Saya kira baru “akan” ternyata sudah berlangsung. Mari kita ungkap lebih dalam persoalan krisis energi listrik ini sambil seruput Koptagul, wak!

 

Kalau ada penghargaan Nobel untuk kategori paradoks paling spektakuler di muka bumi, Indonesia layak masuk nominasi. Nuan bayangkan. Kita adalah salah satu raksasa batu bara dunia. Gunung-gunung dibelah, hutan dibongkar, sungai disibukkan tongkang, debu beterbangan seperti konfeti pesta. Batu bara kita berlayar ke India, China, Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Filipina, Bangladesh, Thailand, Malaysia, sampai Taiwan. Setengah Asia hidup terang benderang berkat batu bara dari negeri ini.

 

Lalu apa yang terjadi di rumah sendiri? Lampu mati. Bukan mati filosofis. Mati beneran.

 

Pemadaman bergilir kini bukan lagi isu yang “akan terjadi”. Netizen dari berbagai daerah di Pulau Jawa sudah melaporkan listrik mereka padam. Dari Jabodetabek, Solo, Banjarnegara, Surabaya hingga Sidoarjo, warga mendadak kembali merasakan sensasi hidup abad ke-19. Bedanya, zaman dulu orang belum bayar token listrik.

 

PLN menjelaskan, kondisi ini dipicu stok batu bara yang kritis. Sekitar 60 hingga 70 persen PLTU Jawa-Bali memiliki cadangan batu bara di bawah batas aman tujuh hari operasi. Diduga penyebab awalnya adalah keterlambatan penerbitan RKAB tambang batu bara tahun 2026. Seolah belum cukup dramatis, dua pembangkit besar milik Independent Power Producer juga mengalami gangguan teknis dan keluar dari sistem. Ibarat pertandingan sepak bola, penjaga gawang cedera, bek kena kartu merah, lalu hujan badai datang bersamaan.

 

Akar masalahnya ternyata ada pada sesuatu yang sangat dicintai manusia sejak zaman purba, uang, cuan, atau fulus.

 

Pemerintah menetapkan harga batu bara untuk kebutuhan dalam negeri melalui skema DMO sebesar US$70 per ton. Sementara Harga Batu Bara Acuan Juni 2026 mencapai US$121,83 per ton.

 

Coba bayangkan ente pedagang bakso. Ada pembeli yang menawarkan Rp70 ribu semangkuk dan ada yang menawarkan Rp121 ribu. Kira-kira sampeyan akan mengantar bakso ke mana?

 

Nah, itulah yang terjadi.

 

Ekspor tampak jauh lebih seksi dari pasar domestik. Batu bara Indonesia seperti artis papan atas yang lebih sering tampil di luar negeri dari di kampung halamannya sendiri. Akibatnya, dari kebutuhan PLN sekitar 154 juta ton per tahun, yang berhasil diamankan baru sekitar 134 juta ton. Masih ada lubang sekitar 18 hingga 20 juta ton yang menganga seperti mulut buaya lapar.

 

Sementara itu kapal-kapal batu bara tetap berlayar gagah menuju berbagai negara. Januari 2026 mencatat India membeli 7.049.668 ton batu bara Indonesia. China menyerap 6.360.418 ton. Filipina 3.169.337 ton. Korea Selatan 2.294.788 ton. Vietnam 2.151.309 ton. Jepang 2.123.181 ton. Malaysia 1.826.302 ton. Bangladesh 1.543.522 ton. Thailand 1.138.628 ton. Taiwan 866.555 ton.

 

Membaca angka-angka itu rasanya seperti melihat warung makan yang mengirim seluruh lauk ke tetangga, lalu pemiliknya sendiri makan kerupuk.

 

Paradoks menjadi semakin liar ketika kita menoleh ke Kalimantan. Pulau ini menyumbang sekitar 82 persen produksi batu bara nasional. Kaltim memiliki sumber daya batu bara 36,9 miliar ton dan cadangan 10,9 miliar ton. Sumatera Selatan menyimpan sumber daya 33,9 miliar ton dan cadangan 8,5 miliar ton. Kalsel, Kalteng, Kaltara, Jambi hingga Aceh juga duduk di atas tumpukan emas hitam bernilai triliunan rupiah.

 

Tetapi keajaiban negeri ini memang sulit ditandingi. Di Kabupaten Paser, Kaltim, masih ada sekitar 10 persen rumah tangga yang belum tersambung listrik. Desa Muara Enggelam bertahun-tahun hanya mengandalkan genset beberapa jam setiap malam. Di Kaltara masih terdapat 123 desa yang belum menikmati listrik memadai. Di Kaltim masih ada 72 desa yang belum teraliri listrik secara optimal.

 

So, kalau ada yang bertanya apa itu paradoks, jangan cari definisi di kamus. Cukup lihat Indonesia. Negeri yang mengekspor jutaan ton batu bara ke seluruh dunia, tetapi masih memiliki desa-desa yang gelap. Negeri yang menyalakan lampu negara lain, tetapi sesekali harus meraba-raba mencari lilin ketika malam tiba.

 

Mungkin inilah satu-satunya tempat di dunia di mana orang bisa berdiri di atas cadangan batu bara miliaran ton, melihat tongkang lewat setiap hari, lalu tetap bertanya kepada tetangga, “Bang, listrik di rumah abang juga mati?”

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

 

Komentar
  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rekomendasi

  • Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi dari Gunung Papandayan

    Nah Ini Dia! 5 Keutamaan Kopi dari Gunung Papandayan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Gunung Papandayan di Garut bukan hanya terkenal dengan panorama kawah dan padang edelweisnya, tetapi juga dengan kopi yang tumbuh di lereng-lerengnya. Kopi Papandayan memiliki karakter unik yang lahir dari perpaduan tanah vulkanik subur, udara sejuk pegunungan, dan tradisi petani lokal yang penuh dedikasi. Berikut adalah lima keutamaan kopi dari Papandayan yang membuatnya layak […]

  • Tau Gak Sih? Ada 5 Pondok Pesantren Terbaik di Garut

    Tau Gak Sih? Ada 5 Pondok Pesantren Terbaik di Garut

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM –Kabupaten Garut dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki tradisi pendidikan Islam yang kuat. Banyak pondok pesantren berdiri dan berkembang dengan kualitas pendidikan yang baik, baik dalam bidang keagamaan maupun pendidikan formal. Berikut ini adalah lima pondok pesantren terbaik di Garut yang memiliki reputasi baik dan banyak diminati masyarakat.   1. […]

  • Reduksi Makna Pendidikan

    Reduksi Makna Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    Kritik Epistemologis terhadap Statemen “Kebijakan Penutupan Prodi Berbasis Kebutuhan Industri” TIGARUT.COM — Wacana yang digulirkan oleh petinggi salah satu kementerian terkait penutupan program studi yang dianggap tidak selaras dengan kebutuhan industri merupakan sebuah simplifikasi yang berbahaya atas makna pendidikan. Karena dilontarkan oleh pejabat publik (sekalipun plt), narasi ini mencerminkan kegagalan pengelola negara dalam memahami amanat UUD […]

  • Bedug Lebaran di Tatar Pasundan

    Bedug Lebaran di Tatar Pasundan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • 0Komentar

    “Syiar tak lagi semata diukur dari seberapa keras pelantang suara memekakkan telinga, melainkan dipindahkan ke dalam relung dada yang paling sunyi. Di Tatar Pasundan, kebenaran fiqih diyakini sungguh-sungguh di dalam hati, tapi persaudaraan tetap dipraktikkan dengan senyum di lapangan.” TIGARUT.COM — Sejak sore, suara bedug di musholla dekat rumah terus mengalun, membelah kabut tipis yang biasa […]

  • Ketawa Rocky dengan Prabowo 

    Ketawa Rocky dengan Prabowo 

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Rocky Gerung, pengkritik Prabowo yang sangat tajam tapi dengan ringan dan tanpa beban hadir ke istana, salaman dengan Prabowo dan ketawa bersama di pelantikan sahabatnya Jumhur Hidayat. Itu menunjukkan konsistensi dia selama ini.   Rocky dikonstruk sebagai liberal. Dia membenarkan. Dia bilang, makanya saya bebas kemana pun saya pergi, karena liberal adalah orang yang […]

  • Nah Ini Dia! Keunikan 5 Kecamatan “Ci” di Garut

    Nah Ini Dia! Keunikan 5 Kecamatan “Ci” di Garut

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Dalam rangka memperingati Hari Jadi Garut (HJG) ke-213, Kabupaten Garut mengawali rangkaian acara pokok dengan menghadirkan kegiatan “Ngarawat Ci Garut”, yang mulai dilaksanakan pada 12 Februari 2025. Kegiatan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan sumber daya air sebagai bagian penting dari kehidupan, sejarah, dan jati diri masyarakat Garut. Nilai tersebut tercermin […]

expand_less