5 Alasan Voice of Baceprot Kritik Jalan Banjarwangi-Singajaya Garut
- account_circle Redaksi Tigarut
- calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
- visibility 52
- print Cetak

TIGARUT.COM – Voice of Baceprot (VoB) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kampung halaman. Band metal asal Singajaya, Garut, tersebut pernah menyoroti kondisi infrastruktur jalan Banjarwangi-Singajaya yang rusak dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Kritik VoB menarik perhatian karena disampaikan oleh putri daerah yang telah membawa nama Garut hingga panggung internasional. Berikut lima alasan mengapa persoalan jalan Banjarwangi-Singajaya penting menjadi perhatian.
1. Kondisi Jalan Menghambat Mobilitas Warga
Jalur Banjarwangi-Singajaya merupakan akses penting bagi masyarakat di kawasan Garut Selatan. Kajian Institut Teknologi Garut mencatat ruas Ciawitali-Banjarwangi menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan Banjarwangi, Singajaya, dan Pendeuy, dengan berbagai kerusakan seperti retak, lubang, pelepasan butiran, dan cekungan.
2. Jalan Rusak Berkaitan dengan Keselamatan
Kondisi jalan yang rusak bukan sekadar persoalan kenyamanan. Medan yang ekstrem dan kondisi jalan yang buruk dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Pada Juli 2025, sebuah kendaraan elf berisi sembilan orang bahkan terjun ke jurang di wilayah Banjarwangi.
3. VoB Menyuarakan Persoalan yang Dirasakan Warga
Kritik Marsya dan personel VoB memperlihatkan bahwa popularitas tidak membuat mereka melupakan daerah asal. Mereka dikenal menjadikan pengalaman dan lingkungan sekitar sebagai sumber ekspresi dalam bermusik. Identitas sebagai anak Singajaya-Garut juga menjadi bagian penting perjalanan VoB.
4. Infrastruktur Menentukan Potensi Garut Selatan
Garut Selatan memiliki potensi ekonomi, wisata, dan kreativitas yang besar. Namun, potensi tersebut akan sulit berkembang maksimal jika akses transportasi masih menghadapi persoalan. Pemerintah Kabupaten Garut sendiri menyatakan penanganan jalur Singajaya-Banjarwangi perlu dilakukan dan mengupayakan dukungan pemerintah pusat melalui program infrastruktur jalan desa.
5. Kritik VoB Bisa Menjadi Pengingat untuk Pemerintah
Suara dari VoB dapat dilihat sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap daerah asal. Ketika musisi Garut yang telah tampil di panggung dunia ikut menyoroti persoalan jalan di kampung halamannya, kritik tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya tentang proyek, tetapi juga tentang keselamatan, mobilitas, dan masa depan masyarakat.
Kritik jalan Banjarwangi-Singajaya pada akhirnya bukan sekadar soal aspal dan lubang. Di baliknya ada warga yang setiap hari melintas, anak-anak yang bersekolah, aktivitas ekonomi yang bergerak, serta potensi Garut Selatan yang membutuhkan akses yang layak.
Suara Voice of Baceprot menjadi bagian dari suara warga yang berharap kampung halaman mereka tidak hanya dikenal karena talenta anak mudanya, tetapi juga karena infrastrukturnya yang semakin baik.
- Penulis: Redaksi Tigarut
- Sumber: AI

Saat ini belum ada komentar