Digital Hustle Muslim Fesyen Garut, Nasibnya di Tangan Milenial dan Gen Z
- account_circle Redaksi Tigarut
- calendar_month Selasa, 30 Des 2025
- print Cetak

Ilustrasi gen Z berhijab (Foto:f reepik)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Menurut Isma, customer milenial dan Gen Z menginginkan sesuatu yang authentic — bukan sekadar hijab polos, tapi modis, nyaman, dan bisa dipadupadankan untuk street style maupun acara formal.
Sementara itu, owner Ethica Store (Anonymous), Butik ini menjadi one stop shop bagi keluarga muslim di Garut.
“Sekarang customer sering bilang: ‘Kak, rekomendasi OOTD buat lebaran versi Gen Z dong,’” ujarnya sambil tertawa. “Mereka ingin hijab yang tetap modest tapi bisa dipakai untuk foto di feed Instagram mereka.”
Dia mencatat peningkatan kunjungan untuk gamis dan outerwear modest dua kali lipat menjelang liburan dan akhir tahun. Ada kecenderungan belanja awalnya online — sering lewat katalog IG, lalu kunjungan ke toko fisik untuk fitting.
Tak hanya milik kota besar; pedagang Garut kini mulai merangkul platform digital.
Sebuah survei pasar e-commerce menunjukkan kategori fashion muslim menempati salah satu posisi teratas transaksi di TikTok Shop, dengan nilai transaksi mencapai ratusan miliar rupiah dan ribuan toko terdaftar di platform itu.
Di Garut, cukup banyak brand lokal yang membuat Reels dan TikTok Live untuk memperkenalkan koleksi, bahkan melibatkan micro-influencer muslim setempat untuk menarik traffic.
“Penjualan kita sering naik saat live shop Ramadan. Banyak yang nanya langsung ukuran, tips padu padan, dan rekomendasi hijab untuk Gen Z,” kata Adila, pemilik butik kecil di kawasan Tarogong.
Antara Syariat, Gaya, dan Identitas
Menurut riset akademik, generasi Gen Z menegosiasikan antara kebutuhan mengikuti tren dan nilai religiusnya. Busana muslim dipandang sebagai simbol spiritual sekaligus sosial.
- Penulis: Redaksi Tigarut
- Editor: SAB
