Breaking News

Olahraga dan Agama

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • visibility 118
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Tim Maroko sujud syukur setelah mengalahkan Belanda dalam Piala Dunia 2026. PERSIB begini gak ketika juara memperoleh hattrick? Saya pernah menulis olahraga sepakbola sebagai fenomena “secular religion,” dengan contoh Persib.

 

Tanpa sadar, Maroko, sedang mengubah wajah sepakbola dari fenomena agama sekuler menjadi agama religius. Bila tim sekuler merayakan kemenangan dengan euforia yang tak mengingat Tuhan, tim religius dengan sujud syukur berterimakasih pada Gusti Allah SWT. Hiburannya terpenuhi, religiusitasnya pun tak hilang.

 

Dalam berbagai bidang olahraga, begitulah bila pemenangnya Muslim. Dalam tinju, sang legenda terbesar, Muhammad Ali, sebelum tinju selalu berdo’a di sudut ring mengangkat kedua tangannya dan setelah menang memuji Allah SWT dengan berteriak: “Allahu Akbar!” Allah The Greatest of All.

 

Dalam gulat MMA, sang juara legendaris yang Muslim, Habib Nurmagomedov, sering sekali mengagungkan Allah dalam pertandingannya dan dia terhina bila ada yang melecehkan keimanan Islamnya, sampai rela terjun dari ring ke kursi penonton untuk menghajar yang melecehkan Islam.

 

Megawati, bintang voli asal Indonesia yang bermain di Korea Selatan, selain prestasinya mencrang juga kerudungnya yang tak pernah lepas menjadi pemandangan menarik dalam dunia olahraga di abad modern di masyarakat non Muslim.

 

Olahraga dan agama seperti tak berhubungan. Dalam Islam, tak pernah tidak berhubungan. Para atlit Muslim sering menyuguhkan pemandangan religius di arena seperti yang digambarkan di atas. Bila dulu tahun 1980-an, di kolam renang kita sering menemukan gadis renang cuek pake bikini, sekarang tak lagi ditemukan. Sekarang, ada busana renang Muslimah. Uniknya, emak-emak yang nganter anak-anaknya renang, “gebrus” ikut terjun ke kolam dengan pakaian muslimahnya yang lengkap.

 

Kehadiran religiusitas Muslim dalam olahraga menunjukkan ketakterpisahan Islam dengan semua urusan kehidupan yang diyakini oleh semua pemeluknya, kecuali satu yang masih minim: dalam politik.***

  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Saatnya Akademisi Jadi Katalisator Pembangunan Desa

    Saatnya Akademisi Jadi Katalisator Pembangunan Desa

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 283
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Penutupan Kegiatan Program Kuliah Kerja Nyata Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (KKN Gradasi) Tahun 2025, yang dilaksanakan di Halaman Gedung Pendopo Garut, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Kamis (8/1/2026). Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menekankan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat merupakan bagian […]

  • Simpang Lima Garut, Persimpangan yang Lebih Tua dari Ingatan Warganya

    Simpang Lima Garut, Persimpangan yang Lebih Tua dari Ingatan Warganya

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 364
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Jika persimpangan bisa berbicara, Simpang Lima Garut mungkin sudah lelah bercerita. Setiap hari ia menelan klakson, langkah kaki, teriakan pedagang, dan deru mesin kendaraan. Namun sedikit yang tahu, persimpangan ini adalah salah satu saksi paling setia perjalanan sejarah Kota Garut. Jauh sebelum lampu lalu lintas berdiri dan kemacetan menjadi rutinitas, Simpang Lima sudah […]

  • Transportasi Garut dan Priangan Tempo Dulu

    Transportasi Garut dan Priangan Tempo Dulu

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Hevi Abu Fauzan, pecinta kereta api,
    • visibility 454
    • 0Komentar

    “Untuk kelima kalinya, saya melakukan perjalanan dari Tjitjalengka ke Garoet. Di sepanjang jalan pos lama, saya menyaksikan begitu banyak kuda yang menderita, kegelisahan dan kesengsaraan para penumpang;”[1] TIGARUT.COM — Satu dari sekian banyak jalur kereta api mati yang akan dihidupkan kembali oleh pemerintah di tahun 2019 ini adalah jalur antara Cibatu dan Garut. Dahulu, jalur […]

  • Asyik! Garut Gulirkan Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana 2026

    Asyik! Garut Gulirkan Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Prioritaskan 109 Desa yang Belum Terjangkau   TIGARUT.COM – Kabar baik bagi lulusan SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Garut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut kembali mempersiapkan pelaksanaan Program Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana Tahun Anggaran 2026. Program ini akan memprioritaskan 109 desa dan kelurahan yang hingga kini belum memiliki penerima manfaat.   Persiapan pelaksanaan program […]

  • 5 Kebun Teh Terindah di Garut yang Wajib Masuk Daftar Liburan

    5 Kebun Teh Terindah di Garut yang Wajib Masuk Daftar Liburan

    • calendar_month Sabtu, 8 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 76
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut tidak hanya dikenal dengan dodol dan wisata pegunungannya, tetapi juga memiliki hamparan kebun teh yang memanjakan mata. Berada di kawasan dataran tinggi dengan udara sejuk, perkebunan teh di Garut menawarkan pemandangan hijau, suasana tenang, serta jejak sejarah panjang industri teh di Jawa Barat. Bagi pencinta wisata alam, kebun teh bisa menjadi pilihan untuk […]

  • Menjaga Ingatan, Merawat Kebanggaan: Membaca KH. Anwar Musaddad dari Mata Urang Garut

    Menjaga Ingatan, Merawat Kebanggaan: Membaca KH. Anwar Musaddad dari Mata Urang Garut

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 279
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Membaca buku KH. Anwar Musaddad: Ketua Kokesin dan Pendiri Hizbullah Priangan karya Iip D. Yahya (Lakpesdam PWNU Jawa Barat, 2025) bagi urang Garut bukan sekadar membaca biografi seorang tokoh. Buku ini terasa seperti membuka kembali lembar sejarah yang lama tersimpan di lemari ingatan daerah—bahwa dari tanah Garut pernah lahir seorang ulama dengan cakrawala perjuangan […]

expand_less