Breaking News

Akhirnya Kepala BGN Kena Batunya, Dicopot Prabowo

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
  • visibility 114
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Indonesia sering juga dijuluki negeri MBG. Sebab, ada saja berita atau isu terkait makanan bergizi gratis yang muncul di media. Salah satu pemicunya, komentar Kepala BGN yang sering kontroversi. Mungkin sudah kena batunya, akhirnya CEO MBG atau Presiden kita, Prabowo mencopot dari jabatannya. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

 

Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang akhirnya resmi dicopot Presiden Prabowo pada 2 Juni 2026. Bersama dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, Dadan harus meninggalkan kursi yang mungkin belakangan terasa lebih panas dari wajan penggorengan tempe di SPPG.

 

Padahal kalau melihat riwayat hidupnya, Dadan bukan orang sembarangan. Pria kelahiran Garut, 10 Juli 1967 ini merupakan akademisi tulen dari IPB. Tahun 1990 ia lulus sebagai lulusan terbaik bidang Hama dan Penyakit Tumbuhan. Setelah itu berangkat ke Jerman mengambil magister Entomologi Terapan di University of Bonn dan lulus tahun 1997. Belum puas, ia lanjut doktor di Leibniz Universität Hannover dan selesai tahun 2000.

 

Kalau urusan serangga, mungkin nyamuk saja harus mengajukan proposal penelitian sebelum berani menggigit beliau.

 

Kariernya di IPB juga panjang seperti antrean pembagian sembako menjelang Lebaran. Sejak 1992 menjadi dosen tetap, lalu menduduki berbagai jabatan strategis. Pernah menjadi Sekretaris Kantor Persiapan Implementasi Otonomi IPB, Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang IPB, hingga Direktur Ad-interim Direktorat Kerja Sama IPB. Di luar kampus, ia memimpin STPK Banau di Halmahera Barat selama 2014-2022 dan aktif di berbagai organisasi alumni.

 

Produktivitas ilmiahnya juga tidak main-main. Skor Sinta mencapai 643. Penelitiannya membahas beragam serangga, termasuk keanekaragaman kumbang Coleoptera di area reklamasi pascatambang Berau serta perilaku tikus sawah terhadap tanaman padi. Singkatnya, beliau sangat paham cara menghadapi hama. Sayangnya, tidak ada mata kuliah khusus tentang cara menghadapi hama politik dan badai netizen.

 

Penghargaan yang diterimanya juga berjejer seperti piala turnamen bulu tangkis kampung. Mulai dari penghargaan FAO tahun 1992, penghargaan Menteri PPN/Bappenas tahun 1994, Satyalancana Karya Satya X tahun 2007, XX tahun 2019, hingga XXX tahun 2023. Tahun 2016 bahkan mendapat status Warga Kehormatan Kabupaten Halmahera Barat dan Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan.

 

Lalu datanglah babak baru. Pada 19 Agustus 2024, Presiden Joko Widodo melantik Dadan sebagai Kepala BGN pertama melalui Keppres Nomor 94B Tahun 2024. Jabatan itu berlanjut di era Prabowo. Awalnya tampak menjanjikan. Namun perlahan BGN lebih sering muncul di berita dibanding pemain sinetron prime time.

 

Mulai dari isu pengadaan 70.000 motor listrik yang kemudian diklarifikasi hanya 21.801 unit untuk operasional daerah. Lalu anggaran Rp113,91 miliar untuk jasa event organizer yang dijelaskan sebagai kebutuhan lembaga baru. Belum lagi video golf pada Desember 2025 yang viral di tengah bencana Sumatera. Meski dijelaskan sebagai kegiatan charity golf untuk penggalangan dana, netizen telanjur melakukan olahraga favoritnya, lompat ke kesimpulan.

 

Puncaknya, muncul wacana memperluas MBG ke Sekolah Indonesia Jeddah dan Makkah bagi sekitar 1.480 anak pekerja migran Indonesia. DPR langsung mengernyitkan dahi karena target program di dalam negeri saja mencapai 82 juta orang pada 2026.

 

Akhirnya, setelah berbagai sorotan publik dan kasus keracunan dalam program MBG, Prabowo tampaknya memutuskan, erial ini perlu ganti pemeran utama. Pada 2 Juni 2026, Dadan resmi dicopot dan digantikan oleh Nanik S. Deyang.

 

Begitulah kisah seorang profesor serangga yang berhasil menaklukkan jurnal ilmiah, kumbang, wereng, dan tikus sawah, tetapi akhirnya tersandung oleh makhluk yang jauh lebih sulit diprediksi, yakni birokrasi, politik, dan netizen Indonesia. Terima kasih om atas jasa-jasanya selama ini.

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • 10 Tips Aman Mudik ke Garut: Perjalanan Tenang, Hati Senang!

    10 Tips Aman Mudik ke Garut: Perjalanan Tenang, Hati Senang!

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 224
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Mudik ke Garut selalu punya cerita. Udara sejuk, suasana kampung halaman, dan kehangatan keluarga menjadi magnet yang tak tergantikan. Namun, perjalanan mudik juga perlu persiapan matang agar tetap aman, nyaman, dan menyenangkan. Berikut tips yang bisa jadi panduan: 1. Rencanakan Perjalanan Sejak Awal Tentukan tanggal keberangkatan dan kepulangan lebih awal. Hindari puncak arus mudik […]

  • 5 Uniknya Kirab Budaya Garut

    5 Uniknya Kirab Budaya Garut

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sore itu, jalanan di Garut tak seperti biasanya. Riuh suara kendang bersahut dengan tawa anak-anak, sementara derap langkah peserta kirab perlahan memenuhi ruang kota. Seorang anak kecil menarik tangan ayahnya, matanya berbinar, “Bah, ini kenapa ramai sekali?” Sang ayah tersenyum, “Ini kirab budaya, Nak—cara kita mengingat siapa kita, dari mana kita berasal.”   […]

  • Dulu Lapangan Kerkhof Garut, Eks Makam Belanda. Kini Jadi Sarana Olahraga dan Wisata Kuliner

    Dulu Lapangan Kerkhof Garut, Eks Makam Belanda. Kini Jadi Sarana Olahraga dan Wisata Kuliner

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 353
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Warga Garut pastinya sudah tidak asing dengan lapangan Kerkhof Garut, namun siapa sangka sarana olahraga ini dulunya merupakan makam Belanda.   Garut merupakan Kabupaten yang terletak di Jawa Barat dimana terkenal di kalangan wisatawan memiliki banyak destinasi yang seru untuk dikunjungi.   Salah satu yang mungkin bisa membuat penasaran ada lapangan Kerkhof Garut yang […]

  • Si Kabayan Ngalamar Gawé ka Média Online

    Si Kabayan Ngalamar Gawé ka Média Online

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 248
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Si Kabayan geus bosen dicarékan waé ku mertuana alatan dianggap pangangguran abadi. Poe harita, manéhna nekat rék ngalamar gawé ka kantor média online “tigarut.com”. Manéhna datang maké sapatu bot sabelah jeung sapatu kets sabelah, bari mawa map coklat nu geus kuleuheu. “Bah, ieu daptar riwayat hirup Kabayan,” ceuk Kabayan bari masrahkeun keretas ka […]

  • Nah Ini Dia! 3 Oleh-oleh Produk Ekonomi Kreatif Garut Favorit

    Nah Ini Dia! 3 Oleh-oleh Produk Ekonomi Kreatif Garut Favorit

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 318
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut merupakan salah satu destinasi populer di Jawa Barat yang selalu dipenuhi wisatawan, pasalnya, Garut memang menawarkan ragam pilihan destinasi wisata. Panorama perbukitan yang indah, budaya yang kental, hingga sektor ekonomi kreatif yang mengagumkan, menjadi daya tarik utama kota yang dijuluki juga Swiss van Java ini. Kepopuleran Garut tentunya dipengaruhi juga oleh aksesnya yang […]

  • 5 Makam Keramat di Garut, Jejak Wali dan Sejarah Islam

    5 Makam Keramat di Garut, Jejak Wali dan Sejarah Islam

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 52
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut tidak hanya memiliki pesona alam, kuliner, dan budaya yang beragam. Di balik itu, Garut juga menyimpan jejak sejarah Islam yang kuat melalui sejumlah makam tokoh yang hingga kini menjadi tujuan ziarah masyarakat. Makam-makam tersebut bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir. Di dalamnya tersimpan cerita tentang tokoh agama, penyebaran Islam, tradisi masyarakat, serta perjalanan […]

expand_less