Breaking News
dark_mode

Siapakah Raden Moehammad Moesa? Ini Biografi Singkatnya

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Raden Moehammad Moesa adalah seorang sastrawan dan tokoh penting dalam perkembangan sastra Sunda pada abad ke-19. Ia lahir sekitar tahun 1822 di Garut, Jawa Barat, dan dikenal sebagai salah satu pelopor penggunaan bahasa Sunda dalam karya tulis modern.

Moesa bekerja sebagai pegawai pemerintahan kolonial Belanda (pangreh praja), yang memberinya akses pada pendidikan dan lingkungan intelektual pada masanya. Ia banyak menulis karya sastra dalam bentuk wawacan (puisi naratif tradisional Sunda), yang berisi ajaran moral, agama, serta gambaran kehidupan masyarakat Sunda.

Salah satu kontribusi pentingnya adalah memperkenalkan gaya penulisan yang lebih sistematis dan terpengaruh oleh sastra Barat, namun tetap berakar pada budaya lokal. Karya-karyanya turut membantu melestarikan bahasa dan budaya Sunda di tengah pengaruh kolonial.

Raden Moehammad Moesa dikenal melalui sejumlah karya sastra Sunda, terutama dalam bentuk wawacan (puisi naratif tradisional). Beberapa karyanya yang terkenal antara lain:

  • Wawacan Panji Wulung
    Karya ini merupakan salah satu yang paling terkenal. Isinya mengisahkan perjalanan hidup tokoh Panji Wulung dengan berbagai nilai moral, kepemimpinan, dan ajaran kehidupan.
  • Wawacan Raden Angling Darma
    Mengangkat cerita kepahlawanan dan kebijaksanaan seorang raja, yang sarat dengan pesan etika dan moral.
  • Wawacan Harjuna Sasrabahu
    Berkisah tentang tokoh pewayangan dengan nilai-nilai kepahlawanan, keberanian, dan tanggung jawab.

Karya-karya Moesa umumnya berfungsi sebagai media pendidikan moral dan budaya, serta berperan penting dalam perkembangan sastra Sunda modern.

Raden Moehammad Moesa wafat pada tahun 1886. Hingga kini, ia dikenang sebagai salah satu perintis sastra Sunda modern dan tokoh yang berjasa dalam perkembangan literasi di Jawa Barat.***

Komentar
  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Editor: SAB

Rekomendasi

  • Kisah Dermaga Santolo

    Kisah Dermaga Santolo

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    Jejak Lengkap Kejayaan Rempah Zaman Belanda di Garut TIGARUT.COM — Sebuah dermaga tua peninggalan kolonial masih berdiri di kawasan Pantai Santolo, Kabupaten Garut. Keberadaannya bukan sekadar bangunan tua, tetapi bagian dari sejarah panjang jalur perdagangan rempah di pesisir selatan Jawa Barat. Berdasarkan laporan dari Merdeka com, dermaga ini dibangun pada awal abad ke-20, sekitar tahun […]

  • Bawa Misi Pendidikan, Siswi SMPN 1 Garut Siap Berlaga di Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

    Bawa Misi Pendidikan, Siswi SMPN 1 Garut Siap Berlaga di Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kabupaten Garut. Zulqaidah Yasmin Nurhakimah (15), siswi kelas 9 SMPN 1 Garut, berhasil melaju ke Grand Final ajang Duta Siswa Indonesia 2026. Kompetisi tingkat nasional ini menjadi wadah bagi siswa-siswi berprestasi dari seluruh Indonesia dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia 2045. ‎ ‎Zulqaidah menyiapkan program kerja bertajuk “Taman Pendidikan” […]

  • Logika Geopolitik Trump

    Logika Geopolitik Trump

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, Odesa Indonesia, geopolitics enthusiast,
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Serbuan Amerika Serikat ke Venezuela tidak dapat dipahami semata sebagai isu demokrasi, HAM, atau krisis ekonomi domestik. Ia harus dibaca dalam kerangka yang lebih dalam: kembalinya logika klasik keamanan Amerika di Belahan Bumi Barat (Western Hemisphere). Kita harus melihatnya dari Doktrin Monroe. James Monroe (1758–1831) adalah Presiden ke-5 Amerika Serikat, menjabat pada 1817–1825. Ia […]

  • 5 Uniknya Kirab Budaya Garut

    5 Uniknya Kirab Budaya Garut

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sore itu, jalanan di Garut tak seperti biasanya. Riuh suara kendang bersahut dengan tawa anak-anak, sementara derap langkah peserta kirab perlahan memenuhi ruang kota. Seorang anak kecil menarik tangan ayahnya, matanya berbinar, “Bah, ini kenapa ramai sekali?” Sang ayah tersenyum, “Ini kirab budaya, Nak—cara kita mengingat siapa kita, dari mana kita berasal.”   […]

  • 5 Rekomendasi Masjid untuk Shalat Tarawih di Garut

    5 Rekomendasi Masjid untuk Shalat Tarawih di Garut

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di Garut, ada banyak masjid yang menjadi pilihan masyarakat untuk melaksanakan shalat tarawih saat Ramadan. Berikut lima masjid yang bisa kamu kunjungi:   1. Masjid Agung Garut – Berada di pusat kota dan menjadi salah satu lokasi utama tarawih dengan jamaah yang biasanya sangat ramai. 2. Masjid Wakaf Garut – Masjid yang cukup […]

  • Naasnya Nasib Jurnalisme Digital

    Naasnya Nasib Jurnalisme Digital

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di masa lalu, jurnalisme memiliki satu keistimewaan yang nyaris tak tergugat: ia menjadi penjaga makna. Wartawan tidak sekadar melaporkan peristiwa, tetapi juga menata realitas—memilah fakta, memberi konteks, dan menyajikan makna kepada publik. Redaksi menjadi “gerbang kebenaran”, dan media massa berfungsi sebagai otoritas simbolik dalam ruang publik. Namun, di era jurnalisme digital dan media […]

expand_less