Sambut Lailatul Qadar, 5 Masjid di Garut yang Hidupkan I’tikaf 10 Malam Terakhir Ramadhan
- account_circle Redaksi Tigarut
- calendar_month Senin, 9 Mar 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TIGARUT.COM — Sepuluh malam terakhir Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda. Masjid-masjid mulai dipenuhi jamaah yang ingin menghidupkan malam dengan i’tikaf, qiyamul lail, tilawah Al-Qur’an, dan doa. Pada malam-malam inilah umat Islam berharap dipertemukan dengan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Di Kabupaten Garut, sejumlah masjid menjadi tempat berkumpulnya jamaah yang ingin memaksimalkan ibadah di penghujung Ramadhan. Lampu-lampu masjid tetap menyala hingga dini hari, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar syahdu, dan para jamaah menghabiskan malam dalam suasana khusyuk.
Berikut lima masjid di Garut yang sering menjadi lokasi i’tikaf pada 10 malam terakhir Ramadhan 1447 H / 2026 M.
1. Masjid Al-Barru Stasiun Garut
Masjid Al-Barru yang berada di kawasan Stasiun Garut menjadi salah satu titik i’tikaf yang cukup dikenal. Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, masjid ini sering mengadakan i’tikaf bersama komunitas Garut Mengaji.
Suasana malam di masjid ini terasa hangat dengan rangkaian ibadah seperti shalat tarawih, qiyamul lail, tilawah Al-Qur’an, serta kajian singkat menjelang sahur. Panitia juga menyediakan buka puasa dan sahur gratis, sehingga jamaah dapat fokus beribadah sepanjang malam.
2. Masjid Al-Hidayah SPBU Cikurubuk
Di kawasan Cikurubuk, Masjid Al-Hidayah juga dikenal aktif menghidupkan Ramadhan melalui program i’tikaf Thaifah Manshurah yang berlangsung sepanjang 10 malam terakhir.
Kegiatan i’tikaf di masjid ini diisi dengan qiyamul lail berjamaah, dzikir malam, serta kajian tauhid yang memperkuat semangat spiritual jamaah. Suasana sederhana namun khusyuk membuat banyak jamaah betah beribadah hingga menjelang fajar.
3. Masjid Agung Garut
Sebagai masjid utama di pusat kota, Masjid Agung Garut hampir tak pernah sepi pada malam-malam terakhir Ramadhan. Jamaah dari berbagai penjuru daerah datang untuk menghidupkan malam dengan ibadah.
Setelah tarawih, jamaah biasanya melanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an, dzikir, dan qiyamul lail. Letaknya di kawasan Alun-alun Garut membuat masjid ini menjadi salah satu tujuan utama masyarakat yang ingin merasakan suasana i’tikaf bersama jamaah dalam jumlah besar.
4. Masjid Besar Tarogong
Masjid Besar Tarogong juga menjadi salah satu pusat kegiatan Ramadhan di Kabupaten Garut. Pada sepuluh malam terakhir, masjid ini sering memfasilitasi jamaah yang ingin melakukan i’tikaf.
Kegiatan yang dilaksanakan antara lain qiyamul lail berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta kajian Ramadhan. Suasana malam yang tenang menjadikan masjid ini tempat yang nyaman untuk memperbanyak ibadah dan bermunajat kepada Allah SWT.
5. Masjid Daarul Muttaqien Cimanganten
Di kawasan Cimanganten, Masjid Daarul Muttaqien dikenal aktif mengadakan kegiatan keagamaan sepanjang tahun. Pada bulan Ramadhan, masjid ini semakin hidup dengan berbagai kegiatan ibadah.
Selain kajian tafsir dan hadits, pengurus masjid juga sering mengadakan program i’tikaf Ramadhan yang diikuti masyarakat sekitar. Jamaah mengisi malam dengan tilawah Al-Qur’an, dzikir, qiyamul lail, hingga doa bersama menjelang waktu sahur.
Menghidupkan Malam Ramadhan
I’tikaf bukan sekadar berdiam di masjid, tetapi momentum untuk menjernihkan hati, memperbanyak doa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW sendiri memberi teladan dengan bersungguh-sungguh menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Masjid-masjid di Garut yang mengadakan program i’tikaf ini menjadi ruang spiritual bagi masyarakat untuk menyambut kemungkinan hadirnya Lailatul Qadar, malam yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan.
Karena bisa jadi, di antara malam-malam sunyi itu, doa yang dipanjatkan dengan tulus menjadi jalan turunnya rahmat Allah SWT.
Ramadhan pun mencapai puncaknya—ketika malam dipenuhi dzikir, dan hati kembali kepada-Nya.
- Penulis: Redaksi Tigarut
- Sumber: AI
