Breaking News
dark_mode

Tugu Sunyi di Pinggir Jalan, Jejak Darah dan Nyali Pemuda Garut di Kubang

  • account_circle Redaksi Web
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Di tengah riuh kendaraan yang melintas di Jalan Raya Garut–Bandung, berdiri sebuah tugu kecil yang kerap luput dari pandangan. Tak mencolok, tak ramai dikunjungi, bahkan sering diselimuti rumput liar. Namun di sanalah, sejarah berdarah Garut pernah ditulis.

 

Tugu itu dikenal sebagai Tugu Pertempuran Kubang. Bagi sebagian orang, ia hanya penanda jalan. Tapi bagi sejarah, tempat ini adalah saksi bisu perlawanan nekat pemuda Garut melawan tentara Jepang pada Oktober 1945.

 

Saat itu, kemerdekaan Indonesia baru seumur jagung. Senjata api nyaris tak ada. Yang dimiliki para pemuda hanyalah bambu runcing, golok, dan keberanian yang nekat. Ketika pasukan Jepang bergerak menuju Garut, para pemuda menghadang mereka di kawasan Kubang—sebuah lembah yang kini berubah menjadi jalur lalu lintas padat.

 

Pertempuran tak seimbang pun pecah. Jepang datang dengan senjata lengkap, sementara pemuda Garut bertarung dengan tekad mempertahankan tanah kelahiran. Sebanyak 37 pejuang gugur tubuh mereka jatuh di tanah yang sama dengan tempat tugu itu berdiri sekarang.

 

Puluhan tahun berlalu. Pada 1999, tugu ini akhirnya diresmikan sebagai bentuk penghormatan. Nama-nama pejuang diabadikan di prasasti, seolah ingin berkata: “Kami pernah ada. Kami pernah melawan.”

 

Namun ironi tak terelakkan. Kini, tugu itu lebih sering sepi. Catnya memudar, rumput tumbuh liar, dan tak banyak generasi muda yang tahu cerita di baliknya. Sejarah besar tersimpan di tempat yang nyaris dilupakan.

 

Padahal, jika didengarkan dengan saksama, Tugu Kubang bukan hanya monumen. Ia adalah pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia tidak hanya diperjuangkan di kota besar, tapi juga di sudut-sudut sunyi seperti Kubang—oleh pemuda-pemuda yang memilih melawan meski tahu nyawa taruhannya.

 

Di tengah kebisingan jalan raya, tugu itu masih berdiri. Diam. Menunggu siapa pun yang mau berhenti sejenak, membaca, dan mengingat.

 

 

Komentar
  • Penulis: Redaksi Web
  • Sumber: AI

Rekomendasi

  • Transportasi Garut dan Priangan Tempo Dulu

    Transportasi Garut dan Priangan Tempo Dulu

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Hevi Abu Fauzan, pecinta kereta api,
    • 0Komentar

    “Untuk kelima kalinya, saya melakukan perjalanan dari Tjitjalengka ke Garoet. Di sepanjang jalan pos lama, saya menyaksikan begitu banyak kuda yang menderita, kegelisahan dan kesengsaraan para penumpang;”[1] TIGARUT.COM — Satu dari sekian banyak jalur kereta api mati yang akan dihidupkan kembali oleh pemerintah di tahun 2019 ini adalah jalur antara Cibatu dan Garut. Dahulu, jalur […]

  • 5 Alasan Festival Seni Budaya Sayang Heulang Jadi Pesona Garut Selatan

    5 Alasan Festival Seni Budaya Sayang Heulang Jadi Pesona Garut Selatan

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM –Festival Seni Budaya Sayang Heulang bukan sekadar panggung hiburan, tetapi menjadi wajah baru kebangkitan pariwisata Garut Selatan. Digelar di kawasan Bukit Teletubbies Pantai Sayang Heulang, Pameungpeuk, festival ini memadukan panorama laut selatan dengan kekayaan seni tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Kehadirannya menjadi bukti bahwa pesona Garut Selatan tidak hanya terletak pada alam, tetapi […]

  • Si Kabayan, Tokoh Fiksi Sunda dengan Berjuta Cerita Lucu

    Si Kabayan, Tokoh Fiksi Sunda dengan Berjuta Cerita Lucu

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Wargi Garut pasti familiar dengan tokoh fiksi Sunda yang satu ini, Si Kabayan. Tentunya kamu juga mengetahui jika ada banyak cerita dan film yang mengangkat cerita tokoh Si Kabayan. Kali ini Redaksi Tigarut akan mengajak para wargi sadayana mengetahui lebih dalam mengenai sosok kabayan ini. Si Kabayan merupakan tokoh fiktif Sunda yang telah […]

  • Si Kabayan Ngalamar Gawé ka Média Online

    Si Kabayan Ngalamar Gawé ka Média Online

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Si Kabayan geus bosen dicarékan waé ku mertuana alatan dianggap pangangguran abadi. Poe harita, manéhna nekat rék ngalamar gawé ka kantor média online “tigarut.com”. Manéhna datang maké sapatu bot sabelah jeung sapatu kets sabelah, bari mawa map coklat nu geus kuleuheu. “Bah, ieu daptar riwayat hirup Kabayan,” ceuk Kabayan bari masrahkeun keretas ka […]

  • Nah Ini Dia! 5 Kopi Lokal Khas Garut yang Wajib Kamu Coba

    Nah Ini Dia! 5 Kopi Lokal Khas Garut yang Wajib Kamu Coba

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut tidak hanya dikenal dengan dodol dan keindahan alamnya, tetapi juga memiliki kekayaan kopi lokal dengan karakter rasa yang khas. Berada di kawasan pegunungan dengan tanah vulkanik yang subur, Garut menjadi rumah bagi berbagai varietas kopi berkualitas tinggi. Berikut adalah 5 kopi lokal dari Garut yang patut mendapat perhatian para pecinta kopi. 1. […]

  • Musrenbang Talegong: Fokus Pembangunan di Bidang Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur

    Musrenbang Talegong: Fokus Pembangunan di Bidang Kesehatan, Pendidikan, dan Infrastruktur

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Talegong – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan monitoring pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan dalam rangka Penyusunan RKPD Kabupaten Garut Tahun 2027, yang berlangsung di Aula Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Kamis (5/2/2026). Bupati Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa esensi pembangunan adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar lebih sehat, panjang umur, dan produktif. […]

expand_less