Breaking News

Pangauban Garut Sabet Juara I Desa Terbaik pada Anugerah Gapura Sri Baduga 2025

  • account_circle Redaksi Web
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 299
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Desa Pangauban yang terletak di Kecamatan Cisurupan, Garut, dinobatkan sebagai desa terbaik di Jawa Barat.

Desa Pangauban berhasil menyabet gelar Pinunjul Kahiji (Juara 1) kategori Desa Berkinerja Terbaik pada ajang malam Anugerah Gapura Sri Baduga (AGSB) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025.

Prosesi penganugerahan bagi para “pinunjul” ini dilakukan dalam rangkaian Drama Musikal Rahvayana, di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Kota Bandung, Selasa (30/12/2025).

Penetapan juara tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor Kep.043/PMD.01.02-BINDES/2025 tentang Penetapan Desa dan Kelurahan Berkinerja Terbaik dalam Pelaksanaan Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025.

Keputusan ini diambil setelah para peserta melewati seleksi ketat, mulai dari pemaparan lima besar hingga klarifikasi lapangan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa para pemenang akan mendapatkan apresiasi berupa alokasi anggaran pembangunan pada tahun 2026.

“Alokasi anggaran ini akan direncanakan bersama secara kolaboratif antara Pemdaprov Jabar, Pemerintah Kabupaten/Kota, hingga tingkat desa dan kelurahan,” ujar KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).

KDM berpesan agar anggaran tersebut digunakan secara tepat sasaran untuk menata wilayah di tahun 2026. Fokus utamanya adalah pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Harapan saya di tahun 2026, desa dan kelurahan semakin tertata. Tidak ada lagi rumah rakyat miskin (yang tidak layak), tidak ada lagi jalan rusak, dan semua warga harus sudah teraliri listrik, air bersih, serta memiliki akses toilet yang memadai,” tegasnya.

Rasa bangga diungkapkan Kepala Desa Pangauban, Asep Peri Herdiana. Menurutnya, penghargaan Pinunjul Kahiji ini merupakan buah dari semangat gotong royong masyarakat.

“Malam ini membuktikan bahwa kebersamaan membangun desa telah terwujud. Gelar juara ini bukan akhir, melainkan pintu gerbang perjuangan kami untuk terus menyejahterakan masyarakat Pangauban,” ungkap Asep.

Senada dengan hal tersebut, Lurah Sindangrasa, Derry Yusman, mengaku haru atas capaian wilayahnya. Ia menilai nilai-nilai kemanusiaan dan kolaborasi menjadi kunci utama meskipun terdapat keterbatasan sarana prasarana.

“Kami memiliki nilai gotong royong yang kuat. Dalam menjalankan program, kami tidak hanya terpaku pada anggaran, tetapi pada semangat membangun bersama,” kata Derry.

Sebagai informasi, evaluasi AGSB tahun ini mencakup 5.311 desa dan 646 kelurahan di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Penilaian dilakukan secara berjenjang dengan menitikberatkan pada aspek tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, serta efektivitas pemberdayaan masyarakat.

Melalui AGSB, Pemdaprov Jabar berharap desa dan kelurahan yang menjadi juara dapat menjadi rujukan atau role model bagi daerah lain dalam memperkuat pelayanan publik yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Berikut daftar lengkap Pinunjul AGSB Jawa Barat 2025:

Kategori Desa:

1. Pinunjul Kahiji: Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut

2. Pinunjul Kadua: Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung

3. Pinunjul Katilu: Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor

 

Kategori Kelurahan:

1. Pinunjul Kahiji: Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis

2. Pinunjul Kadua: Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi

3. Pinunjul Katilu: Kelurahan Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung

Prestasi ini diraih Desa Pangauban setelah berhasil menyisihkan ribuan desa lainnya di Jawa Barat berkat beberapa indikator kunci yang dinilai sangat unggul oleh tim juri:

– Inovasi Digital dan Transparansi:
Desa Pangauban dinilai sukses mengimplementasikan sistem administrasi berbasis digital yang memudahkan warga dalam mengurus dokumen tanpa harus mengantre lama di kantor desa.

– Pemberdayaan Ekonomi Lokal:
Keberhasilan BUMDes Pangauban dalam mengelola potensi pertanian dan wisata lokal menjadi poin tambahan yang signifikan.

– Kelestarian Budaya dan Lingkungan:
Pangauban dianggap mampu menjaga keseimbangan antara modernitas dengan kearifan lokal Sunda, sejalan dengan semangat “Sri Baduga” yang mengedepankan identitas Jawa Barat.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Nah Ini Dia! 5 Rekomendasi Buku Filsafat Stoik yang Terbit di Indonesia

    Nah Ini Dia! 5 Rekomendasi Buku Filsafat Stoik yang Terbit di Indonesia

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 1.172
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di tengah kehidupan modern yang penuh distraksi, kecemasan, dan tekanan sosial—dari target karier, algoritma media sosial, hingga tuntutan menjadi “sukses” versi siapa pun—filsafat Stoik kembali menemukan momentumnya. Stoikisme tidak menawarkan pelarian dari realitas, melainkan cara berdamai dengan realitas tanpa kehilangan martabat dan kejernihan berpikir. Kabar baiknya, beberapa karya penting Stoik kini telah diterjemahkan […]

  • Shalatlah Allah yang Menjamin Rizki

    Shalatlah Allah yang Menjamin Rizki

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
    • visibility 126
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Suatu hari, seorang suami pulang ke rumah dan menemui istrinya setelah shalat isya. Ia menemukan anak-anaknya sudah pada tidur.   Dia bertanya kepada istrinya, “Apakah anak-anak sudah shalat?”   Istrinya berkata, “Di rumah tidak ada makanan dan aku mengasuh dan menyibukkan mereka sampai pada tertidur dan mereka belum shalat.”   “Bangunkanlah mereka…!” Kata suaminya […]

  • 5 Destinasi Wisata Favorit di Garut Saat Libur Idul Fitri

    5 Destinasi Wisata Favorit di Garut Saat Libur Idul Fitri

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 200
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Momentum Idul Fitri bukan hanya tentang silaturahmi dan saling memaafkan, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk melepas penat bersama keluarga. Setelah perjalanan mudik dan rangkaian ibadah Ramadan, berwisata ringan di alam terbuka bisa menjadi pilihan menyenangkan. Garut, dengan pesona alamnya yang sejuk dan beragam, menawarkan banyak destinasi menarik yang cocok dikunjungi saat […]

  • 5 Tradisi Unik Lebaran di Garut. Apa Aja?

    5 Tradisi Unik Lebaran di Garut. Apa Aja?

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 201
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Lebaran di Garut bukan sekadar momen saling memaafkan, tetapi juga ruang hidup bagi tradisi yang sarat makna. Di tengah suasana pegunungan yang sejuk dan budaya Sunda yang kental, masyarakat Garut merayakan Idulfitri dengan cara-cara khas yang diwariskan turun-temurun. Berikut lima tradisi unik Lebaran di Garut yang menarik untuk disimak:   1. Ngaliwet Bareng […]

  • Indahnya Leuwi Jurig, Pemandian Alami nan Misterius di Bungbulang Play Button

    Indahnya Leuwi Jurig, Pemandian Alami nan Misterius di Bungbulang

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 367
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bagi Anda yang suka menantang adrenalin dan belum mengetahui akan liburan kemana akhir tahun ini, bisa mengunjungi Leuwi Jurig. Leuwi Jurig berada di Kampung Rupit, Desa Bojong, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Bagi Anda yang berasal dari Jakarta, Anda bisa menuju Bandung via tol Cileunyi, kemudian ke Kota Garut. Dari sana, dibutuhkan 2-3 […]

  • Harlah NU ke-103 di Pasirwangi, Warga Nahdliyin Sinergi Bangun Daerah

    Harlah NU ke-103 di Pasirwangi, Warga Nahdliyin Sinergi Bangun Daerah

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 268
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Pasirwangi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mengapresiasi peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan merawat tradisi Islam yang moderat (wasathiyah). Hal ini disampaikan dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) NU yang dilaksanakan di Lapangan Desa Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jum’at (23/1/2026). Staf Ahli Bupati Garut, Maskut […]

expand_less