Breaking News

Mirip Malin Kundang! Inilah Kisah Dalem Boncel

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • visibility 382
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Cerita rakyat “Dalem Boncel” berasal dari Jawa Barat. Cerita karya Sunarsih ini mengisahkan sebuah keluarga miskin yang memiliki seorang anak bernama Boncel.

Suatu hari, Boncel pergi dari desa Bungbulang untuk mengadu nasib. Boncel pun tiba di desa Caringin, Banten. Di sana, ia bekerja dengan kepada desa. Kegigihan dan kejujurannya membuat dirinya diangkat sebagai sekretaris desa hingga menjadi dalem (bupati).

Di bawah pemerintahnnya, Desa Caringin menjadi maju, bahkan dermaga Caringin menjadi pelabuhan perdagangan internasional dimana kapal-kapal dagang VOC banyak berlabuh. Cerita ini mengajarkan bahwa kesuksesan bisa diraih dengan kerja keras dan kejujuran.

Cerita rakyat ini ditulis dalam rangka memenuhi program Badan Bahasa, yaitu Gerakan Literasi Nasional. Badan Bahasa mencanangkan Gerakan Literasi Nasional dalam upaya menciptakan bangsa Indonesia yang mempunyai kemampuan literasi yang tinggi.

Bangsa yang mempunyai kemampuan literasi adalah bangsa yang dapat memberdayakan sisi psikologi, kognisi, ekonomi, maupun politiknya.

Cerita rakyat Dalem Boncel berasal dari daerah Garut. Cerita ini penulis sadur dari buku berjudul Dongeng-Dongeng Pakidulan Garut yang diterbitkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut. Cerita ini mengandung nilai sejarah tentang bupati yang berkuasa di daerah Caringin, Banten.

Alur cerita Dalem Boncel sekilas mirip dengan cerita Malin Kundang dari Sumatera Barat. Dalam cerita ini Dalem Boncel dikisahkan sebagai anak yang durhaka terhadap ibunya. Dia tidak mau mengakui ketika ibunya datang, karena pada saat itu dia sudah menjadi seorang bupati, sedangkan ibunya hanya seorang tua renta dan miskin.

Selain menceritakan tentang kedurhakaan Dalem Boncel, dalam cerita rakyat ini diceritakan tentang keuletan Dalem Boncel dalam belajar membaca. Kerajinannya belajar membawa keberhasilan dia hingga menjadi seorang bupati.

Dalam cerita ini juga dikisahkan bagaimana sebuah mimpi seorang rakyat jelata menjadi kenyataan menjadi seorang bupati, punya kekuasaan dan kekayaan.

Penulis berharap benang merah dari cerita ini mampu memberikan inspirasi kepada bangsa Indonesia pada umumnya dan khususnya siswa sekolah. Nilai-nilai budaya lokal yang ada dalam jalinan kisah Dalem Boncel bisa mengajak siswa-siswa untuk menghormati orang tua.

Begitu juga keuletan Dalem Boncel dalam menggapai impiannya bisa memacu siswa untuk tidak takut bermimpi dan menggapai cita-cita setinggi mungkin.

Cerita ini juga mengajarkan bagaimana kerajinan belajar dan kreativitas dapat mewujudkan cita-cita. Akhir kata semoga cerita rakyat ini bermanfaat bagi siswa sekolah untuk mewujudkan karakter bangsa Indonesia yang mempunyai kemampuan literasi tinggi.

Untuk mengetahui cerita utuhnya yang bersumber dari buku Dalem Boncel terbitan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (2016) dapat diunduh pada laman ini 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Leuweung Sancang di Garut Dianggap Menakutkan? Ini Alasannya

    Leuweung Sancang di Garut Dianggap Menakutkan? Ini Alasannya

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Hakim Ghani
    • visibility 1.303
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sancang adalah sebuah nama yang bagi sebagian kalangan terasa sangat menakutkan untuk didengar. Di balik keindahan alamnya, Sancang menyimpan banyak misteri hingga terkesan angker dan menakutkan. Apa alasannya? Di antara beragam daerah yang ada di Kabupaten Garut, Sancang adalah salah satu yang paling menjadi sorotan. Letaknya yang jauh dari hingar-bingar perkotaan dan didominasi […]

  • Dedi Mulyadi dan Wacana Bayar Jalan: Rakyat Jangan Terus Diperas

    Dedi Mulyadi dan Wacana Bayar Jalan: Rakyat Jangan Terus Diperas

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Alimudin Garbiz, Share Creator, Pemerhati Sosial Politik
    • visibility 138
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Dedi Mulyadi melempar wacana penghapusan pajak kendaraan bermotor lalu menggantinya dengan sistem bayar jalan provinsi. Sekilas terdengar modern dan inovatif. Dibungkus dengan istilah “keadilan”: siapa yang sering memakai jalan, dia yang lebih banyak membayar.   Tetapi rakyat tidak hidup dari istilah. Rakyat hidup dari pengeluaran sehari-hari.   Hari ini masyarakat sudah dibebani: harga sembako […]

  • Bedug Lebaran di Tatar Pasundan

    Bedug Lebaran di Tatar Pasundan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • visibility 183
    • 0Komentar

    “Syiar tak lagi semata diukur dari seberapa keras pelantang suara memekakkan telinga, melainkan dipindahkan ke dalam relung dada yang paling sunyi. Di Tatar Pasundan, kebenaran fiqih diyakini sungguh-sungguh di dalam hati, tapi persaudaraan tetap dipraktikkan dengan senyum di lapangan.” TIGARUT.COM — Sejak sore, suara bedug di musholla dekat rumah terus mengalun, membelah kabut tipis yang biasa […]

  • Suka dan Cinta

    Suka dan Cinta

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Yudi Latif, Direktur Reform Institute
    • visibility 211
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saudaraku, apa bedanya “aku menyukaimu” dan “aku mencintaimu”?   Ketika engkau menyukai bunga, kau petik ia sekejap—rupanya memikat, semerbaknya kau hirup diam-diam, lalu ia gugur bersama waktu yang engkau abaikan.   Ketika engkau mencintai bunga, kau sirami ia setiap hari, kau rawat tanahnya, kau jaga akarnya, kau temani tumbuhnya—dan dari kuncup yang perlahan merekah, […]

  • Pelantikan MUI Garut 2025-2030, Jadikan Awal Baru dan Semangat Pengembang Amanah

    Pelantikan MUI Garut 2025-2030, Jadikan Awal Baru dan Semangat Pengembang Amanah

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 254
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, Aang Abdullah Zein, Melantik dan Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Garut Masa Khidmat 2025-2030, yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (7/1/2026). Kegiatan ini di hadiri juga oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Forkopimda, Anggota DPRD Kabupaten Garut, […]

  • Asyik! Garut Gulirkan Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana 2026

    Asyik! Garut Gulirkan Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Prioritaskan 109 Desa yang Belum Terjangkau   TIGARUT.COM – Kabar baik bagi lulusan SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Garut. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut kembali mempersiapkan pelaksanaan Program Beasiswa Satu Desa Satu Sarjana Tahun Anggaran 2026. Program ini akan memprioritaskan 109 desa dan kelurahan yang hingga kini belum memiliki penerima manfaat.   Persiapan pelaksanaan program […]

expand_less