Breaking News

Jati Diri Manusia Sunda Sejati ala Haji Hasan Mustofa

  • account_circle Ibn Ghifarie, Penulis dan Peneliti Agama dan Media
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • visibility 597
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Diakui atau tidak, keberadaan Ki Sunda (bahasa, aksara, sastra, agama) tinggal menanti sang penjemput ajal tiba. Ibarat pepatah, hidup enggan mati tak mau. Pasalnya, kehadiran mojang-jajaka selaku generasi penerus sekaligus penjaga khazanah kesundaan tak mau belajar kesundaan. Sekadar contoh, kawula muda bangga berkomunikasi dengan memakai bahasa persatuan (Indonesia ala Betawi) di Tanah Pasundan.

Ini yang dikeluhkan oleh Drs. Ahmad Gibson Albustomi, M.Ag, dosen Filsafat Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung dalam bukunya, Filsafat Manusia Sunda, Kumpulan Esai HHM, Teosofi dan Filsafat (November, 2012) dengan mengajukan pertanyaan melalui judul; “Basa Indung” dan “Basa Lulugu” dalam Kurikulum Lokal Bahasa Indonesia (Fragmen 16); Kuring Urang Sunda (?) (Fragmen 16).

Bila dalam judul “Basa Indung” dan “Basa Lulugu” dalam Kurikulum Lokal Bahasa Indonesia menuliskan, Basa Indung orang Sunda adalah bahasa Sunda, hal ini tidak lagi perlu diperdebatkan. Akan tetapi bahasa Sunda yang mana? Apakah bahasa Sunda yang dikenal dan dipakai oleh masyarakat Sunda Priangan? (Bandung, Cianjur, Sumedang, Garut, Tasikmalaya dan Ciamis), ataukah basa Sunda non-Priangan lainnya seperti bahasa Sunda dengan dialek yang digunakan oleh masyarakat di wilayah seperti Cirebob, Banten, Bogor dan wilayah Sunda lainnya? (h. 113)

Pada tulisan Kuring Urang Sunda (?) menerangkan, lahir dari Rahim keluarga Sunda pituin, sejak kecil hidup dalam lingkungan masyarakat Sunda. Karena biasa, maka tidak ada hal yang menarik untuk diperhatikan berkenaan dengan ke-Sunda-anku. Setelah sadar bahwa selama ini atmosfer budaya asing lebih dominan membentuk perilaku dan konstruk nilai budaya yang hidup dalam pikiran dan pengalaman batin, aku bertanya-tanya, siapa aku? Betulkah saya orang Sunda?

Ngan nangtayungkeun pikukuh,
Mun enya tariking angina,
Kodrat irodat pangeran,
Nu mindahkeun birit aing,
Lahaola wala kuwata,
Aing nu hajating aing.

Jangan-jangan “Kuring lain urang Sunda?” Apalagi ada yang menyebut bahwa orang Sunda harus malu bila tidak bisa main kecapi, suling, serta alat-alat music Sunda lainnya. Atau, berbahasa Sunda dengan baik (ala Mataram). Aku memang merasa malu, tak ada satu alat music Sunda pun yang bisa kumainkan. Tak ada satu pun yang menjadi bagian dari kehidupanku. Sampai sekarang aku hanya menjadi penikmat seni music, tapi tidak pernah memiliki kemampuan (kabisa) untuk memainkan alat-alat musik. (h. 193-194). Sungguh perlu kita mengajukan pertanyakan; Adakah manusia Sunda sejati itu?

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • 5 Makam Keramat di Garut, Jejak Wali dan Sejarah Islam

    5 Makam Keramat di Garut, Jejak Wali dan Sejarah Islam

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 52
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut tidak hanya memiliki pesona alam, kuliner, dan budaya yang beragam. Di balik itu, Garut juga menyimpan jejak sejarah Islam yang kuat melalui sejumlah makam tokoh yang hingga kini menjadi tujuan ziarah masyarakat. Makam-makam tersebut bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir. Di dalamnya tersimpan cerita tentang tokoh agama, penyebaran Islam, tradisi masyarakat, serta perjalanan […]

  • Si Kabayan, Tokoh Fiksi Sunda dengan Berjuta Cerita Lucu

    Si Kabayan, Tokoh Fiksi Sunda dengan Berjuta Cerita Lucu

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 362
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Wargi Garut pasti familiar dengan tokoh fiksi Sunda yang satu ini, Si Kabayan. Tentunya kamu juga mengetahui jika ada banyak cerita dan film yang mengangkat cerita tokoh Si Kabayan. Kali ini Redaksi Tigarut akan mengajak para wargi sadayana mengetahui lebih dalam mengenai sosok kabayan ini. Si Kabayan merupakan tokoh fiktif Sunda yang telah […]

  • Tatarucingan: Kecerdasan Kolektif Warga Sunda

    Tatarucingan: Kecerdasan Kolektif Warga Sunda

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 260
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Dalam khazanah tradisi lisan Nusantara, masyarakat Sunda memiliki sebuah produk budaya yang unik bernama tatarucingan. Meski sering kali dianggap sebagai permainan kata yang remeh atau sekadar hiburan pelepas penat, tatarucingan sejatinya adalah manifestasi dari konsepsi kebudayaan Sunda yang mendalam. Ia merupakan perpaduan antara ketajaman logika, kekayaan bahasa, dan watak masyarakat Sunda yang menjunjung tinggi kejenakaan […]

  • Situs Kabuyutan Ciburuy, Jejak Warisan Sunda di Garut

    Situs Kabuyutan Ciburuy, Jejak Warisan Sunda di Garut

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 31
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di kaki Gunung Cikuray, terdapat sebuah tempat yang menyimpan jejak penting kebudayaan Sunda: Situs Kabuyutan Ciburuy, yang berada di Kampung Ciburuy, Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut. Situs ini bukan sekadar tempat peninggalan masa lampau. Ciburuy dikenal sebagai kabuyutan, sebuah tempat yang dahulu berfungsi menyerupai padepokan atau pusat pembelajaran. Di dalamnya tersimpan berbagai […]

  • 5 Rekomendasi Pantai di Garut Asyik Liburan Idul Fitri

    5 Rekomendasi Pantai di Garut Asyik Liburan Idul Fitri

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 184
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Libur Idul Fitri selalu membawa kita pada satu kata yang sederhana namun dalam: pulang. Bukan sekadar kembali ke kampung halaman, tetapi kembali pada ketenangan yang sering hilang di tengah rutinitas. Di Garut, pulang bisa berarti menyusuri jalan menuju pantai selatan—tempat di mana debur ombak seolah menghapus penat, dan angin laut membawa rasa syukur […]

  • 5 Tips Aman dan Nyaman saat Arus Balik ke Garut di Tengah Cuaca Hujan

    5 Tips Aman dan Nyaman saat Arus Balik ke Garut di Tengah Cuaca Hujan

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 177
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Musim arus balik sering kali beriringan dengan cuaca yang tak menentu. Hujan deras, jalan licin, hingga potensi longsor menjadi tantangan tersendiri bagi para pemudik yang kembali beraktivitas. Perjalanan menuju Garut pun membutuhkan kesiapan ekstra, bukan hanya dari sisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik dan kewaspadaan pengendara. Dengan persiapan yang tepat, perjalanan tetap bisa […]

expand_less