Breaking News

Asyiknya Wisata Healing ke Kawah Kamojang

  • account_circle Editorial Tigarut
  • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
  • visibility 96
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Kadang-kadang, yang kita butuhkan dalam hidup bukan nasihat. Bukan pula seminar motivasi dengan judul panjang yang membuat kita merasa gagal sebelum seminar dimulai. Kadang kita cuma butuh pergi ke tempat yang udaranya dingin, pemandangannya indah, dan sinyalnya tidak terlalu agresif.

Maka suatu pagi, saya memutuskan untuk healing ke Kawah Kamojang. Keputusan itu sebenarnya sederhana, tetapi terasa seperti keputusan besar bagi orang yang sehari-hari lebih sering melihat layar laptop daripada melihat langit. Saya ingin sebentar meninggalkan rutinitas dan memberi kesempatan kepada kepala untuk bernapas.

Perjalanan menuju Kamojang terasa menyenangkan karena pemandangan perlahan berubah. Jalanan yang ramai berganti dengan pepohonan, udara semakin sejuk, dan tikungan mulai membuat perut ikut berdiskusi. Di dalam kendaraan saya cuma bisa berkata, “Tenang, ini healing, bukan uji nyali.”

Semakin mendekati kawasan Kawah Kamojang, udara terasa semakin dingin. Angin pegunungan seperti sedang berkata, “Sudah lama kamu tidak keluar rumah, ya?” Saya pun tersenyum karena ternyata alam bisa menyindir lebih halus daripada teman sendiri.

Sesampainya di kawasan kawah, saya langsung disambut kepulan uap putih yang keluar dari bumi. Pemandangan itu terasa unik karena kita seperti sedang melihat bumi bernapas. Saya berdiri beberapa saat tanpa berkata apa-apa karena ternyata keindahan alam memang kadang lebih bagus dinikmati daripada dijelaskan.

Namun manusia zaman sekarang memang agak aneh. Baru melihat pemandangan indah selama lima detik, tangan sudah mencari kamera dan kepala mulai berpikir tentang caption Instagram. Kita datang untuk menikmati alam, tetapi akhirnya sibuk memastikan apakah alam sudah cukup bagus untuk masuk media sosial.

Saya kemudian mencoba menyimpan HP dan benar-benar menikmati suasana. Udara dingin masuk perlahan, suara alam terdengar lebih jelas, dan pikiran yang biasanya berisik mulai sedikit tenang. Rasanya seperti kepala yang selama ini penuh tab browser akhirnya menutup beberapa halaman.

Di tempat seperti Kamojang, kita bisa belajar dari alam bahwa semuanya tidak harus dilakukan terburu-buru. Uap kawah naik perlahan, pepohonan tumbuh tanpa mengejar target bulanan, dan angin bergerak tanpa takut ketinggalan tren. Sementara manusia sering baru bangun tidur saja sudah merasa tertinggal oleh kehidupan.

Kita memang sering terlalu sibuk mengejar sesuatu. Mengejar pekerjaan, mengejar uang, mengejar popularitas, bahkan kadang mengejar kebahagiaan sampai lupa menikmati hidup yang sedang berjalan. Padahal mungkin yang kita butuhkan bukan mengejar lebih banyak, tetapi berhenti sebentar dan bertanya apakah kita masih baik-baik saja.

Di tengah udara dingin Kamojang, pertanyaan itu terasa semakin jelas. Saya kemudian sadar bahwa selama ini mungkin bukan hidup yang terlalu berat, melainkan saya yang terlalu lama tidak beristirahat. Ternyata tubuh dan pikiran juga punya hak untuk berkata, “Bos, kita break dulu.”

Healing ternyata tidak selalu harus mahal. Tidak harus naik pesawat, menginap di hotel mewah, atau membuat itinerary sampai tujuh halaman. Kadang cukup pergi ke tempat yang indah, menghirup udara segar, menikmati pemandangan, lalu pulang dengan pikiran yang lebih ringan.

Kawah Kamojang juga mengingatkan bahwa alam memiliki cara sendiri untuk menenangkan manusia. Kita datang membawa kepala yang penuh masalah, tetapi pulang membawa perspektif yang sedikit berbeda. Masalahnya mungkin masih ada, tetapi hati kita sudah lebih siap untuk menghadapinya.

Tentu saja, healing tidak otomatis membuat semua masalah menghilang. Deadline tetap menunggu, pekerjaan tetap harus diselesaikan, dan tagihan tetap memiliki kemampuan luar biasa untuk mengingatkan kita kepada kenyataan. Bedanya, setelah melihat kawah dan menikmati udara pegunungan, kita bisa menghadapi semuanya dengan kepala yang tidak terlalu panas.

Mungkin itulah makna healing yang sebenarnya. Bukan melarikan diri dari kehidupan, tetapi mengambil jarak sebentar agar kita bisa melihat kehidupan dengan lebih jernih. Sebab manusia juga perlu berhenti sesekali supaya ketika kembali berjalan, langkahnya tidak terasa terlalu berat.

Di Kawah Kamojang, saya akhirnya menemukan alasan sederhana untuk bersyukur. Bumi ternyata masih menyediakan begitu banyak keindahan yang sering kita lewatkan karena terlalu sibuk mengejar urusan sendiri. Kadang kita hanya perlu keluar sebentar untuk menyadari bahwa dunia ini jauh lebih luas daripada layar HP kita.

Jadi kalau suatu hari kepala terasa penuh, mungkin jangan langsung menyalahkan kehidupan. Bisa jadi kita cuma butuh udara dingin, pepohonan hijau, dan perjalanan kecil menuju tempat yang jauh dari rutinitas. Kalau kebetulan tempatnya Kawah Kamojang, saya cuma punya satu komentar: healing-nya asyiiiiiiiiik!

Pulang dari Kamojang, badan memang sedikit lelah. Tetapi hati terasa lebih ringan dan pikiran menjadi lebih lapang. Rasanya seperti mendapatkan kesempatan untuk melakukan restart tanpa harus menekan tombol apa pun.

Kita tidak bisa menghentikan masalah hanya dengan pergi berwisata. Namun kita bisa memberi diri sendiri ruang untuk bernapas sebelum kembali menghadapi semuanya. Karena terkadang, istirahat sebentar bukan tanda kita menyerah, melainkan cara agar kita punya tenaga untuk melanjutkan perjalanan.

Dan mungkin, di situlah pelajaran paling sederhana dari perjalanan ke Kawah Kamojang. Hidup tidak harus selalu dikejar dengan terburu-buru karena ada waktunya kita berjalan, berhenti, menikmati pemandangan, lalu bersyukur. Sebab sesekali, manusia memang perlu pergi jauh agar bisa kembali menemukan dirinya sendiri. ***

  • Penulis: Editorial Tigarut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Nah Ini Dia! 5 Makna Julukan Kabupaten Garut yang Terkenal

    Nah Ini Dia! 5 Makna Julukan Kabupaten Garut yang Terkenal

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 276
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat yang memiliki kekayaan alam, budaya, sejarah, serta tradisi masyarakat yang sangat kuat. Letaknya yang dikelilingi pegunungan membuat Garut dianugerahi panorama alam yang indah, udara sejuk, dan sumber daya alam yang melimpah. Tidak mengherankan jika daerah ini memiliki berbagai julukan yang populer, baik di […]

  • Begitu Nanik Mundur, Prabowo Langsung Pasang Sudaryono

    Begitu Nanik Mundur, Prabowo Langsung Pasang Sudaryono

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 82
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Belum sempat kursi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dingin setelah ditinggal Nanik S. Deyang, Presiden Prabowo sudah mengirim pemain pengganti. Cepat sekali. Rasanya lebih cepat dari seruput Koptagul dan makan pisgor. Masuklah Dr. Sudaryono, atau akrab disapa Mas Dar. Pertanyaan publik pun bermunculan. Ahli gizi? Bukan. Ahli politik? Ya. Ahli organisasi? Ya. Ahli bisnis? […]

  • Si Kabayan Nulis Berita Maké Tools AI

    Si Kabayan Nulis Berita Maké Tools AI

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 252
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Si Kabayan keur diuk ngetéyép di pojok kantor média online. Manéhna keur puyeng sabab kudu nyieun tulisan panjang ngeunaan “Ekonomi Kreatif di Lembur”. Keur kitu, datang babaturanana nu sok mawa béja, Si Lamsijan. “Kabayan, naha bet pusing ngetik? Ayeuna mah aya ‘Jig jépiti’ (ChatGPT)! Manéh tinggal nanya, tulisan langsung jadi sakiceup!” ceuk Lamsijan […]

  • Aproval Rating Sang Gubernur Konten 

    Aproval Rating Sang Gubernur Konten 

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Ridhazia, Wartawan Senior
    • visibility 178
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — KDM masuk bursa bakal calon pemimpin nasional. Bahkan digadang-gadang menjadi presiden/wakil presiden. Tingkat kepuasan publik (approval rating) di Jawa Barat terhadap kinerjanya sangat tinggi, dan hampir sempurna hingga mencapai 95,5% per Februari 2026.   Tokoh Sunda Dekat Rakyat   Tingginya apresiasi publik terhadap kinerja Gubernur Jawa Barat berdasarkan hasil survei terbaru hingga awal 2026 […]

  • Malam Jumat Kita Bahas Hamil di Luar Nikah

    Malam Jumat Kita Bahas Hamil di Luar Nikah

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 122
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kita ketemu lagi dengan malam Jumat. Kelambunya jangan dipasang dulu. Inilah malam punya banyak nama panggilan. Ada menyebut malam penuh berkah. Ada yang menyebut malam sunnah Rasul. Saatnya membaca Surah Alkahfi. Ada juga menyebut malam ketika diplomasi tingkat tinggi antara dua pihak yang telah memiliki stempel halal biasanya meningkat tajam. Bahasa kerennya hubungan bilateral. […]

  • Makin Marak Demo Tandingan, Apakah Posisi Prabowo Aman?

    Makin Marak Demo Tandingan, Apakah Posisi Prabowo Aman?

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 95
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Lupakan sekejab kisah Roy Suryo dan dr Tifa. Kita kembali fokus pada demo. Mulai marak aksi demo tandingan. Muncul pertanyaan, apakah fenomena ini mengindikasi posisi Prabowo tidak aman? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Munculnya BEM Bersatu beberapa waktu lalu sudah membuat banyak orang mengernyitkan dahi sampai hampir menyentuh ubun-ubun. Belum habis publik […]

expand_less