Breaking News
dark_mode

Buku, Dosen, Google dan AI

  • account_circle Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung
  • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Banyak orang bertanya, “Kalau semua pengetahuan sudah ada di Google dan AI, untuk apa masih ada buku dan dosen?”

Pertanyaan itu tampak modern, tetapi sesungguhnya lahir dari kekeliruan yang sangat tua: menyamakan informasi dengan ilmu, dan menyamakan jawaban dengan kebijaksanaan.

Google mampu menunjukkan miliaran halaman. AI mampu merangkum jutaan buku dalam hitungan detik. Namun keduanya tidak pernah menjalani pergulatan batin ketika sebuah gagasan lahir. Mereka menyajikan hasil, tetapi tidak mengalami proses. Di sinilah buku dan dosen masih berdiri. Buku bukan sekadar kumpulan informasi, melainkan jejak perjalanan akal manusia. Dosen bukan mesin pencari, melainkan penunjuk jalan agar seseorang mampu berpikir, bukan sekadar menemukan jawaban.

Di era digital, nilai buku memang turun sebagai gudang informasi, tetapi justru naik sebagai gudang cara berpikir. Nilai dosen juga bukan lagi karena ia paling banyak tahu, sebab mahasiswa sering lebih cepat menemukan data lewat ponselnya. Nilai seorang dosen kini terletak pada kemampuannya mengajarkan bagaimana membedakan fakta dari opini, ilmu dari propaganda, argumentasi dari retorika, dan kebenaran dari sekadar sesuatu yang viral.

Google dapat membuat orang pintar mencari. AI dapat membuat orang cepat menjawab. Tetapi hanya buku yang melatih kedalaman berpikir, dan hanya guru yang mampu menumbuhkan kedewasaan intelektual. Pengetahuan bisa diunduh dalam hitungan detik, tetapi kebijaksanaan hanya lahir melalui dialog, pengalaman, kesalahan, dan perenungan yang panjang.

Karena itu, di masa depan, dosen yang hanya memindahkan isi buku ke slide presentasi memang akan punah—dan memang pantas punah. Namun dosen yang mampu membangkitkan rasa ingin tahu, mengasah nalar kritis, membentuk karakter ilmiah, dan menginspirasi lahirnya gagasan baru justru akan menjadi semakin langka dan semakin berharga.

Akhirnya, AI mungkin akan mengubah cara manusia belajar, tetapi tidak akan pernah menghapus alasan manusia belajar. Sebab tujuan pendidikan bukan memenuhi kepala dengan informasi, melainkan membentuk manusia yang mampu menggunakan pengetahuan dengan akal yang jernih, hati yang bijak, dan tanggung jawab moral. Itulah wilayah yang sampai hari ini belum bisa digantikan oleh mesin.***

Komentar
  • Penulis: Moeflich Hasbullah, Dosen UIN Bandung

Rekomendasi

  • MBG Bermanfaat atau Tidak? Dijawab, “Tidaaak!”

    MBG Bermanfaat atau Tidak? Dijawab, “Tidaaak!”

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ini bukan kuis berhadiah. Bukan polling Instagram, apalagi voting dangdut. Ini panggung nyata Hari Buruh 1 Mei 2026, ketika satu pertanyaan sederhana berubah jadi komedi nasional yang bikin netizen nyeduh Koptagul sambil ketawa miring.   Ceritanya begini, wak! Di tengah lautan buruh yang jumlahnya bukan kaleng-kaleng, Presiden Prabowo Subianto tampil penuh percaya diri. Gesture […]

  • 5 Tempat Wisata Asyik di Garut, Cocok untuk Liburan Alam dan Keluarga

    5 Tempat Wisata Asyik di Garut, Cocok untuk Liburan Alam dan Keluarga

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut dikenal sebagai salah satu destinasi favorit di Jawa Barat yang menawarkan panorama alam lengkap, mulai dari gunung, kawah, hingga air terjun. Udara sejuk dan lanskap pegunungan membuat daerah ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Berikut lima tempat wisata asyik di Garut yang layak masuk daftar kunjungan: […]

  • Asyik Deh, Minat Baca Naik, Tapi Toko Buku, Kok, Sepi Ya!

    Asyik Deh, Minat Baca Naik, Tapi Toko Buku, Kok, Sepi Ya!

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Sukron Abdilah
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kalau kamu rajin baca berita edukasi atau diskusi literasi, belakangan ini ada kabar “menggembirakan”: minat baca masyarakat Indonesia meningkat! Asyik, kan? Tapi tunggu dulu — coba mampir ke toko buku di mal terdekat. Kamu mungkin akan menemukan pemandangan yang agak ironis: toko rapi, lampu hangat, rak penuh buku baru… tapi pembelinya bisa dihitung […]

  • Soal BK

    Soal BK

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • account_circle Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — “Kalau ada satu dokumen yang paling saya tunggu setelah siswa lulus, itu bukan rekap nilai. Tapi hasil refleksi mereka.” 🤭 Serius. Setiap tahun, menjelang perpisahan kelas 9, saya selalu menyempatkan membuat formulir refleksi untuk siswa. Isinya pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang perjalanan mereka selama SMP, tentang diri mereka, tentang masa depan, dan tentu saja tentang […]

  • Menunggu Senja di Kota Intan: Catatan Ngabuburit dari Garut

    Menunggu Senja di Kota Intan: Catatan Ngabuburit dari Garut

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Menjelang magrib di Garut selalu ada rasa yang berbeda. Udara pegunungan yang sejuk pelan-pelan berubah hangat oleh keramaian langkah orang-orang yang menanti adzan. Ngabuburit di kota ini bukan sekadar menghabiskan waktu, tetapi seperti ritual kecil untuk menyapa senja dan diri sendiri. Di pelataran Garut Town Square, anak-anak berlari kecil, remaja duduk melingkar sambil bercanda, […]

  • 5 Uniknya Kirab Budaya Garut

    5 Uniknya Kirab Budaya Garut

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Sore itu, jalanan di Garut tak seperti biasanya. Riuh suara kendang bersahut dengan tawa anak-anak, sementara derap langkah peserta kirab perlahan memenuhi ruang kota. Seorang anak kecil menarik tangan ayahnya, matanya berbinar, “Bah, ini kenapa ramai sekali?” Sang ayah tersenyum, “Ini kirab budaya, Nak—cara kita mengingat siapa kita, dari mana kita berasal.”   […]

expand_less