Breaking News

5 Rekomendasi Rumah Makan ala Pedesaan di Garut, Nikmatnya Kuliner Sunda dalam Suasana Lembur

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
  • visibility 51
  • print Cetak

TIGARUT – Garut bukan hanya dikenal karena dodol, domba, dan panorama pegunungannya. Kabupaten di selatan Jawa Barat ini juga memiliki kekayaan kuliner Sunda yang semakin menarik ketika dinikmati dalam suasana khas pedesaan.

Bagi pencinta kuliner yang ingin merasakan sensasi dahar di saung, lesehan, ditemani kolam ikan, sawah, atau udara sejuk, sejumlah rumah makan di Garut bisa menjadi pilihan. Konsep seperti ini menghadirkan pengalaman makan yang bukan sekadar mengenyangkan, tetapi juga membawa ingatan pada suasana lembur dan tradisi makan bersama.

Berikut lima rekomendasi rumah makan ala pedesaan di Garut yang bisa masuk daftar kunjungan:

1. Rumah Makan Lumbung Padi Garut

Rumah Makan Lumbung Padi Garut berada di kawasan Muara Sanding, Garut Kota. Namanya saja sudah menghadirkan bayangan kehidupan agraris masyarakat Sunda.

Tempat ini dikenal memiliki area yang luas dengan suasana nyaman, kolam ikan, serta konsep yang cocok untuk makan bersama keluarga. Sejumlah sumber juga menyebut adanya fasilitas ramah anak, sehingga rumah makan ini menarik untuk menjadi pilihan liburan keluarga.

Menu yang ditawarkan didominasi hidangan khas Sunda. Perpaduan makanan, suasana saung, dan lingkungan yang tenang membuat pengalaman makan terasa seperti kembali ke suasana lembur.

2. Rumah Makan Sunda Saung Nyimas Hampor

Rumah Makan Sunda Saung Nyimas Hampor di kawasan Rancabango, Tarogong Kaler, bisa menjadi pilihan bagi pencinta masakan Sunda dengan suasana saung.

Konsep saung membuat pengunjung tidak hanya datang untuk makan, tetapi juga menikmati suasana santai bersama keluarga atau teman. Masakan Sunda yang identik dengan sambal, lalapan, ikan, ayam, dan aneka hidangan tradisional semakin cocok disantap dalam suasana seperti ini.

Saung menjadi salah satu cara kuliner Sunda mempertahankan kedekatan dengan tradisi masyarakat pedesaan: sederhana, hangat, dan mengutamakan kebersamaan.

3. Racik Desa

Racik Desa di Jalan Cipanas Baru, Pananjung, Tarogong Kaler, barangkali menjadi salah satu tempat yang paling sesuai dengan tema makan ala pedesaan.

Sejumlah sumber kuliner menggambarkan Racik Desa dengan bangunan bernuansa bambu dan saung yang dikelilingi suasana hijau. Bahkan, konsep pedesaan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama tempat makan ini.

Nama “Racik Desa” seolah mengajak pengunjung kembali pada dapur lembur: makanan tradisional, suasana sederhana, dan kebersamaan yang menjadi bagian penting dari budaya Sunda.

4. Rumah Makan Saung Abah

Rumah Makan Saung Abah berada di jalur Garut–Tasikmalaya, kawasan Cilawu.

Konsep saung menjadi daya tarik tersendiri bagi rumah makan ini. Pengunjung dapat menikmati hidangan khas Sunda dalam suasana yang lebih santai dan tidak terlalu formal.

Lokasinya juga menarik bagi wisatawan yang sedang melakukan perjalanan menuju atau dari arah Tasikmalaya. Makan bersama di saung bisa menjadi jeda yang menyenangkan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

5. Saung Kejora

Saung Kejora merupakan pilihan lain bagi pencinta kuliner Sunda yang ingin mendapatkan atmosfer Sunda pisan.

Konsep tempat duduk berbentuk saung membuat suasana makan terasa lebih dekat dengan tradisi masyarakat lembur. Hidangan khas Sunda pun terasa semakin nikmat ketika disantap bersama keluarga sambil berbincang dan menikmati suasana sekitar.

Rumah makan dengan konsep saung seperti ini memang memiliki daya tarik tersendiri. Bukan hanya makanan yang dicari, tetapi juga pengalaman menikmati hidangan dalam suasana yang tenang dan akrab.

Bukan Sekadar Makan

Pada akhirnya, rumah makan ala pedesaan di Garut menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar menu di atas meja.

Ada saung, lesehan, lalapan, sambal, nasi liwet, ikan bakar, kolam ikan, udara sejuk, hingga obrolan keluarga yang membuat pengalaman kuliner menjadi lebih berkesan.

Di tengah kehidupan yang semakin cepat, makan di saung seolah mengajak kita memperlambat langkah. Duduk bersama, mengambil nasi, mencocol sambal, kemudian berbincang tanpa tergesa-gesa.

Inilah salah satu kekuatan kuliner Sunda di Garut: rasa yang hadir di lidah, suasana yang tinggal di ingatan, dan kebersamaan yang tumbuh di meja makan.

Sebab di lembur, dahar bukan hanya perkara kenyang. Dahar adalah cara sederhana untuk merawat silaturahmi.

  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Sumber: AI

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • 5 Pesona Garut yang Wajib Dikunjungi, dari Alam hingga Kuliner Legendaris

    5 Pesona Garut yang Wajib Dikunjungi, dari Alam hingga Kuliner Legendaris

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 76
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Garut selalu memiliki alasan untuk membuat siapa pun ingin kembali berkunjung. Dijuluki sebagai Swiss van Java, kabupaten di selatan Jawa Barat ini menawarkan perpaduan pesona alam, kekayaan budaya, hingga kuliner khas yang telah melegenda. Tak heran jika Garut menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus merasakan hangatnya budaya […]

  • Bupati Garut Ajak Muslimat NU Berkolaborasi Atasi Permasalahan di Garut

    Bupati Garut Ajak Muslimat NU Berkolaborasi Atasi Permasalahan di Garut

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Diskominfo Kab. Garut
    • visibility 246
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Tarogong Kaler – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Konferensi Cabang (Konfercab) XII Pimpinan Cabang Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Garut Tahun 2025 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Huda, Jalan Otista, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (27/12/2025). Bupati Garut, menekankan bahwa kehadiran Muslimat NU memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menghadapi tantangan […]

  • Saatnya Nikmati Keindahan Danau Putih dan Khasiat Air Belerang Talaga Bodas

    Saatnya Nikmati Keindahan Danau Putih dan Khasiat Air Belerang Talaga Bodas

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 248
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur, melakukan monitoring langsung ke objek wisata Taman Wisata Alam (TWA) Talaga Bodas di Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Sabtu (03/01/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau kondisi fasilitas serta memastikan kelancaran arus wisata di awal tahun 2026. Didampingi Camat Wanaraja, Fahmi Fauzi, dan Kepala Desa Sukamenak, Osin Hasanudin, Bupati […]

  • Misteri Tato di Tubuh Korban: Kunci Motif Perbuatan Taufik?

    Misteri Tato di Tubuh Korban: Kunci Motif Perbuatan Taufik?

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Nurul Indra, Mantan Jurnalis, Asisten Peneliti
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Misteri yang masih berputar-putar di kepalaku dari kasus Taufik Hidayat ini tentu saja soal MOTIF. Kenapa Taufik melakukan itu? Aku yakin, banyak dari kita juga penasaran. Karena semakin banyak detail kasus ini terungkap, semakin sulit dipahami dengan logika orang kebanyakan. Mengetahui motif Taufik ini sangat penting. Nanti aku kasih tahu apa saja hal penting itu, […]

  • Bedug Lebaran di Tatar Pasundan

    Bedug Lebaran di Tatar Pasundan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • visibility 176
    • 0Komentar

    “Syiar tak lagi semata diukur dari seberapa keras pelantang suara memekakkan telinga, melainkan dipindahkan ke dalam relung dada yang paling sunyi. Di Tatar Pasundan, kebenaran fiqih diyakini sungguh-sungguh di dalam hati, tapi persaudaraan tetap dipraktikkan dengan senyum di lapangan.” TIGARUT.COM — Sejak sore, suara bedug di musholla dekat rumah terus mengalun, membelah kabut tipis yang biasa […]

  • 2 Kelompok Kritis Sekarang

    2 Kelompok Kritis Sekarang

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 114
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kita perhatikan, sekarang ini ada dua kelompok kritis dalam panggung politik nasional yang sedang berlangsung. Pertama, kelompok kritis pada kebijakan-kebijakan pemerintah dan program-program Presiden Prabowo, seperti soal MBG, melemahnya rupiah dll. Kelompok kritis ini murni suara rakyat sebagai kontrol kekuasaan. Kedua, kelompok kritis yang melihat bahwa kritik-kritik pada pemerintah bukan lagi kritik pada program […]

expand_less