Breaking News
dark_mode

Hasan Mustofa: Penghulu, Pujangga, dan Jiwa Sunda yang Berpikir

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Senin, 29 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Di tanah Garut yang dingin dan subur oleh doa serta kabut, lahirlah seorang lelaki yang kelak menjadi jembatan antara langit spiritual Islam dan bumi budaya Sunda. Namanya Raden Haji Hasan Mustofa—lebih dikenal sebagai Hasan Mustofa, seorang penghulu, ulama, sekaligus pujangga yang menulis dengan hati dan berpikir dengan akar.

Ia tidak lahir sebagai tokoh besar. Seperti banyak anak Sunda lainnya, Hasan Mustofa tumbuh dalam tradisi pesantren, kitab kuning, dan bahasa ibu yang mengalir lembut di lidah. Namun sejak dini, pikirannya tak pernah puas hanya dengan hafalan. Ia bertanya, merenung, dan—yang paling jarang—menuliskan kegelisahannya dalam bahasa Sunda, bahasa rakyat, bahasa rasa.

Penghulu yang Tak Sekadar Menghulu

Sebagai penghulu, Hasan Mustofa adalah pejabat agama resmi di masa kolonial. Ia menikahkan, memimpin ritual, menafsirkan hukum Islam untuk masyarakat. Namun di balik jubah formal itu, ada jiwa yang terus berdialog: antara syariat dan makna, antara teks dan konteks, antara Islam dan Sunda.

Ia tidak melihat agama sebagai palu pemukul budaya, melainkan sebagai cahaya yang bisa menyinari tradisi. Bagi Hasan Mustofa, menjadi Muslim tidak berarti berhenti menjadi Sunda. Justru di sanalah Islam menemukan rumahnya: di bahasa, di peribahasa, di rasa hormat pada alam dan sesama.

Hasan Mustofa menulis bukan untuk populer, melainkan untuk jujur. Karyanya banyak berbentuk guguritan, pupuh, dan prosa reflektif dalam bahasa Sunda. Di sanalah ia menyelipkan filsafat hidup, tasawuf, dan kritik sosial—tanpa teriak, tanpa marah, tapi menghunjam pelan.

Ia berbicara tentang Tuhan dengan metafora alam: air, gunung, angin, dan tanah. Ia menulis tentang manusia sebagai makhluk yang sering lupa pulang. Dalam karyanya, Sunda bukan sekadar etnis, melainkan cara berpikir—lembut tapi dalam, sederhana tapi tajam.

Komentar
  • Penulis: Redaksi Tigarut
  • Editor: SAB

Rekomendasi

  • Hore! Jumlah Kopi Shop Indonesia Terbanyak di Dunia, Lho

    Hore! Jumlah Kopi Shop Indonesia Terbanyak di Dunia, Lho

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Neila Fithriana
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Indonesia mencatatkan pencapaian mengejutkan di industri gaya hidup global. Berdasarkan data lembaga riset internasional di sektor makanan dan minuman, jumlah coffee shop di Indonesia disebut menjadi yang terbanyak di dunia, melampaui negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China. Menurut postingan Instagram Specialty Coffee Association of Indonesia @aksi_scai data yang terekam untuk riset industri […]

  • Nah Ini Dia! 5 Makna Julukan Kabupaten Garut yang Terkenal

    Nah Ini Dia! 5 Makna Julukan Kabupaten Garut yang Terkenal

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Kabupaten Garut merupakan salah satu daerah di Provinsi Jawa Barat yang memiliki kekayaan alam, budaya, sejarah, serta tradisi masyarakat yang sangat kuat. Letaknya yang dikelilingi pegunungan membuat Garut dianugerahi panorama alam yang indah, udara sejuk, dan sumber daya alam yang melimpah. Tidak mengherankan jika daerah ini memiliki berbagai julukan yang populer, baik di […]

  • Garut, Surganya Para Penikmat Kopi! Inilah 5 Merek Kopi Garut yang Bikin Bangga Warganya

    Garut, Surganya Para Penikmat Kopi! Inilah 5 Merek Kopi Garut yang Bikin Bangga Warganya

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Menjelajahi Garut tak lengkap tanpa mencicipi kekayaan aromanya. Kota intan ini bukan sekadar destinasi wisata alam, melainkan rumah bagi biji kopi berkualitas tinggi yang telah mendunia. Dari lereng pegunungan yang subur, hadirlah cita rasa unik yang memadukan tradisi dan inovasi dalam setiap seduhannya. Mari mengenal lebih dekat beberapa merek kopi lokal kebanggaan masyarakat […]

  • Cerpen “Air Keras di Tengah Malam Jakarta”

    Cerpen “Air Keras di Tengah Malam Jakarta”

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Malam Jakarta sering terlihat biasa saja. Lampu jalan berdiri seperti penjaga yang kelelahan, angin membawa bau aspal, dan kota raksasa itu pura-pura tidur. Padahal Jakarta jarang benar-benar tidur. Ia hanya menunggu tragedi berikutnya muncul di tikungan jalan.   Kamis malam, 12 Maret 2026.   Sekitar pukul 23.37 WIB, Andrie Yunus melaju sendirian dengan motor […]

  • Atheis ala Achdiat K. Mihardja

    Atheis ala Achdiat K. Mihardja

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Atheis merupakan novel karya Achdiat Karta Mihardja yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1949 oleh Balai Pustaka. Cetakan ke-2 novel ini diterbitkan pada tahun 1957, cetakan ke-3 pada tahun 1960, cetakan ke-4 pada tahun 1960, cetakan ke-5 pada tahun 1969, cetakan ke-6 pada tahun 1976, cetakan ke-10 tahun 1989, cetakan ke-18 pada tahun […]

  • Tinjau Kebakaran Kios, Bupati Garut Soroti Pentingnya Sosialisasi Nomor Darurat

    Tinjau Kebakaran Kios, Bupati Garut Soroti Pentingnya Sosialisasi Nomor Darurat

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, tinjau lokasi kebakaran yang menghanguskan sejumlah kios di Jalan Pramuka, Kecamatan Garut Kota, pada Rabu pagi (14/1/2026). ‎Bupati Garut menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap fasilitas yang berisiko memicu kebakaran serta akses informasi darurat bagi masyarakat. ‎Bupati Garut mengapresiasi kinerja petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang dinilai sangat responsif dalam menangani […]

expand_less