Breaking News
dark_mode

MBG Bermanfaat atau Tidak? Dijawab, “Tidaaak!”

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGARUT.COM — Ini bukan kuis berhadiah. Bukan polling Instagram, apalagi voting dangdut. Ini panggung nyata Hari Buruh 1 Mei 2026, ketika satu pertanyaan sederhana berubah jadi komedi nasional yang bikin netizen nyeduh Koptagul sambil ketawa miring.

 

Ceritanya begini, wak! Di tengah lautan buruh yang jumlahnya bukan kaleng-kaleng, Presiden Prabowo Subianto tampil penuh percaya diri. Gesture mantap, suara menggelegar, vibe-nya kayak “ini momen pembuktian!”

 

Lalu… muncullah pertanyaan yang mungkin sudah dibayangkan bakal dijawab serempak dengan penuh cinta,

 

“Saudara-saudara sekalian, MBG bermanfaat atau tidak?”

 

Nah, di kepala mungkin sudah terdengar gema, “Bermanfaat!!!”

 

Tapi realita lebih kejam dari notifikasi “saldo tidak cukup.”

 

Dari bawah panggung, ribuan buruh justru membalas dengan koor paling jujur abad ini, “Tidaaak!!!”

 

Bukan satu orang ya. Bukan dua. Ini massal, kompak, dan bergelombang. Kayak ombak plus speaker rusak, tapi jujur.

 

Suasana? Langsung berubah. Yang tadinya panas karena semangat, jadi panas karena canggung.

 

Waktu seolah pause. Angin lewat sambil mikir, “ini gue lanjut tiup apa berhenti dulu ya?”

Bahkan bayangan sendiri mungkin ikut nunduk.

 

Di atas podium, Prabowo sempat terdiam. Bukan error, bukan nge-lag. Ini murni momen ketika ekspektasi bertabrakan langsung dengan kenyataan tanpa helm.

 

Beberapa detik yang rasanya lebih panjang dari antrean sembako.

 

Tapi sebagai pemain senior, beliau gak mungkin rage quit. Dengan skill “nyelametin situasi level final boss”, langsung lanjut, “MBG itu sangat penting untuk anak-anak kita.”

 

Nah ini dia. Kalau dianalogikan, ini kayak lagi bilang ke orang kehausan, “air itu penting loh.” Iya, penting. Tapi kalau dompet lagi kering, yang penting duluan ya… isi dompet.

 

Program MBG sebenarnya niatnya mulia. Siapa sih yang nolak anak-anak makan enak? Gak ada. Semua setuju. Bahkan kucing komplek juga setuju.

 

Tapi masalahnya, panggungnya ini Hari Buruh. Isinya manusia-manusia yang tiap bulan berjuang antara gaji, cicilan, dan tanggal tua yang datang lebih cepat dari mantan move on.

 

Ketika ditanya soal makan gratis, responnya bukan soal anti gizi. Tapi lebih ke, “Pak, kami ini pengen bisa beli makan sendiri.”

 

Nah, setelah drama “Tidaaak!” yang menggema itu, panggung belum selesai. Plot twist datang lagi. Usai pidato, pemerintah membagikan sembako untuk seluruh buruh yang hadir. Kurang lebih 3.000 paket sembako disalurkan. Isinya? Ya standar paket penyelamat tanggal tua. Beras, minyak, gula, tim trio yang lebih setia dari hubungan LDR.

 

Suasana pun berubah lagi. Dari yang tadi teriak, sekarang antre. Dari yang tadi debat konsep, sekarang pegang plastik. Ini bukan kontradiksi, ini realita hidup. Idealisme boleh tinggi, tapi perut tetap harus diisi.

 

Netizen? Wah, langsung pesta komentar. Ada yang bilang, “Ini bukan soal nasi, ini soal isi dompet.” Ada juga yang nyeletuk,

“Demo tetap jalan, sembako jangan ketinggalan.”

 

Logikanya sederhana. Kalau gaji cukup, dapur ngebul. Kalau dapur ngebul, anak makan.

Kalau anak makan, ya… selesai tanpa perlu drama tanya jawab di atas panggung.

 

Dari situ, satu pelajaran mahal muncul di tengah gelak tawa nasional, jangan tanya ke massa kalau belum siap jawaban versi kejujuran brutal.

 

Karena rakyat itu…kalau sudah kompak,

jawabannya bisa lebih kencang dari toa masjid pas subuh.

 

Akhir kata, ini bukan sekadar momen canggung. Ini momen ketika realita naik ke panggung, ambil mic, dan bilang, “Kami butuh lebih dari sekadar piring… tapi kalau ada sembako, ya kami ambil juga.”

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

Komentar
  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Rekomendasi

  • Yuk Kenali Tokoh Intelektual, Raden Ayu Lasminingrat

    Yuk Kenali Tokoh Intelektual, Raden Ayu Lasminingrat

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Raden Dewi Sartika dikenal sebagai Pahlawan Nasional Wanita Indonesia dari Jawa Barat. Beliau dengan segenap hatinya memperjuangkan dunia pendidikan bagi kaum wanita untuk dapat menikmati rasanya bersekolah seperti kaum laki-laki. Namun, bukan hanya Raden Dewi Sartika yang telah berjasa memperjuangkan hak pendidikan bagi kaum wanita di Jawa Barat. Deri Eka Firman (Duta Bahasa […]

  • Nah Ini Dia! 3 Oleh-oleh Produk Ekonomi Kreatif Garut Favorit

    Nah Ini Dia! 3 Oleh-oleh Produk Ekonomi Kreatif Garut Favorit

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut merupakan salah satu destinasi populer di Jawa Barat yang selalu dipenuhi wisatawan, pasalnya, Garut memang menawarkan ragam pilihan destinasi wisata. Panorama perbukitan yang indah, budaya yang kental, hingga sektor ekonomi kreatif yang mengagumkan, menjadi daya tarik utama kota yang dijuluki juga Swiss van Java ini. Kepopuleran Garut tentunya dipengaruhi juga oleh aksesnya yang […]

  • Nah Ini Dia! 5 Fakta Unik Kampung Amsterdam di Garut

    Nah Ini Dia! 5 Fakta Unik Kampung Amsterdam di Garut

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Deretan fakta unik Kampung Amsterdam di Garut ini tidak boleh kamu lewatkan. Berada di kaki Gunung Cikuray, Kampung Amsterdam ini menyimpan bukti sejarah kehidupan bangsa Belanda di Kabupaten Garut. Kini, Kampung Amsterdam ini masuk dalam jajaran obyek wisata favorit yang ada di Kabupaten Garut. Simak fakta unik Kampung Amsterdam di Garut berikut ini. Fakta […]

  • Nah Ini Dia! 13 Fakta Menarik tentang Achdiat K. Mihardja

    Nah Ini Dia! 13 Fakta Menarik tentang Achdiat K. Mihardja

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle admintigarut
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Barangkali banyak anak sekarang yang tidak lagi mengenal nama Achdiat K. Mihardja. Namun, coba tanyakan kepada orangtua mereka. Pasti orang tua mereka mengenalnya sebagai pengarang novel Atheis yang sangat fenomenal di zamannya. Bahkan, novel itu pernah menjadi bacaan wajib di sekolah-sekolah di Malaysia. Dalam artikel yang ditulis Spoila menghadirkan beberapa fakta yang perlu […]

  • Logika Geopolitik Trump

    Logika Geopolitik Trump

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Budhiana Kartawijaya, Odesa Indonesia, geopolitics enthusiast,
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Serbuan Amerika Serikat ke Venezuela tidak dapat dipahami semata sebagai isu demokrasi, HAM, atau krisis ekonomi domestik. Ia harus dibaca dalam kerangka yang lebih dalam: kembalinya logika klasik keamanan Amerika di Belahan Bumi Barat (Western Hemisphere). Kita harus melihatnya dari Doktrin Monroe. James Monroe (1758–1831) adalah Presiden ke-5 Amerika Serikat, menjabat pada 1817–1825. Ia […]

  • 5 Tips Mudik Aman dan Nyaman ke Garut

    5 Tips Mudik Aman dan Nyaman ke Garut

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Web
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Menjelang perayaan Idul Fitri, perjalanan mudik ke Garut menjadi momen yang dinanti banyak perantau. Kota yang dikenal dengan udara sejuk dan kuliner khasnya ini selalu ramai dikunjungi saat Lebaran. Namun, meningkatnya arus kendaraan menuju Garut sering kali menimbulkan kemacetan dan perjalanan yang lebih panjang dari biasanya.   Agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman, […]

expand_less