Breaking News

MBG Bermanfaat atau Tidak? Dijawab, “Tidaaak!”

  • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 159
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Ini bukan kuis berhadiah. Bukan polling Instagram, apalagi voting dangdut. Ini panggung nyata Hari Buruh 1 Mei 2026, ketika satu pertanyaan sederhana berubah jadi komedi nasional yang bikin netizen nyeduh Koptagul sambil ketawa miring.

 

Ceritanya begini, wak! Di tengah lautan buruh yang jumlahnya bukan kaleng-kaleng, Presiden Prabowo Subianto tampil penuh percaya diri. Gesture mantap, suara menggelegar, vibe-nya kayak “ini momen pembuktian!”

 

Lalu… muncullah pertanyaan yang mungkin sudah dibayangkan bakal dijawab serempak dengan penuh cinta,

 

“Saudara-saudara sekalian, MBG bermanfaat atau tidak?”

 

Nah, di kepala mungkin sudah terdengar gema, “Bermanfaat!!!”

 

Tapi realita lebih kejam dari notifikasi “saldo tidak cukup.”

 

Dari bawah panggung, ribuan buruh justru membalas dengan koor paling jujur abad ini, “Tidaaak!!!”

 

Bukan satu orang ya. Bukan dua. Ini massal, kompak, dan bergelombang. Kayak ombak plus speaker rusak, tapi jujur.

 

Suasana? Langsung berubah. Yang tadinya panas karena semangat, jadi panas karena canggung.

 

Waktu seolah pause. Angin lewat sambil mikir, “ini gue lanjut tiup apa berhenti dulu ya?”

Bahkan bayangan sendiri mungkin ikut nunduk.

 

Di atas podium, Prabowo sempat terdiam. Bukan error, bukan nge-lag. Ini murni momen ketika ekspektasi bertabrakan langsung dengan kenyataan tanpa helm.

 

Beberapa detik yang rasanya lebih panjang dari antrean sembako.

 

Tapi sebagai pemain senior, beliau gak mungkin rage quit. Dengan skill “nyelametin situasi level final boss”, langsung lanjut, “MBG itu sangat penting untuk anak-anak kita.”

 

Nah ini dia. Kalau dianalogikan, ini kayak lagi bilang ke orang kehausan, “air itu penting loh.” Iya, penting. Tapi kalau dompet lagi kering, yang penting duluan ya… isi dompet.

 

Program MBG sebenarnya niatnya mulia. Siapa sih yang nolak anak-anak makan enak? Gak ada. Semua setuju. Bahkan kucing komplek juga setuju.

 

Tapi masalahnya, panggungnya ini Hari Buruh. Isinya manusia-manusia yang tiap bulan berjuang antara gaji, cicilan, dan tanggal tua yang datang lebih cepat dari mantan move on.

 

Ketika ditanya soal makan gratis, responnya bukan soal anti gizi. Tapi lebih ke, “Pak, kami ini pengen bisa beli makan sendiri.”

 

Nah, setelah drama “Tidaaak!” yang menggema itu, panggung belum selesai. Plot twist datang lagi. Usai pidato, pemerintah membagikan sembako untuk seluruh buruh yang hadir. Kurang lebih 3.000 paket sembako disalurkan. Isinya? Ya standar paket penyelamat tanggal tua. Beras, minyak, gula, tim trio yang lebih setia dari hubungan LDR.

 

Suasana pun berubah lagi. Dari yang tadi teriak, sekarang antre. Dari yang tadi debat konsep, sekarang pegang plastik. Ini bukan kontradiksi, ini realita hidup. Idealisme boleh tinggi, tapi perut tetap harus diisi.

 

Netizen? Wah, langsung pesta komentar. Ada yang bilang, “Ini bukan soal nasi, ini soal isi dompet.” Ada juga yang nyeletuk,

“Demo tetap jalan, sembako jangan ketinggalan.”

 

Logikanya sederhana. Kalau gaji cukup, dapur ngebul. Kalau dapur ngebul, anak makan.

Kalau anak makan, ya… selesai tanpa perlu drama tanya jawab di atas panggung.

 

Dari situ, satu pelajaran mahal muncul di tengah gelak tawa nasional, jangan tanya ke massa kalau belum siap jawaban versi kejujuran brutal.

 

Karena rakyat itu…kalau sudah kompak,

jawabannya bisa lebih kencang dari toa masjid pas subuh.

 

Akhir kata, ini bukan sekadar momen canggung. Ini momen ketika realita naik ke panggung, ambil mic, dan bilang, “Kami butuh lebih dari sekadar piring… tapi kalau ada sembako, ya kami ambil juga.”

 

Foto Ai hanya ilustrasi

 

  • Penulis: Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Bupati Garut Ajak Muslimat NU Berkolaborasi Atasi Permasalahan di Garut

    Bupati Garut Ajak Muslimat NU Berkolaborasi Atasi Permasalahan di Garut

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Diskominfo Kab. Garut
    • visibility 248
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM, Tarogong Kaler – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri acara Konferensi Cabang (Konfercab) XII Pimpinan Cabang Muslimat Nahdatul Ulama (NU) Garut Tahun 2025 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Huda, Jalan Otista, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (27/12/2025). Bupati Garut, menekankan bahwa kehadiran Muslimat NU memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menghadapi tantangan […]

  • Umrah Akbar Santri Angkatan Ke-5 Ma’had Darul Arqam Garut

    Umrah Akbar Santri Angkatan Ke-5 Ma’had Darul Arqam Garut

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 283
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ma’had Darul Arqam Muhammadiyah Daerah Garut kembali menyelenggarakan umrah akbar santri angkatan ke-5. Umrah akbar merupakan program unggulan Ma’had Darul Arqam yang dikhususkan untuk santri yang bisa menuntaskan pendidikannya selama 6 tahun. Jamaah yang diberangkatkan tahun ini sejumlah 221 orang, terdiri dari 88 orang santri putra, 97 orang santri putri dan 36 orang […]

  • Penguatan Resiliensi Remaja Melalui Kisah Nabi

    Penguatan Resiliensi Remaja Melalui Kisah Nabi

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Tema: “Dari Sumur di Kanaan ke Istana Mesir” Terinspirasi dari kisah Nabi Yusuf (Masuk perlahan. Turunkan suara.)   “Ini adalah postingan lanjutan dari modul BK dengan judul serupa”   Pernah nggak sih… kamu merasa sendirian, padahal lagi ada di tempat yang ramai? Teman-teman kamu ngobrol. Grup jalan terus. Story mereka rame, tapi nama kamu nggak […]

  • Merawat Harapan

    Merawat Harapan

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle Dewi Susilawati Sofyan, Guru di Garut
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Setiap hari yang berganti, selalu saja ada cerita. Kadang datang membawa kebahagiaan, kadang menghadirkan ujian. Ada masalah yang terasa ringan, ada pula yang begitu berat hingga membuat dada sesak. Namun, jangan biarkan hati kehilangan harapan. Tenanglah… karena setiap masalah yang Allah izinkan hadir, selalu Allah siapkan pula jalan keluarnya. Tidak ada satu pun ujian yang […]

  • Nah Ini Dia! 5 Curug Indah dan Terkenal di Garut

    Nah Ini Dia! 5 Curug Indah dan Terkenal di Garut

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 293
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut dikenal bukan hanya sebagai kota dodol dan pegunungan, tetapi juga sebagai surga air terjun alami yang tersebar dari utara hingga selatan. Curug-curug di Garut menawarkan pesona yang beragam: dari air terjun tinggi yang megah, aliran sungai bertebing eksotis, hingga lokasi tersembunyi yang masih sangat alami. Keindahan ini menjadikan Garut destinasi favorit bagi […]

  • Mengenal Surak Ibra: Seni Perlawanan yang Menggetarkan dari Garut 

    Mengenal Surak Ibra: Seni Perlawanan yang Menggetarkan dari Garut 

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 364
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Surak Ibra merupakan kesenian tradisional asli dari Kampung Sindangsari, Desa Cinunuk, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. Lebih dari sekadar tarian, kesenian ini adalah simbol keberanian, solidaritas, dan perlawanan masyarakat Garut terhadap kolonialisme. Kesenian ini diciptakan oleh Raden Ibra Gadug sekitar tahun 1910. Pada masa itu, Surak Ibra digunakan sebagai alat diplomasi budaya untuk menyindir kesewenang-wenangan […]

expand_less