Breaking News

Penguatan Resiliensi Remaja Melalui Kisah Nabi

  • account_circle Redaksi Tigarut
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 195
  • print Cetak

Tema: “Dari Sumur di Kanaan ke Istana Mesir”

Terinspirasi dari kisah Nabi Yusuf

(Masuk perlahan. Turunkan suara.)

 

“Ini adalah postingan lanjutan dari modul BK dengan judul serupa”

 

Pernah nggak sih…

kamu merasa sendirian, padahal lagi ada di tempat yang ramai? Teman-teman kamu ngobrol.

Grup jalan terus. Story mereka rame, tapi nama kamu nggak ada.

Atau mungkin… kamu pernah difitnah, disalahpahami, dianggap salah padahal kamu nggak ngelakuin apa-apa.

Rasanya apa?

Marah?

Sedih?

Pengen jelasin semuanya?

Atau malah… pengen balas?

Sekarang coba bayangin ini.

 

Ibu mau ajak kalian mundur ribuan tahun yang lalu. Sekitar abad ke-18 sebelum Masehi.

Di wilayah Kanaan — daerah yang sekarang masuk kawasan Palestina dan sekitarnya — hidup seorang remaja bernama Yusuf. Putra dari Nabi Ya’qub. Beliau bukan anak biasa.

Sejak kecil sudah menunjukkan akhlak yang baik.

Dan suatu malam, beliau bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya.

Mimpi itu bukan mimpi biasa.

Itu pertanda masa depan. (zaman dulu tafsir mimpi itu previlege)

Ternyata tidak semua orang siap melihat orang lain punya masa depan cerah, saudara-saudaranya merasa iri, bukan karena Yusuf jahat. Justru karena ia disayang ayahnya.

Iri itu kecil awalnya, tapi kalau dipelihara… bisa jadi keputusan besar, dan keputusan itu terjadi.

Yusuf diajak pergi jauh dari rumah.

Ke padang pasir, lalu dimasukkan ke dalam sumur tua. Bukan sumur modern dengan tembok rapi. Ini sumur gurun, dalam, gelap, dingin.

 

Bayangkan remaja seusia kalian, dikhianati oleh kakaknya sendiri, ditinggalkan sendirian, tidak ada saksi, tidak ada pembela.

 

Secara sejarah, daerah itu memang jalur perdagangan dan benar saja, tak lama kemudian, rombongan kafilah dari arah utara lewat. Yusuf ditemukan… lalu dijual sebagai budak ke Mesir.

Mesir saat itu adalah peradaban besar.

Punya sistem pemerintahan kuat.

Punya istana, birokrasi, dan penguasa yang dikenal sebagai Al-Aziz.

 

Dari sumur gurun Kanaan, Yusuf sekarang berada di jantung peradaban besar dunia.

Tapi hidupnya belum selesai diuji.

Ketika dewasa, beliau dikenal tampan dan berakhlak, dan di rumah pejabat tinggi itu, beliau kembali diuji.

Difitnah.

Dituduh melakukan sesuatu yang tidak ia lakukan.

Dan sejarah mencatat… beliau masuk penjara.

Bukan sehari dua hari, tapi bertahun-tahun.

Coba pikirkan, dari sudut sejarah manusia, itu kegagalan bertubi-tubi, dikhianati keluarga.

Dijual sebagai budak. Difitnah. Dipenjara.

Kalau kita melihat timeline hidupnya,

tidak ada satu pun fase yang instan.

 

Tapi justru di penjara itu, Yusuf menunjukkan kualitas kepemimpinan, beliau membantu sesama tahanan.

Menafsirkan mimpi.

Tetap produktif.

 

Dan di Mesir saat itu, tafsir mimpi bukan hal remeh, Itu bagian dari sistem kepercayaan dan pengambilan keputusan negara.

Ketika Raja Mesir bermimpi tentang tujuh tahun masa subur dan tujuh tahun masa paceklik, tidak ada yang bisa menjelaskan secara meyakinkan.

Sampai akhirnya… nama Yusuf disebut.

Dari penjara, langsung ke ruang istana.

Dan bukan hanya bebas, beliau diangkat menjadi pengelola logistik dan keuangan negara — posisi strategis dalam krisis pangan.

 

Bayangkan perjalanan itu.

Sumur-Budak-Penjara-Lalu pemimpin.

 

Sekarang aku mau tarik ke kalian.

Kadang kita hanya melihat satu potongan hidup kita. Satu fase gelap. Satu momen tidak adil.

Lalu kita simpulkan:

“Hidupku gagal.”

“Allah tidak adil.”

“Aku kalah.”

Padahal… mungkin kamu baru ada di fase Kanaan-nya, atau fase sumur-nya, atau mungkin fase penjara-nya, dan kita sering lupa,

yang membuat Yusuf sampai ke istana bukan karena keadaannya mudah tapi karena karakternya kuat.

 

Beliau tidak berubah menjadi pahit, tidak menjadi pendendam, tidak menggunakan luka sebagai alasan untuk merusak diri.

 

Ramadhan ini, kita latihan hal yang sama.

✅Menahan lapar itu fisik.

✅Menahan respon itu mental.

✅Menahan amarah saat disalahpahami.

✅Menahan keinginan membalas saat direndahkan.

✅Menahan ego saat ingin membuktikan diri dengan cara salah.

 

Sekarang jawab dalam hati.

Kalau hari ini kamu sedang ada di fase sumur,

apa yang sedang Allah bentuk dalam dirimu?

📌Kesabaran?

📌Ketahanan mental?

📌Kematangan?

 

Karena sejarah Nabi Yusuf mengajarkan satu hal besar: Perjalanan panjang bukan tanda ditinggalkan. Kadang itu proses dipersiapkan.

 

Dan mungkin…

kisahmu belum selesai.

 

Catatan : Bapak/ibu bisa sambil membacakan saja teks ini, cerita ini masih akan menarik dengan pembawaan, gaya dan intonasi bapak/ibu dalam membawakan cerita..

 

Yayu Resti Purwitasari, Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Garut

 

Nantikan cerita lain di postingan selanjutnya..

  • Penulis: Redaksi Tigarut

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • Makam Bungarungkup Cibatu: Jejak Karuhun di Kaki Gunung Singkup

    Makam Bungarungkup Cibatu: Jejak Karuhun di Kaki Gunung Singkup

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 59
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Di wilayah Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, terdapat sebuah tempat yang dikenal masyarakat sebagai kawasan makam keramat Bungarungkup. Tempat ini berada di Kampung Bungarungkup, Desa Girimukti, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut. Keberadaan Bungarungkup juga tercatat dalam dokumen resmi pemerintah daerah sebagai salah satu lokasi yang direncanakan untuk pengembangan wisata religius.   Nama Bungarungkup juga mempunyai kaitan […]

  • 5 Cara Halal Bihalal di Garut yang Aman dan Nyaman

    5 Cara Halal Bihalal di Garut yang Aman dan Nyaman

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Menjaga Hati, Menata Langkah TIGARUT.COM — Pagi di Garut selepas Idulfitri selalu datang dengan rasa yang berbeda. Kabut tipis turun dari lereng gunung, udara membawa harum tanah basah, sementara jalan-jalan kampung mulai hidup oleh langkah orang-orang yang datang membawa senyum, maaf, dan kerinduan. Halal bihalal di tanah Priangan bukan sekadar tradisi saling berjabat tangan, melainkan perjalanan […]

  • Naasnya Si Kue Nastar Pas Lebaran

    Naasnya Si Kue Nastar Pas Lebaran

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle Sukron Abdilah, penulis Leupas
    • visibility 196
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Ada satu fase dalam hidup yang terasa seperti eksperimen psikologi tanpa kita sadari: Lebaran sebelum menikah. Kita datang sebagai tamu, pulang sebagai… tersangka (setidaknya di batin sendiri). Di antara semua variabel sosial—basa-basi, pertanyaan “kapan nyusul?”, hingga strategi duduk agar tidak terlalu dekat dengan om yang cerewet—ada satu objek kecil yang diam-diam mengendalikan alur cerita: […]

  • Misteri Tato di Tubuh Korban: Kunci Motif Perbuatan Taufik?

    Misteri Tato di Tubuh Korban: Kunci Motif Perbuatan Taufik?

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Nurul Indra, Mantan Jurnalis, Asisten Peneliti
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Misteri yang masih berputar-putar di kepalaku dari kasus Taufik Hidayat ini tentu saja soal MOTIF. Kenapa Taufik melakukan itu? Aku yakin, banyak dari kita juga penasaran. Karena semakin banyak detail kasus ini terungkap, semakin sulit dipahami dengan logika orang kebanyakan. Mengetahui motif Taufik ini sangat penting. Nanti aku kasih tahu apa saja hal penting itu, […]

  • Muhammadiyah Menyatakan, Program MBG Lebih Banyak Mudharat

    Muhammadiyah Menyatakan, Program MBG Lebih Banyak Mudharat

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Rosadi Jamani, Ketua Satupena Kalbar
    • visibility 80
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Saya kaget, saat Muhammadiyah menyatakan, program MBG itu lebih banyak mudharatnya. Kalau ingat gerombolan Haji Dadan cs, ada benarnya. Berani kali ormas besar Islam ini ya. Tak takut kah sama Prabowo? Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!   Publik tahu MBG, program kebanggaan Prabowo. Program yang dipromosikan seperti ramuan sakti campuran jamu, serum Avengers, […]

  • 5 Kampus Terfavorit di Garut yang Wajib Diketahui

    5 Kampus Terfavorit di Garut yang Wajib Diketahui

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 46
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM – Garut bukan hanya memiliki destinasi wisata dan kuliner yang khas. Kota Intan juga terus berkembang sebagai salah satu kawasan pendidikan tinggi di Priangan Timur.   Sejumlah perguruan tinggi menawarkan pilihan program studi yang beragam, mulai dari pendidikan, teknologi, kesehatan, ekonomi, hukum hingga keislaman. Berdasarkan sejumlah rujukan perguruan tinggi di Garut pada 2026, berikut […]

expand_less