Breaking News

Menyoal Tradisi Samen, Pantai dan Jalan Kaki

  • account_circle Ibn Ghifarie, Penulis dan Peneliti Agama dan Media
  • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
  • visibility 1.197
  • print Cetak

TIGARUT.COM — Saat asyik menulis tentang lima sekolah, pondok pesantren mahasiswa yang dekat dengan kampus. Tiba-tiba istri nelpon. “Bah uih iraha?”

Kujawab dengan singkat, “Magrib”

Selesai salat langsung pulang dan berpamitan kepada kawan, satpam yang masih jaga. “Tipayun nya. Markipul. Assalamualaikum!”

Memang sudah hampir satu pekan, aktivitas pulang dilakukan setelah salat magrib. Biasa mengerjakan laporan tentang kegiatan rutin sehari-hari. Maklum akhir bulan harus beres.

Setibanya di rumah istri berkata “Bah nilai 100 na hiji, biasana mah pan langkung, tapi Alhamdulillah rapot mah sae!”

“Alhamdulillah. Nuhun A, Wios diajar sing rajin nya!” Sambil mengusap rambut Aa Akil.

“Nya, tapi hadiahna hente janten. Pan kedah tanggungjawab,” ujar istri.

“Iya Bu!” jawab Aa Akil.

Ketika mendengar jawaban dari anak kedua yang hampir sebulan ini sedang asyik belajar, membaca komik, dan karikatur.

Justru pikiranku melayang ke kampung halaman di Bungbulang Garut Kidul yang terkenal dengan pantai Rancabuaya, Cijayana, terbayang suasana samen, panggung alakadarnya, tarian, silat, bagi rapor, pulang bawa bungkusan hadiah, liburan ke laut, jalan-jalan menaiki gunung, lembah, sawah dan curug.

Masih segar dalam ingatan, ketika pasapon memukul lonceng tanda jam pelajaran berakhir. Anak-anak tidak langsung pulang, tapi siap-siap berlatih menari untuk perempuan.

Lapangan upacara Sekolah Dasar Bungbulang II dibagi dua setengah ke arah utara diperlukan perempuan, menari yang diiringi dengan musik khas Sundaan; ke arah selatan dipakai laki-laki, silat yang dibarengi kendang, tepak tilu. Silat Abah Eme jadi jurus andalan yang harus dihafal, dipraktikkan saat tampil di panggung acara samenan.

Sesekali terdengar gelak tawa, sambil bertepuk tangan, teriakan satu, dua, tiga. Ketika salah gerakan, tidak kompak dengan iringan kendang dan penca, tibalah teriakan khas guru, “salah-salah, ulang-ulang!” Latihan biasa dilakukan dua kali dalam seminggu, Senin dan Kamis. Sudah kaya puasa aja!

Tiba waktunya tampil. Siswa laki-laki memakai pakaian pangsi, serba hitam-hitam, lengkap dengan aksesorisnya. Sedangkan siswa perempuan berkebaya, dengan konde khasnya.

Waktu pemanggilan para juara dari kelas satu sampai enam menjadi momen yang ditunggu-tunggu orangtua, siswa, guru. Pasalnya menyangkut murid berprestasi. Walhasil, peringkat satu dari kelas satu sampai enam pernah semuanya diboyong oleh satu keluarga Apa Encur, Kakek dari Bapak.

Salah seorang guru, Bu Entit biasa dipanggilnya, “Atuh ieu mah sabondoroyot keluarga Aki Encur. Selamat!” ucapnya sambil bersalaman.

Gemuruh tepuk tangan meriah tak terelakkan. Setiap juara kelas mendapatkan bingkisan hadiah beriisi buku, pensil, bolpoin, penghapus yang membuat semangat untuk belajar meraih berprestasi.

“Alhamdulillah bisa dapat membanggakan keluarga Apa Encur,” ucap Eka, anak pertama pamanku, Pa Guru biasa dipanggilnya.

Selesai samen, keenam juara kelas pulang bareng dari Sekolah ke rumah Kakek yang berjarak sekitar 100 meter. Sambil membawa hadiah. Suasana kekeluargaan sangat terasa, indah.

Berkat Mang Ihin, pamanku (sekarang mengajar di SMPN Bungbulang) yang selalu menyambut dan memberikan dorongan, motivasi untuk terus giat belajar, berprestasi, hingga dapat melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Ada yang berhasil kuliah di UGM, Unhas, UPI, IPB, UIN Bandung, hingga menyeberang ke Tunisia untuk mencari ilmu sebagai bekal mengarungi samudra kehidupan. Sungguh membuahkan prestasi yang membanggakan keluarga besar tercinta.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi

  • 5 Tips Aman dan Nyaman saat Berenang di Pantai Garut Selatan

    5 Tips Aman dan Nyaman saat Berenang di Pantai Garut Selatan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 194
    • 0Komentar

      TIGARUT.COM — Tentu. Berenang di pantai Garut Selatan memang menyenangkan, tetapi karakter ombak laut selatan terkenal kuat dan beberapa kejadian wisatawan terseret arus masih sering terjadi, termasuk di Karangpapak dan kawasan Cikelet.   Berikut 5 tips aman dan nyaman saat berenang di pantai Garut Selatan:   Pantai Garut Selatan menawarkan keindahan yang memikat, namun […]

  • Jalur Berkelok dan Menanjak, 5 Tips Aman dan Nyaman Melintasi Pegunungan Garut Selatan

    Jalur Berkelok dan Menanjak, 5 Tips Aman dan Nyaman Melintasi Pegunungan Garut Selatan

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut Selatan menyimpan pesona alam yang memikat. Hamparan perbukitan hijau, lembah yang menawan, hingga pantai selatan yang eksotis menjadi daya tarik bagi wisatawan maupun para perantau yang hendak pulang kampung. Namun, keindahan tersebut kerap diiringi tantangan berupa jalan pegunungan yang berkelok, menanjak, dan menurun tajam. Bagi pengendara, melintasi jalur pegunungan bukan sekadar soal sampai […]

  • Gali Potensi, PASI Garut Gelar Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jabar

    Gali Potensi, PASI Garut Gelar Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jabar

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 146
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri kegiatan Pembukaan Invitasi Kejuaraan Atletik se-Jawa barat, yang dilaksanakan di Stadion Dalem Bintang SOR RAA Adiwijaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (23/5/2026). Bupati Garut menekankan pentingnya penyelenggaraan kompetisi secara rutin sebagai langkah strategis dalam menjaring bibit-bibit unggulan. Ajang yang menjadi wadah bagi para atlet muda ini […]

  • Ironi Pun Boncel

    Ironi Pun Boncel

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Ahmad Gibson al-Bustomi, Dosen Filsafat dan Teologi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PANAS TIRIS BASEUH TUHUR, NGEUNAH TEU NGEUNAH NU AING, NU KASORANG ULAH NYEMAH, BISI PAJAR DIPILAIN, HIJI BARANG DUA NGARAN, BONGAN DUA NU NGALANDI. (K.H. Hasan Mustapa) Dulu, ceritera epik Pun Boncel bukan merupakan cerita asing. Entah sekarang. Anak desa yang meninggalkan kampung halaman dan ibunya, menjadi pengembala kuda dan akhirnya menjadi seorang bangsawan. Ketika […]

  • Nah Ini Dia! 5 Rekomendasi Toko Fesyen Muslim Merek Ternama di Garut

    Nah Ini Dia! 5 Rekomendasi Toko Fesyen Muslim Merek Ternama di Garut

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi Tigarut
    • visibility 1.417
    • 0Komentar

    TIGARUT.COM — Garut bukan hanya dikenal dengan dodol dan pemandangan alamnya, tetapi juga perlahan tumbuh sebagai kota yang mengikuti dinamika gaya hidup generasi muda. Dalam beberapa tahun terakhir, tren fesyen Muslim modern mengalami lonjakan signifikan, terutama di kalangan Gen Z dan Milenial. Mereka tidak hanya mencari busana yang syar’i, tetapi juga stylish, nyaman, dan relevan […]

  • Membaca Jejak “Ba’dul Ikhwan”

    Membaca Jejak “Ba’dul Ikhwan”

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Dadan Rusmana, Wakil Rektor I UIN Bandung
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Transmisi Teks al-Bajuri dan Simpul Tiga Ulama dari Tatar Sunda Abad ke-19 — TIGARUT.COM — ​Menelusuri jejak para sarjana Sunda di Kairo pada paruh pertama abad ke-19 sering kali membentur dinding ketiadaan arsip yang utuh. Sebelum Terusan Suez beroperasi pada 1869, perjalanan ke Mesir bukanlah rute lazim bagi para penuntut ilmu dari Nusantara yang umumnya […]

expand_less