5 Komoditas Hortikultura yang Bisa Jadi Andalan Baru Garut, Bawang Putih hingga Stroberi
- account_circle Redaksi Tigarut
- calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
- visibility 83
- print Cetak

TIGARUT.COM – Kabupaten Garut dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Barat yang memiliki potensi besar di sektor pertanian. Kondisi geografis dan keberadaan kawasan dataran tinggi membuat berbagai komoditas hortikultura berpeluang untuk terus dikembangkan.
Peluang tersebut semakin terbuka setelah Dosen Praktisi Industri Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad), Dr. Chung KyongHo, menyampaikan rencana melakukan uji coba penanaman sejumlah komoditas hortikultura di Kabupaten Garut.
Beberapa komoditas yang akan diuji coba di antaranya bawang putih, kentang, dan stroberi. Rencana ini juga menjadi peluang untuk membangun kerja sama yang lebih baik antara perguruan tinggi dan Pemerintah Kabupaten Garut.
“Saya ada rencana uji coba tanam bawang putih, sama kentang, stroberinya. Kalau hari ini cukup senang untuk ketemu sama Pak Bupati, nanti ke depan juga (kerja sama yang baik),” kata Chung KyongHo di sela kunjungannya di Kabupaten Garut.
Lantas, apa saja komoditas hortikultura yang berpotensi menjadi andalan baru Garut? Berikut lima di antaranya.
1. Bawang Putih
Bawang putih menjadi salah satu komoditas yang masuk dalam rencana uji coba penanaman di Garut.
Uji coba tersebut penting untuk mengetahui kesesuaian varietas dengan kondisi lahan, sekaligus menemukan teknik budidaya yang paling tepat. Jika hasilnya baik, pengembangan bawang putih dapat menjadi peluang baru bagi petani Garut.
2. Kentang
Kentang merupakan komoditas yang identik dengan kawasan pertanian dataran tinggi.
Garut memiliki sejumlah wilayah dengan karakter geografis yang berpotensi mendukung budidaya kentang. Selain dipasarkan dalam bentuk segar, kentang juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang bernilai tambah.
3. Stroberi
Stroberi menjadi komoditas yang menarik karena memiliki peluang tidak hanya dari sisi pertanian, tetapi juga pariwisata.
Budidaya stroberi dapat dikembangkan melalui konsep agrowisata, seperti wisata petik buah. Hasil panennya pun dapat diolah menjadi berbagai produk, mulai dari selai, minuman, hingga makanan olahan.
Dengan demikian, stroberi berpotensi menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi petani sekaligus memperkuat daya tarik wisata Garut.
4. Hortikultura Dataran Tinggi
Potensi hortikultura Garut tidak hanya terbatas pada bawang putih, kentang, dan stroberi.
Karakter geografis Garut memungkinkan berbagai tanaman hortikultura dikembangkan sesuai dengan kondisi masing-masing kawasan. Karena itu, pemetaan berdasarkan ketinggian wilayah, suhu, kondisi tanah, ketersediaan air, serta kebutuhan pasar menjadi penting.
Langkah tersebut diperlukan agar komoditas yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan karakter lahan dan memiliki prospek pasar yang baik.
5. Hortikultura Berbasis Riset dan Kolaborasi
Rencana uji coba yang melibatkan praktisi dari Fakultas Pertanian Unpad menjadi peluang untuk memperkuat pengembangan pertanian Garut berbasis riset.
Kolaborasi antara akademisi, pemerintah daerah, petani, dan pelaku usaha dapat membantu menemukan varietas serta metode budidaya yang paling sesuai dengan kondisi Garut.
Jika uji coba berjalan baik, pengembangan komoditas tersebut diharapkan tidak berhenti pada tahap penelitian. Hasilnya dapat menjadi dasar untuk pengembangan yang lebih luas sehingga memberikan dampak terhadap produktivitas dan kesejahteraan petani.
Pada akhirnya, kekuatan hortikultura Garut bukan hanya terletak pada luas lahan pertaniannya. Ada pengetahuan, inovasi, teknologi, kerja sama, dan kreativitas yang dapat membuat hasil pertanian memiliki nilai tambah.
Bawang putih, kentang, dan stroberi pun bukan sekadar tanaman. Jika dikembangkan secara serius dan berkelanjutan, ketiganya bisa menjadi bagian dari wajah baru pertanian Garut yang lebih produktif, inovatif, sekaligus bernilai ekonomi.
Garut menanam, Garut memanen, dan Garut pula yang menikmati nilai tambahnya.
- Penulis: Redaksi Tigarut
- Sumber: RRI dan AI

Saat ini belum ada komentar