5 Fakta Asal Usul Sarkanjut Garut, Nama Unik yang Menyimpan Sejarah dan Legenda
- account_circle Redaksi Tigarut
- calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
- visibility 93
- print Cetak

TIGARUT.COM – Kabupaten Garut menyimpan banyak nama kampung dan tempat yang unik. Salah satunya adalah Sarkanjut, sebuah kampung sekaligus situ (danau kecil) yang berada di Kampung Sarkanjut, Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong. Nama ini kerap mengundang rasa penasaran karena terdengar tidak biasa. Di balik namanya yang unik, Sarkanjut ternyata memiliki sejarah, legenda, dan nilai budaya yang masih hidup di tengah masyarakat hingga sekarang. Berikut lima fakta menarik tentang asal-usul Sarkanjut Garut.
1. Berada di Leuwigoong dan Sudah Ada Sejak Ratusan Tahun
Situ Sarkanjut terletak sekitar 20 kilometer di sebelah utara pusat Kota Garut. Danau kecil seluas kurang lebih dua hektare ini berada di tengah permukiman warga Kampung Sarkanjut, Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong. Sejumlah tokoh masyarakat dan sejarawan memperkirakan keberadaan situ ini telah ada sejak sekitar abad ke-17.
2. Nama “Kanjut” Dahulu Berarti Tempat Penyimpanan
Meski kini kata kanjut dalam bahasa Sunda memiliki makna yang berbeda, para sesepuh kampung menjelaskan bahwa pada masa lalu istilah tersebut juga berarti wadah atau tempat menyimpan barang.
Konon, kawasan itu dahulu menjadi tempat penyimpanan benda-benda pusaka milik tokoh masyarakat. Dari kebiasaan “dikanjuti” atau disimpan itulah kemudian muncul nama Sarkanjut. Versi ini menjadi penjelasan sejarah yang lebih banyak dipercaya masyarakat setempat.
3. Ada Legenda Mbah Sura Adipraja
Selain sejarah, masyarakat juga mengenal legenda tentang Mbah Sura Adipraja, tokoh yang dipercaya datang ke wilayah tersebut pada masa penjajahan Belanda.
Menurut cerita turun-temurun, Mbah Sura memperoleh petunjuk gaib yang kemudian diyakini mampu melindungi masyarakat dari ancaman penjajah. Dari kisah inilah muncul mitos yang mengaitkan nama Sarkanjut dengan simbol keberanian dan kejantanan. Namun, cerita tersebut merupakan tradisi lisan yang belum dapat dibuktikan secara historis.
4. Situ Sarkanjut Menjadi Sumber Kehidupan Warga
Hingga kini, Situ Sarkanjut bukan hanya dikenal karena namanya yang unik, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi masyarakat sekitar. Air situ dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian, sementara kawasan perairannya menjadi lokasi memancing bagi warga.
Keberadaan situ ini menunjukkan bahwa warisan sejarah juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat setempat.
5. Berpotensi Menjadi Wisata Sejarah dan Budaya
Selain menawarkan panorama pedesaan yang asri dengan latar Gunung Haruman, kawasan Situ Sarkanjut juga memiliki makam yang dipercaya sebagai makam Mbah Sura Adipraja. Perpaduan antara keindahan alam, sejarah, dan cerita rakyat menjadikan kawasan ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, sekaligus wisata religi di Kabupaten Garut.
Nama Sarkanjut memang sering memancing rasa penasaran. Namun di balik keunikannya tersimpan kisah panjang tentang sejarah lokal, tradisi lisan, serta kehidupan masyarakat Leuwigoong yang patut dikenalkan kepada generasi muda. Melestarikan cerita seperti ini bukan sekadar menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkaya identitas Kabupaten Garut sebagai daerah yang sarat sejarah dan kearifan lokal.
- Penulis: Redaksi Tigarut
- Sumber: AI

Saat ini belum ada komentar